Jumat, Mei 13Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Karya

Koleksi Puisi tentang Perempuan Serta Puisi Inspiratif

Koleksi Puisi tentang Perempuan Serta Puisi Inspiratif

Puisi
  Perempuan Sendiri dan Lukisannya Sendiri oleh Ika Y. Suryadi di galeri kita bertukar getar, dipisah lorong padat para pengunjung yang kerap tersesat di waktu yang sebentar dan bersicakap apa yang lebih abstrak garis magis, detail mistis, atau kita sendiri   rindu itu adalah kau, yang dilukis habis seniman dalam kuas yang berujar, dan terburai ia terlampau setuju menarik pagi di setiap garis-guratan namamu; dan kau bukan lagi sepi jadi di warna mana kau terkesan? rindu itu adalah kau yang terlampau bosan dan beranjak pulang, tanpa sempat kau temukan, wajah siapa dalam bingkai.  dan di dalam galeri asing pinggir jalan ini, kita berpencar. tapi mengapa, nasib kita masih saling melambai? Jambi, 2018   Mengap...
Sastra di Belantara Digital Milik Siapa?

Sastra di Belantara Digital Milik Siapa?

Opini
Sastra di Belantara Digital Milik Siapa?  Oleh M. Irfan Hidayatullah* Pada setiap pergantian era tampak selalu ada keterancaman, dalam bidang apa pun (Yang dirasakan sehari-hari biasanya dalam ranah politik, bahkan untuk hal yang satu ini tampak seperti adanya huru-hara yang memakan korban) walaupun secara logika perpindahan ini memiliki proses yang panjang. Terdapat dialektika di dalamnya. Lebih dari itu, bahkan sebenarnya istilah pergantian itu pun perlu dipertanyakan karena yang sebenarnya ada hanyalah sebuah momen perubahan yang dirayakan. Berkenaan dengan hal ini saya melihat adanya sebuah paradoks. Saya contohkan (tentu saja kebetulan) melalui dua kata yang memiliki arti yang diametral secara leksikal dalam salah satu konstruksi morfemis tidak memilliki perbedaan sama sekali. Dua ka...
Cerpen Lita Lestianti : Pria yang Disebut Keluarga

Cerpen Lita Lestianti : Pria yang Disebut Keluarga

Cerpen
"Mana orang yang kamu percaya itu?" Mata seorang wanita melotot sambil menjulur-julurkan kepalanya ke arah barat rumah. Seolah-olah orang yang dibicarakan itu ada di barat rumah. "Kita bisa makan, dia tidak urus. Kita tidak bisa makan, dia juga tidak peduli. Kita sekarat sekalipun juga dia tidak urus. Tidak lagi menghubungimu semenjak suaramu kalah!" Kepulan asap rokok yang keluar dari mulut pria di depan wanita itu menyesakkan ruangan. Hembusan nafasnya sengaja dikeraskan agar asap yang terbebas dari rongga mulutnya itu segera menutup pandangan amarah istrinya. "Dulu saja. Datang setiap hari ke rumah. Saat lebaran hari raya kurban, diajak jalan sampai ke Thailand. Sekarang? Melewati rumah kita saja seperti melewati kuburan. Kemana pria yang kau sebut keluarga itu?" Istrinya sudah kesal...
Tips Bijak Menggunakan Media Sosial

Tips Bijak Menggunakan Media Sosial

Opini
flp.or.id - Siapa sih yang tidak mengenal media sosial? Siapa pun dan dari kalangan manapun di era digitalisasi ini pasti sudah mengenalnya. Baik dari lingkungan perkotaan hingga pedesaan. Apa Itu Media Sosial? Media sosial diartikan sebagai media digital yang digunakan untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Lebih jelas lagi, para ahli mendefinisikannya sebagai teknologi digital yang bertumpu pada interaksi atau user generated content. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial juga berkaitan dengan bagaimana pengguna berinteraksi dengan pengguna lainnya. Sehingga, merupakan kewajiban bagi setiap pengguna untuk bijak menggunakan media sosial. Lantas, seperti apa semestinya bersikap di media sosial? Sebelum membahas ini lebih lanjut, mari mengetahui terlebih dahulu apa saja etik...
Resensi Novel Renggenis : Altitude 3088

Resensi Novel Renggenis : Altitude 3088

Resensi
Perjalanan Mengajarkan Arti Persahabatan Oleh : Oleh: Danz Chisaemaru Judul : Rengganis : Altitude 3088 Penulis : Azzura Dayana Tebal Halaman : 232 halaman Penerbit : Indiva Media Kreasi Tahun Terbit : Agustus 2014 ISBN : 978-602-1614-26-6 Aku cuma kehilangan secuil daging kaki karena disayat batu. Sementara yang sedang kita cari ini adalah satu tubuh utuh dari seorang sahabat. Mana yang lebih penting? ” Rengganis : Altitude 3088, hal. 189. Kalimat ini begitu menyentuh hati ketika saya sedang asyik membaca lembar demi lembar novel karya Azzura Dayana. Padasaatitudiceritakanbahwa salah satu teman Dewo dan Fathur hilang di puncak gunung yang baru diketahui saat fajar menyapa. Dewo yang kakinya terluka saat pendakian tetap kekeuh tanpa istirahat untuk mencari sahabatnya hingga ditem...
Cerpen: Karma Karya Mazdar Zainal

Cerpen: Karma Karya Mazdar Zainal

Cerpen
Oleh: Mashdar Zainal Kami menggambarkan kondisi ibu seperti ini: ruh yang sudah terlanjur pamit pada jasad, namun tak bisa benar-benar pergi dari jasad yang sudah dipamitinya lantaran ada satu persyaratan yang urung ia tunaikan. Dan kami semua mengira bahwa satu persyaratan itu adalah selafas kata maaf dari nenek yang telah pergi mendahuluinya. Ini memang sedikit rumit. Coba katakan, bagaimana cara mendapat maaf dari seseorang yang telah lama dikubur. Tak ada satu hal pun yang bisa kami upayakan, kecuali doa yang mungkin sia-sia. Ibu telah terbaring di kasurnya selama sepuluh tahun. Ibu sudah sangat tua—sangat tua. Tak ada satu pun dari kawan sebaya ibu yang masih menghirup napas di muka bumi. Dan jika kami memaparkan kembali bagaimana kondisi ibu, hal itu hanya akan membuat kami miris da...
Plagiarisme AS Laksana

Plagiarisme AS Laksana

Opini
AS Laksana membuat pengakuan yang menghebohkan. Cerpen berjudul "Bidadari Bunga Sepatu" yang dimuat Jawa Pos hari ini (6/6/2021) ternyata bukan karyanya. Ia sengaja mengirim cerpen itu ke Jawa Pos dengan mencantumkan namanya sebagai penulis. Tetapi sebenarnya, cerpen itu adalah karya muridnya di kelas menulis. AS Laksana hanya menyumbang paragraf pertama dan membantu mengeditnya. Dalam pengakuannya, yang ia tulis di FB, ia berkilah dengan alasan bahwa itu adalah caranya bersenang-senang, sekaligus membuktikan bahwa Jawa Pos dan media arus utama lainnya memuat karya lebih karena melihat nama besar. Itulah yang membuat "Bidadari Bunga Sepatu" dimuat dengan cepat.     Sebagian orang mungkin kagum dengan keberanian dan keterusterangan AS Laksana, tapi saya tidak. ...
Hoax Tentang Palestina Menyebar, Begini Cara Mengeceknya

Hoax Tentang Palestina Menyebar, Begini Cara Mengeceknya

Opini
FLP.or.id,- Beberapa hari ini saya membalas chat-chat beberapa teman yang mengonfirmasi kebenaran berita yang mereka dapat. Saya hormat pada teman-teman saya ini. Mereka sedang bersemangat mendukung perjuangan Palestina, tetapi mereka tidak latah membagikan tulisan-tulisan yang mereka dapatkan. Ada proses pengecekan lebih dulu, verifikasi tentang kebenaran berita yang diperoleh. Sudah menjadi kebiasaan publik di Indonesia, jika ada kasus hangat yang terjadi maka akan banyak muncul berita dan tulisan-tulisan hoax. Lagi-lagi sebagai pegiat literasi harus bersikap, ambil bagian untuk membantu masyarakat mendapatkan berita yang valid. Sayangnya bukan hanya masyarakat biasa yang sering terjebak hoax, bahkan sekelas pendidik pun latah membagikan berita yang tidak jelas sumber dan beritanya. ...
Buku: Rahasia Tajamnya Nurani dan Agar Nalar Tidak Dungu

Buku: Rahasia Tajamnya Nurani dan Agar Nalar Tidak Dungu

Resensi
FLP.or.id,- Rahasia Tajamnya Nurani dan Agar Nalar Tidak Dungu. Hari ini banyak orang sok bijak bicara tentang apa yang tidak diketahuinya. Modalnya cuma membaca sebuah artikel singkat atau sekadar meme atau bahkan tangkapan layar akun medsos tertentu. Yang penting viral, banyak yang share maka dianggap benar. Akibatnya, muncul orang-orang yang menyeru korban penindasan untuk berdamai pada penjajah. Mereka menganggap si tertindas hanya sedang playing victim. Foto dan video kebengisan penjajah terhadap anak-anak dan kaum hawa yang jelas nyata mereka katakan sebagai hoaks. Ujungnya mereka berfatwa: ngapain urusin yang jauh, kalau yang dekat tak dipeduli? Padahal kalimat itu sesungguhnya sangat layak dialamatkan pada mereka yang selalu nyinyir tiap kali ada aksi solidaritas yang digalang se...
Palestina: Lakukan Apa yang Bisa Anda Lakukan

Palestina: Lakukan Apa yang Bisa Anda Lakukan

Opini
FLP.or.id,- Palestina: Lakukan Apa yang Bisa Anda Lakukan. Masih hanyut dengan suasana lebaran di kampung bersama keluarga, kue-kue, baju-baju cantik, senda gurau dan kebagiaan bersama keluarga? Stop, berhenti dulu, Teman. Di sini ada hal penting yang perlu kita kerjakan bersama. Palestina memanggil Palestina adalah bukti keimanan kita. Buah dari Ramadan kita akan terlihat di sini. Lihatlah di sosial media! Harga diri kita sebagai Muslim sedang dicabik-cabik. Saudara kita dibunuh, kiblat kita diserang diinjak-injak, Ramadan kita dikotori dengan darah. Penjajah menanamkan trauma seumur hidup pada anak-anak kita. Tapi anehnya, sebagian orang-orang picik yang sok tau narasi berita dan kejadian di lapangan kini memutarbalikkan fakta bahwa Palestina melalui Hamas lah yang membuat teror denga...

Pin It on Pinterest