Rabu, Mei 11Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Pojok

Kembali Fitri, Bukan Kembali Nol

Kembali Fitri, Bukan Kembali Nol

Ketum
  Oleh S. Gegge Mappangewa Ramadan sebagai titimangsa pasti akan berlalu, seperti kepastiaannya akan datang lagi meski tak ada jaminan kita akan bertemu kembali sebelas bulan ke depan. Namun, Ramadan sebagai bulan puasa akan selalu ada bagi yang terbiasa puasa sunnah. Ramadan sebagai bulan Al-Qur’an tak akan pernah pergi dari orang yang tetap punya waktu untuk mengaji. Ramadan akan selalu ada bagi jiwa yang karakternya senang berinfak. Di luar Ramadan masih bisa salat malam. Beberapa ladang-ladang pahala di bulan Ramadan tetap terbuka lebar untuk digarap di luar Ramadan. Bedanya hanya ada pada kelipatan pahala. Seperti kelipatan diskon belanja yang banyak promo di Ramadan. Jika di luar Ramadan kita tetap gila belanja meski tanpa promo diskon, sejatinya begitu pun dengan keta...
5 Manfaat Belajar Ngeblog Bersama Blogger FLP

5 Manfaat Belajar Ngeblog Bersama Blogger FLP

Blogger FLP
Keinginan menjadi blogger sebetulnya sudah lama menggelayuti angan-angan saya. Apalagi, katanya, kita bisa dapat cuan dari blog. Makin bertambah menggebu-gebulah keinginan saya itu. Sayangnya, keinginan tinggallah keinginan, belum juga dapat saya realisasikan. Ada banyak faktor yang menghalangi keinginan itu, terutama tata benak saya yang belum sepenuhnya terbuka terhadap perkembangan dunia perblog-an. Sampai sebuah kesempatan datang dari Blogger FLP. Mereka membuka pendaftaran anggota baru. Berbekal keinginan itu, saya pun mendaftar, dan, alhamdulillah, lolos seleksi. Dimulailah hari-hari saya belajar ngeblog bersama Blogger FLP. Ada lima manfaat belajar ngeblog yang saya rasakan ketika bersama Blogger FLP. 1. Belajar blog dari dasar Tahapan materi dasar ini sangat memban...
Ngobrol Bareng Litbang: Membangun Soliditas Pengurus FLP

Ngobrol Bareng Litbang: Membangun Soliditas Pengurus FLP

Berita, Litbang
  Membentuk tim pengurus sering menjadi tantangan tersendiri bagi setiap generasi kepengurusan FLP, baik di tingkat ranting, cabang, wilayah, maupun pusat. Bukannya tidak ada orang, tetapi tantangannya lebih kepada bagaimana memilih SDM yang siap membagi waktu antara mengurus FLP dengan kesibukannya di luar FLP. Hasil survei membuktikan, selain faktor komunikasi, koordinasi, chemistry, dan kepercayaan diri, tidak sedikit pula ketidak aktifan atau mundurnya seorang pengurus dari struktur disebabkan karena ketidak mampuan membagi waktu antara amanah di FLP dengan yang di luar FLP. Akibatnya, soliditas pengurus pun menjadi terganggu. Oleh karenanya, Litbang BPP FLP mencoba mengurai sedikit persoalan tersebut dengan mengadakan survei dan kegiatan Ngobrol Bareng bertajuk "M...
Memaknai Arti Keihklasan di Film Hayya 2: Hope, Dream & Reality

Memaknai Arti Keihklasan di Film Hayya 2: Hope, Dream & Reality

Berita, Humas
  "Mba Wiwiek, bisa hadir di acara ini?" Sebuah pesan dari Ketua Umum FLP, Gegge Mapanggewa, muncul di telepon pintar, disusul dengan foto undangan berwarna merah bertuliskan Gala Premiere Hayya 2: Hope,  Dream & Reality. Tentu saja saya langsung mengiyakan tawaran tersebut. Sejak Hayya 1: The Power of Love tayang September 2019 lalu, saya sudah menantikan kapan sekuel film ini akan hadir di bioskop. Gala premiere Hayya 2 diadakan di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan. Tepat pukul 17.00 WIB saya tiba di lokasi.  Suasana tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang yang sibuk berfoto di depan latar besar poster film Hayya 2. Saya segera menghampiri meja yang terletak di samping pintu masuk. Setelah menunjukkan salinan digital undangan, mereka memberikan dua ...
Dunia Penelitian: Tren Baru bagi Anggota FLP

Dunia Penelitian: Tren Baru bagi Anggota FLP

Litbang
  Mencoba keluar dari zona "sunyi senyap", divisi Litbang BPP FLP menggelar acara "Ngobrol Bareng Litbang: Peluang dan Tantangan Dunia Penelitian bagi Anggota FLP", Minggu (30/01/22), dengan menghadirkan narasumber Dr. Setiawati Intan Savitri, M.Si, salah satu anggota Dewan Pertimbangan FLP sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana. Acara tersebut digelar selain untuk memperkenalkan Litbang dan program kerjanya, juga mengajak anggota FLP untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan penelitian dan pengembangan. Kita tahu bahwa aktivitas penelitian masih dianggap berat, bahkan identik dengan teori-teori dan lekat dengan dunia akademis. Namun bukan tidak mungkin, ke depan, bidang penelitian ini bisa dijadikan salah satu pilihan anggota dalam berkarya di FLP y...
21 Dongeng Anak Edukatif yang Bisa Ditonton dari Kanal Youtube FLP

