Rabu, Januari 21Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Karya Anggota

Menghidupkan Ekosistem Perbukuan di Indonesia (Bagian 2-Selesai)

Menghidupkan Ekosistem Perbukuan di Indonesia (Bagian 2-Selesai)

Karya Anggota, Opini, Pojok
Baca juga: Bagian 1 Menghidupkan Ekosistem Perbukuan di Indonesia - Berbagai Permasalahan Dunia Perbukuan Berbagai Usulan Solusi Secara umum, dunia perbukuan di Indonesia memang sedang dipayungi awan tebal. Agar buku tak lenyap dari negeri ini, para pelaku perbukuan harus segera mengambil langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, langkah dari pemerintah. Saat masih menjabat sebagai Mendikbud, Anies Baswedan menggencarkan ekosistem perbukuan sekolah. Buku-buku harus masuk ke sekolah sehingga terjadi interaksi yang baik antara siswa dengan pelaku perbukuan. Sejumlah aturan diterbitkan, misalnya Permendikbud No 23 Tahun 2015 yang mengatur tentang kegiatan sehari-hari di sekolah yang harus diterapkan, di antaranya membaca buku non-pelajaran 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, disusul de...
Menghidupkan Ekosistem Perbukuan di Indonesia (Bagian 1)

Menghidupkan Ekosistem Perbukuan di Indonesia (Bagian 1)

Karya Anggota, Opini, Pojok
"Buku adalah jendela dunia," kata Bung Hatta. "Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas." Kamis 11/8 lalu, bertempat Hotel Megaland Solo, sejumlah penerbit anggota Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia) se-Jawa Tengah menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) Ke-8. Ir. H. Tomy Utomo Putro, MM (Intan Pariwara) yang sebelumnya menjabat sebagai ketua DPD Ikapi Jateng, terpilih sebagai ketua masa bakti 2016-2020, menggantikan ketua sebelumnya, H. Siswanto (Tiga Serangkai). Selamat bertugas, Pak Tomy! Tentu tak ringan menjadi ketua Ikapi di masa-masa suram dunia perbukuan dan literasi seperti saat ini. Tapi saya yakin, dengan semangat membangun ekosistem dunia perbukuan yang kuat dan berakar, berbagai masalah yang mendera akan terselesaikan. Berbagai Permasalahan Dun...
Oleh-oleh dari Celebes! Mau Tahu 3 Kesalahan Umum Calon Penulis?

Oleh-oleh dari Celebes! Mau Tahu 3 Kesalahan Umum Calon Penulis?

Berita, Karya Anggota
JAKARTA, FLP.or.id -- Diselenggarakan berkat kerjasama dengan Masjid Darul Istiqomah Maros, Forum Lingkar Pena (FLP) Sulawesi Selatan sukses menggelar acara pelatihan menulis selama 2 hari 1 malam. Tak hanya pemaparan materi, acara yang diberi nama Training of Writing and Recruitment (ToWR) FLP Sulsel itu juga diisi oleh bedah karya para peserta. "Peserta memplotting idenya, bisa juga dengan langsung menuliskan sinopsis cerpennya," kata Daeng Gegge, salah seorang pemateri, menerangkan proses awal sebelum bedah karya. Menurut Daeng Gegge, dari sekian banyak plotting ide, sinopsis, dan karya yang masuk serta dibedah, ditemukan sejumlah kesalahan umum. 1. Penggunaan di dan di- "Kesalahan umum dalam pembedahan, peserta masih banyak yang tak bisa membedakan 'di' sebagai imbuhan awalan dan 'di' ...
Oleh-oleh dari Celebes! Ini 4 Tips Menulis Lokalitas Menurut Gegge Mappangewa

Oleh-oleh dari Celebes! Ini 4 Tips Menulis Lokalitas Menurut Gegge Mappangewa

Berita, Karya Anggota
JAKARTA, FLP.or.id — Lokalitas, lokalitas, lokalitas. Tema lokalitas seperti makin menarik untuk dieksplorasi. Seorang penulis FLP yang dikenal rajin menggarap tema tersebut ialah S. Gegge Mappangewa. Dalam kesempatan Training of Writing and Recruitment (ToWR) FLP Sulsel pada akhir Juli 2016 lalu, selain membagikan materi menulis cerpen, Daeng Gegge juga menyampaikan tips mengenai tema lokalitas. Menurut pria yang biasa dipanggil Daeng Gegge tersebut, ada 4 tips dalam menulis cerita yang mengangkat lokalitas. 1. Sorry, Google Observasi atau riset atau penelusuran, dikenal lazim dalam proses penulisan. Kehadiran akses internet, mempermudah observasi sehingga lebih hemat waktu dan hemat ongkos. Tetapi Daeng Gegge menegaskan catatan penting, justru "observasi jangan hanya via Google." Poin-po...
Oleh-oleh dari Celebes! Ini 3 Tips Menulis Cerpen Menurut Gegge Mappangewa

Oleh-oleh dari Celebes! Ini 3 Tips Menulis Cerpen Menurut Gegge Mappangewa

Berita, Karya Anggota
JAKARTA, FLP.or.id -- Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan Training of Writing and Recruitment (ToWR) pada akhir Juli 2016 lalu di Masjid Darul Istiqomah, kota Maros. Hadir sebagai satu di antara banyak pemateri adalah S. Gegge Mappangewa. Penulis yang karya-karyanya memenangkan banyak penghargaan itu, berbagi materi mengenai menulis cerita pendek. Menurut pria yang biasa dipanggil Daeng Gegge tersebut, ada 3 tips dalam menyelesaikan penulisan cerita pendek. 1. Fokus ke ide. Upaya untuk fokus kepada ide ini, harus benar-benar terbukti, dalam adegan atau peristiwa yang diceritakan. "Bukan sekadar menggambarkan aksi mulai dari bangun tidur hingga bangun lagi, tanpa ada hubungan dengan ide," ujar Daeng Gegge. 2. Eksplorasi latar. Latar dikenal sebagai unsur...
9 Hal Penting Dalam Mencetak Pahlawan Dari Rumah (Bagian 2)

9 Hal Penting Dalam Mencetak Pahlawan Dari Rumah (Bagian 2)

Karya Anggota
Bulan Agustus, setiap tahunnya diperingati sebagai hari kemerdekaan negara Indonesia. Tentu kemerdekaan tak terlepas dari jasa dan pengorbanan para pahlawan. Pahlawan pada zaman perjuangan dahulu, telah pun mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan negara kita. Dan tugas kita saat ini sebagai pewaris bangsa dan negara bertanggungjawab dalam menjaga dan memelihara kemerdekaan ini. Apa yang bisa kita lakukan dalam menjaga kedaulatan negara RI? Bunda Afifah Afra berpendapat bahwa salah satu ikhtiar dalam menjaga dan merawat kemerdekaan  adalah  dengan mencetak pahlawan-pahlawan dari rumah. Pada bagian pertama, Bunda Afifah Afra telah memaparkan 5 poin penting dalam mencetak pahlawan dari rumah. Masih ada 4 poin penting lainnya dapat  dilakukan. Apa sajakah itu? mari kita simak pemaparan...
9 Hal Penting Dalam Mencetak Pahlawan Dari Rumah (Bagian 1)

9 Hal Penting Dalam Mencetak Pahlawan Dari Rumah (Bagian 1)

Karya Anggota
Di bulan Agustus, bangsa kita memperingati hari ulang tahun kemerdekaannya. Kita terbiasa mengenang jasa para pahlawan yang telah menyumbangkan harta, tenaga, pikiran bahkan nyawanya untuk kemerdekaan kita. Tanpa kiprah mereka, mungkin hingga kini kita masih menjadi bangsa jajahan. Namun, tidakkah kaum ibu sekalian berpikir, bahwa sebenarnya kita pun bisa mencetak pahlawan-pahlawan dari rumah kita? Sebab, seorang ibu adalah pendidik utama bagi anak-anaknya. Apa yang bisa dilakukan seorang ibu untuk melahirkan para pahlawan dari rumahnya? Ada beberapa bekal pendidikan yang bisa kita lakukan. Pendidikan Agama Tidak bisa dipungkiri, bahwa agama yang kuat, akan membentengi anak-anak kita dari perilaku yang buruk. Mari kita ajari anak-anak kita untuk menjadi seorang pemeluk agama yang taat...
FLP Maluku Utara: Di Balik Layar KMGP (Bagian 4)

FLP Maluku Utara: Di Balik Layar KMGP (Bagian 4)

Karya Anggota, Pilihan Editor, Travelling
BERANI MENGAMBIL TUGAS BESAR 23 September 2015, Kami, FLP Malut dihubungi oleh Co Produser Film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP), yang akrab kami panggil Mas Andi, untuk terlibat dalam pembuatan Film KMGP. Tidak membuang kesempatan besar ini Kami, FLP Malut menyetujui dengan berharap lewat Film Ini FLP Malut dapat ikut menyiarkan Dakwah. Kami sangat senang dapat dilibatkan serta dipercayakan dalam penyiapan Shooting Film KMGP di ternate, mulai dari hal penyiapan property film, sampai turut menyiapkan pemain-pemain ekstra Film KMGP. Bahkan juga ikut terlibat dalam pembuatan Pesantren Kyai Gufron sebagai salah satu tempat adegan shooting. Kami berjanji membantu proses Film KMGP semampu yang kami bisa, tanpa mengharapkan iming-iming apapun. Bagi kami ini tugas besar, dan kesempatan kami untuk me...
KIMRI | Cerpen Topik Mulyana

KIMRI | Cerpen Topik Mulyana

Cerpen, Karya Anggota, Pilihan Editor
JIKA Tuan seorang ahli sejarah, Tuan pasti tahu nama Desa Cibintinu. Itulah desa kami dulu. Di sinilah pelajar Soekarno bertemu dengan salah seorang leluhur kami, petani Marhaen. Ketika pelajar Soekarno menjadi kian ternama, nama leluhur kami itu acapkali disebut-sebut dalam pidato-pidatonya. Sudah pasti, kami merasa sangat bangga. Berpuluh tahun lamanya kami hidup dalam kebanggaan semacam itu. Kemudian, peristiwa pada pertengahan tahun 60-an mengubah segalanya. Deru puluhan mobil jip dan gemuruh ratusan pasang sepatu lars yang sepanjang malam tak henti-henti itu seketika menghancurluluhkan kemegahan nama Marhaen dalam benak kami. Sejak itu, kami dibayang-bayangi rasa ngeri, terkucil, dan dicemooh orang-orang sekitar bahwa kami keturunan orang-orang pengkhianat dan biadab. Kami ditiadakan....
Brexit dan Tantangan Multikulturalisme di Britania Raya

Brexit dan Tantangan Multikulturalisme di Britania Raya

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor
Pada Jumat, 24 Juni 2016, hasil referendum masyarakat di Britania Raya dan Irlandia Utara tentang keanggotaan di Uni Eropa resmi diumumkan. Hasilnya, kubu Brexit memenangkan referendum dengan meraup 51.9% suara. Ini berarti, Britania Raya dan Irandia Utara menjadi negara pertama yang secara resmi akan keluar dari Uni Eropa. Perubahan ini tentu membawa banyak tantangan, salah satunya tentang masa depan multikulturalisme di Britania Raya. Britania Raya dan Irlandia Utara yang terdiri dari Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara memang memiliki pasang-surut dalam hubungannya dengan Uni Eropa. Perdebatan mengenai keluarnya Britania Raya dan Irlandia Utara dari Uni Eropa sebenarnya telah muncul sejak tahun 1973. Pada tahun 1975, dilaksanakan referendum untuk menentukan apakah Britania Ray...

Pin It on Pinterest