FLP NTB dan 1000 Inspirasi di Tanahnya

2 menit baca |

Ahad, 18 Maret 2018. Aroma pagi hari masih terasa ketika saya mendarat di Kota Seribu Masjid, julukan bagi Mataram, ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran saya di sini dalam rangka menjalankan amanat Ketua Umum FLP untuk menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-2 FLP wilayah NTB. Inilah wilayah yang dirintis oleh sekelompok anak muda yang mencintai dunia literasi. Mereka berkumpul mendirikan FLP NTB, dan bertekad untuk merealisasikan tujuan-tujuan literasi FLP di NTB. Awalnya, FLP NTB dirintis di kota Bima, sesuai domisili penggagasnya, Akhi Dirman.

Saya menikmati betul nuansa kota ini. Begitu menjejakkan kaki di tanahnya, langsung terasa pesona yang sangat indah dari negeri mataram. Wilayah ini punya daya pikat berupa hamparan pantai berpasir putih dengan paduan deburan ombak. Pantas, siapapun yang melakukan perjalanan ke daerah ini akan merasa betah. Provinsi yang dipimpin oleh seorang hafidz al Qur’an ini, kini juga sedang menggalakkan tagline­-nya yaitu Destinasi Wisata Halal Dunia. Dengan demikian, bila melakukan perjalanan ke sana, selain memanjakan mata juga dapat sekaligus men-tadaburi alam semestanya. Dan tentu, juga dapat mengenal budaya yang unik dengan segala keindahannya, terlebih mengingat keramahan masyarakat di sana.

Penduduknya memang tergolong ramah. Tibanya saya, langsung disambut hangat oleh teman-teman pengurus wilayah. Padahal beberapanya baru kenal. Di antaranya mbak Dina, mbak Yus, dan mbak Minah. Kabarnya, beberapa cabang telah terbentuk di FLP wilayah NTB. Namun setelah sekian tahun terjadi kemandegan regenerasi di kepengurusan wilayah, atau pastinya dari tahun 2013 hingga 2018, maka beberapa cabang pun menjadi vakum. Mas Alimin Samawa selaku Ketua Wilayah pun bertekad agar regenerasi dapat segera dilakukan. Maka diadakanlah Musyawarah Wilayah ini, meskipun beberapa kali sempat tertunda.

Alhamdulillah di Musyawarah Wilayah ini telah diputuskan pelanjut estafeta kepemimpinan wilayah berikutnya, yaitu Aslul Khitan untuk periode 2018 – 2020. Selain agenda pergantian kepengurusan, Musyawarah Wilayah FLP NTB juga dimanfaatkan untuk lebih mengenalkan FLP ke masyarakat dengan digelarnya Pelatihan Kepenulisan yang diisi oleh Alimin Samawa. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 40 peserta, yang tampak antusias mengikuti pelatihan. Apalagi mas Alimin Samawa berhasil mengemas pelatihan dengan materi yang renyah.

FLP NTB sebenarnya memiliki potensi produktivitas anggotanya dalam menulis, baik yang diikutkan dalam perlombaan maupun yang dikirimkan ke media massa. Maka, sesungguhnya ini dapat menjadi modal bagi kepengurusan yang baru. Memang evaluasi bagi kepengurusan sebelumnya adalah terkait banyaknya tugas di luar FLP, sehingga menjadi kendala dalam intensitas koordinasi. Namun, Ketua FLP NTB terpilih telah bertekat untuk memperbaiki seluruh program dan juga administrasi yang belum dilakukan dengan baik, serta memperbaiki pola komunikasi ke cabang maupun ke pusat. Semangat inilah yang menjadi harapan saat ini.

FLP NTB menurut saya bisa mengembangkan segala ide, karena di sana terdapat 1000 inspirasi mulai dari alamnya, budayanya, dan juga masyarakatnya. Terlebih capaian-capaian yang selama ini sudah diperjuangkan dan dilaksanakan, termasuk di antaranya adalah melaksanakan kegiatan akbar bekerjasama dengan pemerintah provinsi, dapat menjadi sistem pendukung bagi produktivitas cabang-cabangnya dan anggotanya. Menulislah tentang alamnya! Menulislah tentang budayanya! Menulislah tentang masyarakatnya! Lalu bergandengan tangan dengan pemerintah provinsi untuk menyajikan tulisan-tulisan tersebut menjadi etalase khazanah lokal NTB.

 

Denpasar, 30 Maret 2018

Lailatul Widayati
Sekretaris Divisi Jarwil BPP

Post Author: Irfan Azizi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *