Selasa, Januari 20Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Karya Anggota

7 Manfaat Gabung FLP (Forum Lingkar Pena)

7 Manfaat Gabung FLP (Forum Lingkar Pena)

Opini
Flp.or.id - Terinspirasi dari para tokoh penulis yang berpengalaman, jadi tergiur untuk gabung di Forum Lingkar Pena. Pasti belum banyak yang tahu bahwa FLP sebagai organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia, bahkan mancanegara. Bergabung bersama FLP berarti sudah siap untuk menjadi seorang pejuang literasi, literasi yang berkeadaban. Literasi tidak akan lepas dari seputar menulis dan membaca, bahkan para penulis mampu menampilkan inovasi yang memacu kreatifitas. Apa saja manfaat gabung FLP, berikut ini 7 manfaatnya 1. Menjadi Penulis Terkenal Pada dasarnya beberapa orang ingin bergabung FLP tujuannya adalah menjadi penulis terkenal. Tujuan utama bergabung FLP adalah untuk membekali ilmu kepenulisan yang mengantongi materi bahasa Indonesia. Karena untuk menjadi penulis terkenal dibutuh...

Jika Tidak, Saya pun bukan siapa-siapa

Opini
FLP.or.id - Ada beberapa orang yang berkata, “dalam menulis, kau bisa saja sendiri. Namun, untuk menjadi penulis, kau harus memiliki teman sehobi.” Dari kalimat yang diutarakan banyak orang tersebut, kita akan menangkap sesuatu bahwasanya kita tidak bisa menjadi penulis bila kita hanya terkurung dalam cangkang yang bernama kesendirian. Kita harus keluar dan mencari kawan yang memiliki hobi sama seperti kita. Di mana? Ke mana? Dan siapa? Itu adalah pertanyaan awal yang pastinya akan terlintas di benak masing-masing. Hingga, dalam suatu channel Youtube tentang dunia menulis, saya menemukan sebuah reality show tentang saudara penulis yang karyanya sudah melalang buana. Siapa lagi jika bukan Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia. Dalam siaran tersebut, mereka bercerita bagaimana hobi menulis yang s...
MERENUNGKAN RUU PEMBERANTASAN KEKERASAN SEKSUAL

MERENUNGKAN RUU PEMBERANTASAN KEKERASAN SEKSUAL

Opini
Perbedaan Pandang Dunia (1) Oleh: Intan Savitri Saya selalu mengatakan pada mahasiswa saya bahwa: psikologi bukan agama, agama bukan psikologi. Karena Psikologi adalah ilmu tentang proses-proses mental manusia, dan perilaku, sedangkan agama adalah system kepercayaan dalam kehidupan tentang apa yang benar dan salah. Apakah dalam ilmu tidak ada belief sistem? Ada. Apakah dalam agama tidak ada ilmu? Ada. Lalu apakah berarti agama tidak perlu ilmu, dan ilmu tidak perlu agama? Saya serahkan itu pada perjalanan keilmuan dan perjalanan keberagamaan Anda, itu pilihan untuk menjadi Teis, Ateis, Gnostik, Agnostik. Namun bagi saya, ilmu adalah syarat untuk memahami agama dan menyempurnakan kehidupan beragama. Ilmu pengetahuan (sains), bahkan masih terus-menerus diperbincangkan dan diperdebatkan ole...
Antara Maimon, Black Pink, dan Keributan di Rumah Kami

Antara Maimon, Black Pink, dan Keributan di Rumah Kami

Opini
Oleh Afifah Afra Suatu sore, terjadi sedikit keributan di ruang tengah rumah kami. Si bungsu Fatihan (3 tahun) menjerit dan menangis ketika kakaknya, Hanifan (8 tahun) tiba-tiba berulah. Saat Fatihan sedang asyik menonton serial Tayo kesukaannya, tiba-tiba Hanifan mengambil sebuah bantal besar dan menutupi seluruh layar  televisi. “Itu tidak sopan, gambar ceweknya enggak bagus buat anak-anak, jangan dilihat, Han!” ujar Hanifan sambil terus mempertahankan bantal tersebut agar terus menutupi layar televisi. Fatihan yang marah, memang mencoba merebut bantal tersebut. Saat itu, saya juga ada di ruang tersebut. Memang di ruang itu, kami sekeluarga biasa bersantai sembari menikmati hobi kami. Ada yang menggambar, membaca, mewarnai, main mobil-mobilan, bongkar pasang lego, dan sebagainya. Juga...
GERAKAN LITERASI NASIONAL,  POSISI SASTRA (WAN)  DI MANA?

GERAKAN LITERASI NASIONAL,  POSISI SASTRA (WAN)  DI MANA?

Opini
Oleh Gol A Gong Sejak 2017,  Pemerintah RI lewat Kemdikbud meluncurkan Gerakan Literasi Nasional hingga 5 tahun ke depan. Setiap tahun, di bulan Oktober ada Perayaan Hari Aksara Internasional. Kampung Literasi didirikan di mana-mana.  Lantas,  posisi sastrawan di mana?  Tahukah mereka dengan itu semua? Ada sastrawan yang tidak peduli dengan itu semua, bahkan cenderung alergi . Ah, itu proyek pemerintah!  Tapi ada juga yang tertarik,  hanya saja mereka tidak tahu mesti menemui siapa. Lantas siapa yang diuntungkan dan mendapatkan manfaat dari itu semua? Secara keorganisasian,  semua sepakat adalah Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM). Para pengelola TBM tidak bisa disalahkan. Mereka menjalankan amanat UU 43 tahun 2007 tentang perpustakaan. Saya pernah jadi Ketua Umum PP FTBM Indonesia 20...
Tips Memilih dan Memilah Informasi

