Jumat, Maret 27Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Penulis: admin

Lafaz Cinta; Gronigen dan Perasaan Cinta Yang Tak Pernah Padam

Lafaz Cinta; Gronigen dan Perasaan Cinta Yang Tak Pernah Padam

Berita
NOVEL, FLP.or.id - Di bawah langit biru Azura Kota Groningen, Seyla mempercayakan hatinya untuk diobati. Dia ingin menjauh dari Zen yang telah mengkhianati hubungan mereka bertahun-tahun. Seyla menata hatinya di negeri tulip dan kincir angin. Dia menikmati hari-hari berkuliah, melupakan Zen, dan berkawan dengan orang-orang. Hingga akhirnya Pangeran Karl van Veldhuizen, putra mahkota Kerajaan Belanda mengusik hatinya. Satu hal yang menghalangi Seyla: Pangeran sudah bertunangan dengan seorang Putri Belgia. Akankah Seyla meneruskan mimpi mengejar kisah Cinderella-nya ? Atau dia harus kembali pada misi utamanya di sini: melupakan laki-laki ? Lafaz Cinta hadir pertama kali tahun 2005. Kini ia mewujud kembali dilengkapi dengan pernak-pernik untuk memperkaya situasi. Salah satu karya Best Sell...
TBI IAIN Surakarta Bekerjasama dengan FLP Karanganyar Selenggarakan Pelatihan Penulisan Populer

TBI IAIN Surakarta Bekerjasama dengan FLP Karanganyar Selenggarakan Pelatihan Penulisan Populer

Berita
KARANGANYAR, FLP.or.id - Jurusan Tadris Bahasa Indonesia (TBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Surakarta selenggarakan Pelatihan Penulisan Populer bagi Masyarakat Karanganyarr di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karanganyar, Minggu, (15/04). “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pelayanan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang membebaskan menuju kesadaran kritis dengan kemampuan sumberdaya yang ada. Selain itu kegiatan ini merupakan bentuk dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Jurusan TBI kepada masyarakat,” ujar Siti Isnaniah selaku Ketua Jurusan TBI. Hadir selaku pembicara adalah dosen-dosen Jurusan TBI yaitu Siti Isnaniah, Dian Uswatun Hasanah, dan Endang Rahmawati. Materi pelatihan berupa teknik ...
Membangun Jejak Kepenulisan; Oleh-oleh dari Yogyakarta (2/2)

Membangun Jejak Kepenulisan; Oleh-oleh dari Yogyakarta (2/2)

Karya Anggota
Oleh FAIDA ZUHRIA, FLP.or.id - Materi pertama, tanggal 31 Maret 2018 di IEC UNY, oleh Irsyad (@abenanza). Materi dengan judul Suspense merupakan materi bagaimana membuat suatu cerita seperti novel, cerpen dan sebagainya semakin menarik untuk dibaca, bukan cerita membosankan. Berbagai unsur dijelaskan didalamnya termasuk bagaimana membangun karakter tokoh, emosi tokoh, pengulangan rasa yang diterima indera, dan sebagainya. Seperti yang sudah-sudah, teori tanpa praktik hanya akan menjadi basi. Maka praktik menulis dengan menyusun berbagai unsur suspense sebagai clue, kemudian bertukar dengan teman sebelah yang bertugas untuk menyusun cerita, Seru memang karena disana mulai berimajinasi sehingga tersusun cerita yang tidak membosankan. Materi kedua dilanjutkan di SMP Nurul Islam oleh Mba Muji...
Membangun Jejak Kepenulisan; Oleh-oleh dari Yogyakarta (1/2)

Membangun Jejak Kepenulisan; Oleh-oleh dari Yogyakarta (1/2)

Karya Anggota
Oleh FAIDA ZUHRIA, FLP.or.id - Forum Lingkar Pena bukanlah nama yang asing sejak masaku di bangku SMA, tahun 2000 waktu itu. Mengenal dan membaca berbagai bukunya, bahkan mulai dari sanalah hijrahku dimulai dengan berhijab. Banyak cerita yang bisa diambil hikmahnya, yang memberikan wacana lebih luas tentang agama, tanpa menggurui, tanpa menghakimi, namun cukup mampu mengambil hati. Membaca memang menjadi rutinitas sejak SD, bahkan tidak terlewat satu hari pun tanpa membaca. Hingga SMA, membaca karya sastra, novel, cerpen, dan sebagainya masih rutin dilakukan. Pada masa SMA pun mulai menulis dan sempat masuk dalam majalah sekolah. Akan tetapi, keinginan menjadi penulis masih belum begitu kuat karena kesibukan belajar. Aktivitas yang rutin adalah membaca. Masa kuliah yang masuk tahun 2003 ...
Konde Nenek

Konde Nenek

Hikmah, Pojok
Oleh SRI WIDYASTUTI, FLP.or.id -Konde dan Syariah agama. Tidak ada yang salah pada konde. Pun pada kebaya. Bertahun lalu, nenekku memakainya setiap hari. Konde kecil dari gelungan rambutnya yang panjang yang semakin menipis. Diselendangkannya sehelai kerudung menutupi rambutnya yang mulai memutih. Dia duduk di tempat tidurnya sambil menghadap al qur'an usai shalat duha. Kebaya dan kain batik mempercantik tubuhnya yang renta. Nenekku setiap hari membaca Al Quran dengan berpakaian kebaya dan konde kecil di kepalanya. Dibalut kerudung panjang berhias sulaman tangannnya. Setiap tiga hari khatam al quran. Nenek tak pernah benci suara adzan sebab itulah suara yang paling disukainya. Adzan semacam penjaga yang senantiasa mengingatkannya pada waktu waktu bertemu dengan Tuhannya. Kidung nenek, k...
Ma’rifat Danarto