21 Dongeng Anak Edukatif yang Bisa Ditonton dari Kanal Youtube FLP

Humas, Pojok
  Dongeng anak memang menjadi sarana paling efektif untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada anak tanpa harus menggurui. Selain asyik mendengarkan si pendongeng bercerita dengan intonasi dan ekspresi yang berubah-ubah, anak-anak juga akan mendapatkan pengalaman yang menarik setiap kali menyimak cerita yang berbeda. Dongeng memiliki banyak manfaat bagi anak, salah satunya meningkatkan perkembangan kognitif. Dengan mendengarkan dongeng, anak akan dilatih untuk berpikir dan berimajinasi. Selain menambah kosakata, dongeng juga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi verbal. Masalahnya, mendengarkan dongeng yang sama berulang-ulang mungkin akan mudah membuat anak bosan. Apalagi jika dongeng yang dibacakan merupakan dongeng-dongeng yang sudah sangat sering dikenal luas ole...
Pentingnya Membangun Basis Sosial sebagai Penulis

Pentingnya Membangun Basis Sosial sebagai Penulis

Kaderisasi, Pojok
Di sela-sela perhelatan Musyawarah Kerja BPP pada 9 Januari lalu, saya sempat berbincang cukup lama dengan ketua umum, Daeng Gegge Mappangewa. Sejak pertama kali bertemu sosok ketum di sebuah acara literasi nasional, saya melihat ada hal menarik dalam diri beliau. Sangat low profile dan saya penasaran kenapa bisa begitu. “Daeng sekarang nerbitin buku sendiri ya?” tanya saya menyelidiki. Saya yakin beliau nggak tahu maksud pertanyaan saya ini. “Iya, Mbak. Alhamdulillah, Saya bisa jual buku Saya sendiri 100 eksemplar.” “Wah, masya Allah.” Sebagai orang yang juga menjualkan buku sendiri, saya tahu capaian angka 100 eksemplar untuk seorang penulis itu luar biasa. Jualan buku emang nggak semudah jualan gamis, jilbab atau makanan. “Bisa sebanyak itu, ya, Daeng? Pembelinya siap...
Sinta Yudisia: Pahlawan Bagi Diri Sendiri

Sinta Yudisia: Pahlawan Bagi Diri Sendiri

Ketum, Pojok
And then a hero comes along With the strength to carry on And you cast your fears aside And you know you can survive     So when you feel like hope is gone     Look inside you and be strong     And you'll finally see the truth     That a hero lies in you Anda mungkin pernah dengar penggalan lagu Mariah Carey berjudul Hero. Selain lagu; segala hal terkait hero atau pahlawan pernah kita tonton, baca, pelajari. Tak henti-henti Hollywood membuat berbagai macam film hero berdasar komik, lengkap dengan sekuel dan spin-offnya. Masing-masing negara membangun persepsi pahlawan tergantung budaya yang dimiliki. China sering menghadirkan pahlawan lewat tokoh-tokoh kungfunya. Korea menghadirkan pahlawan dalam dunia yang lebih realistis : lelaki yang diidamkan banyak orang karena kehalusan budi pek...
Metamorfosis Forum Lingkar Pena oleh HD Gumilang

Metamorfosis Forum Lingkar Pena oleh HD Gumilang

Jarwil
  Seiring dengan berjalannya waktu, Forum Lingkar Pena (FLP) terus berusaha untuk berbenah. Sebagai sebuah organisasi literasi, FLP memiliki tiga pilar (atau sifat) yakni, kepenulisan, keislaman, dan keorganisasian, Dalam kesempatan yang sederhana ini, kami bermaksud mengulas sedikit tentang pilar Keorganisasian yang ada di lingkup FLP. FLP telah bermetamorfosis dari sebuah komunitas literasi menjadi sebuah organisasi yang memiliki suatu sistem yang dipatuhi bersama dan melakukan suatu usaha untuk mencapai tujuan bersama. Adapun tujuan FLP adalah menjadi sebuah organisasi yang memberikan pencerahan melalui literasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, ada beberapa langkah yang dilakukan FLP. Pertama, meningkatkan mutu dan produktivitas karya anggota sebagai sumbangsih berarti...
Sumpah Pemuda, Konflik Horizontal, Common Will

Sumpah Pemuda, Konflik Horizontal, Common Will

Ketum, Pojok
Oleh: Afifah Afra* Ketika baru memasuki bangku kuliah, lebih dari dua dekade silam, saya ditawari bergabung di sebuah organisasi mahasiswa yang berbasis daerah asal. Karena merasa membutuhkan informasi dari teman-teman sedaerah, penulis pun memutuskan untuk bergabung. Ternyata, organisasi semacam itu cukup banyak bertumbuhan di kampus, dan biasanya cukup eksis. Mulai dari Sumatera, Jawa hingga Maluku dan Papua. Ada pula yang berbasis suku, atau sub suku. Awalnya saya mengira hal tersebut wajar-wajar saja. Sampai pada suatu malam, ada sebuah siaran di radio yang menyentakkan kesadaran saya. Sang narasumber saat itu mengatakan, “Sungguh aneh mahasiswa saat ini. Jika dahulu, saat pergerakan nasional, organisasi-organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes dan sebagain...

Pin It on Pinterest