Tips Memilih dan Memilah Informasi

Opini
  Oleh: Aulia Rahim Berhamburannya informasi di zaman sekarang ini membuat kita harus pandai memilah dan memilih informasi. Layaknya makanan yang hendak dimakan, harus lebih berhati-hati agar tidak menjadi penyakit saat terus-menerus dimakan. Begitu pula informasi, informasi pun mampu membuat kita terjangkit berbagai ‘penyakit’ yang akan menggerogoti pikiran, jiwa, dan hati manusia. Informasi bisa kita bagi menjadi dua yaitu informasi baik dan informasi buruk. Permasalahannya, bagaimanakah cara kita menentukan dan mengetahui bahwa informasi itu baik atau buruk? Berikut ini ada beberapa tips memilih dan memilah informasi, diantaranya: Pertama, bernilai kebenaran. Jika informasi tersebut bernilai kebenaran maka kita jadikan acuan untuk menentukan bahwa informasi tersebut bisa diteri...
Tips Mengatasi Hoaks

Tips Mengatasi Hoaks

Opini
Oleh: Aulia Rahim Di era milenial sekarang ini, kita semua dibanjiri oleh arus informasi yang sangat besar. Arus informasi yang datang dari berbagai tempat, terlebih dari berbagai akun media sosial yang kita miliki. Mulai dari Whatapps, Facebook, Twiter, Instagram, Path, dan media sosial lainnya. Sebaiknya tidak semua informasi yang masuk ke media sosial kita terima mentah-mentah tetapi harus kita seleksi terlebih dahulu, sebelum kita baca, sebarkan ataupun amalkan. Sikap selektif memilah dan memilih informasi yang diperlukan sekarang ini untuk mengantisipasi hoaks yang kita terima. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, hoaks memiliki arti tidak sesuai dengan hal (keadaan dan sebagainya) yang sebenarnya, dusta, bukan yang sebenarnya atau palsu. Ada beberapa tips untuk mengantisipasi hoaks ya...
Venesia & Jejak Akulturasi Dengan Dunia Islam (3/3)

Venesia & Jejak Akulturasi Dengan Dunia Islam (3/3)

Travelling
TRAVELING, FLP.or.id - Saya meneruskan perjalanan ke sisi luar Piazza San Marco. Dari sini Istana Doge tampak lebih jelas. Sangat mirip dengan Masjid Ibnu Tulun, yang hanya saya bandingkan melalui foto. Tak jauh dari Istana Doge, tampak turis berkerumun di sebuah jembatan kecil. Aha, inilah Bridge of Sigh. Konon dahulu para tahanan yang dihukum mati akan melewati jembatan ini. Di sinilah mereka diberi kesempatan untuk menarik napas terakhir sebelum dieksekusi. Karena itu jembatan ini dinamakan “Bridge of Sigh” (Jembatan Desah). Sejujurnya, sebelum ke Venesia saya tak menyangka akan menemukan jejak akulturasi dan hubungan erat antara Venesia dengan dunia Islam. Piazza San Marco adalah buktinya. Hubungan dagang dengan dunia Islam memang sangat penting bagi Venesia. Yang menarik, kala itu Ve...
Venesia & Jejak Akulturasi Dengan Dunia Islam (1/3)

Venesia & Jejak Akulturasi Dengan Dunia Islam (1/3)

Travelling
TRAVELLING, FLP.or.id - Keriuhan menyambut saya saat keluar dari stasiun kereta Venezia St. Lucia. Musim panas memang hampir berlalu, tapi aura liburan masih sangat terasa di kota yang menjadi tujuan utama wisata di Italia. Ribuan turis lalu lalang, keluar masuk dari stasiun. Jalan Kaki Saja! Setelah dua kali memutari stasiun untuk mencari-cari tempat penitipan barang, saya dan teman sejenak duduk di tangga depan stasiun. Aroma laut menguar dari Grand Canal, kanal utama, tepat di hadapan. Semalam sebelumnya saya menginap di Mestre, kota kecil yang terletak sekitar 6 km dari Venesia. Meski harus mengeluarkan ongkos kereta 1,2 euro dari Mestre ke Venesia, tapi saya dapat menghemat 15 euro bila menginap di Venesia. Ya, Venesia memang salah satu kota tujuan wisata di Italia dengan biaya yang ...
Muslim Kelas Menengah Dalam Tiga Puisi Mustofa Bisri (4/7); Sosiologi Karya, “Kaum Beragama Negeri Ini”: Kontradiksi antar Simbol dan Praktik

Muslim Kelas Menengah Dalam Tiga Puisi Mustofa Bisri (4/7); Sosiologi Karya, “Kaum Beragama Negeri Ini”: Kontradiksi antar Simbol dan Praktik

Kritik Sastra
Oleh TOPIK MULYANA, FLP.or.id - Secara stilistik, puisi “KBNI” kaya dengan majas kontradiksi. Secara tematik, ia berbicara tentang sikap kontradiktif kaum Islam Simbolik. MB menilai mereka terlampau mengedepankan simbol agama, namun pada saat yang bersamaan menistakan substansi ajaran agama. Perhatikan bait pertama berikut. Tuhan, lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini Mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain di negeri-negeri lain, demi mendapatkan ridhaMu, mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka Untuk berebut tempat terdekat di sisiMu mereka bahkan tega menyodok dan menikam hamba-hambaMu sendiri. Demi memperoleh rahmatMu mereka memaafkan kesalahan dan mendiamkan kemungkaran bahkan mendukung kelaliman. Untuk membuktikan keluhuran budi mereka terhadap setanpun mereka t...

Pin It on Pinterest