Ma’rifat Danarto

Opini
Oleh YANUARDI SYUKUR, FLP.or.id - Pada sebuah sore, Selasa (10/4/2018) tersebar berita bahwa sastrawan Danarto (77 tahun) ditrabrak motor di dekat kampus UIN Ciputat. Tubuhnya kemudian dibawa ke RS Fatmawati. Kritis. Tak lama kemudian dia pergi untuk selamanya. Menurut berita, istri Danarto sudah tiada. Dia juga tidak punya anak. Keluarganya yang di Jakarta juga tidak diketahui. Orang-orang hanya tahu, Danarto lahir di Sragen Jawa Tengah. Sebagai penulis, saya sering mendengar nama Danarto. Kendati saya tidak bisa menulis fiksi, tapi karya fiksinya membuat saya tertarik untuk beli. Di sebuah siang di Masjid UI Depok, saya lihat buku merah judulnya "Ikan-Ikan dari Laut Merah." Saya tidak bisa fiksi, tapi saya penasaran isi buku itu. Dalam cerpen tersebut, Danarto membahas tentang tawaka...
FLP NTB dan 1000 Inspirasi di Tanahnya

FLP NTB dan 1000 Inspirasi di Tanahnya

Jarwil, Pojok
Ahad, 18 Maret 2018. Aroma pagi hari masih terasa ketika saya mendarat di Kota Seribu Masjid, julukan bagi Mataram, ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran saya di sini dalam rangka menjalankan amanat Ketua Umum FLP untuk menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-2 FLP wilayah NTB. Inilah wilayah yang dirintis oleh sekelompok anak muda yang mencintai dunia literasi. Mereka berkumpul mendirikan FLP NTB, dan bertekad untuk merealisasikan tujuan-tujuan literasi FLP di NTB. Awalnya, FLP NTB dirintis di kota Bima, sesuai domisili penggagasnya, Akhi Dirman. Saya menikmati betul nuansa kota ini. Begitu menjejakkan kaki di tanahnya, langsung terasa pesona yang sangat indah dari negeri mataram. Wilayah ini punya daya pikat berupa hamparan pantai berpasir putih dengan paduan deburan o...
Mengenang Ibu

Mengenang Ibu

Hikmah, Pojok
Oleh GANJAR WIDHIYOGA, FLP.or.id - Ibu saya adalah perempuan kelahiran tahun 1950. Merasakan masa-masa sulit negeri ini, kadang bercerita pada kami tentang antrian beras dan minyak yang mengular kala itu. Bukan untuk berkubang di masa lalu melainkan agar kami bersyukur dengan masa kini. Ibu saya istimewa. Kala masyarakat saat itu belum peduli pendidikan, Ibu telah menjadi mahasiswi IKIP Yogyakarta. Merantau, membuka cakrawalanya dan kemudian mengabdi menjadi guru selama puluhan tahun. Meski tak mendapatkan sertifikasi guru karena syaratnya yang aduhai tak mampu dipenuhi Ibu yang telah menua. Ibu saya istimewa karena mengijinkan mbak saya memakai jilbab. Ini tahun 1990-an, ketika mengenakan jilbab masih asing di masyarakat. Kala orang tua lain khawatir anak perempuan yang pakai jilbab aka...
Film 5PM: Mencintai Masjid, Mencintai Indonesia

Film 5PM: Mencintai Masjid, Mencintai Indonesia

Resensi
Oleh Yanuardi Syukur (Koordinator Divisi Litbang FLP Pusat. IG: @yankoer)   Film yang baik adalah film yang mengubah benci jadi cinta, malas jadi rajin, ragu-ragu jadi yakin. Saya seorang sufi, suka film, walau tidak pintar meneliti film. Tapi, setelah menonton Gala Premier “5PM” atau “Lima Penjuru Masjid”, saya mencoba untuk sedikit beri pendapat. Katanya, salah satu kunci sukses sebuah film adalah ketika film itu menggerakkan penonton untuk mengikuti apa keinginan dari film tersebut. Film 5PM ini bercerita tentang para pemuda yang menemukan masjid sebagai tempat yang damai bagi hidup mereka. Karakter para pemuda dalam film ini digambarkan sebagai pemuda yang punya masalah akan tetapi mereka dapat solusi dari masjid. Dari sini tampak bahwa salah satu tujuan dari film ini adalah ...
Yuk, Nonton Film 5PM

Yuk, Nonton Film 5PM

Berita
*5 Komentar untuk Film 5PM* Jum'at, 6 April 2018. FLP diundang oleh Bedasinema untuk turut menjadi saksi tayang perdana film keduanya, yaitu film 5PM (Lima Penjuru Masjid). Maka hadirlah beberapa pengurus pusat Forum Lingkar Pena ke CGV Grand Indonesia, tempat layar Gala Premiere dibentangkan. Nah, apa komentar mereka sepulang dari nobar Gala Premiere tersebut? Inilah 5 komentarnya untuk film 5PM: 1⃣ "Filmnya lumayan bagus," begitu kata Wiwiek Sulistyowati, Bendahara FLP. Kok lumayan bagus? Ya, tentu saja ada kekurangannya. Tapi, Lima Penjuru Masjid baginya lebih bagus dari beberapa film positif yang belakangan muncul. Digarap serius, dengan tetap menghibur, meski tak menggadaikan amanat nilai-nilai positifnya. 2⃣ "Keren pengambilan gambarnya," begitu kata Irfan Azizi, Koordinator Div...

Pin It on Pinterest