Resensi

No Ngutang, Please! [Review Buku]

FLP.or.id – Mungkin itu yang ada di pikiran, saat ada seseorang yang sering bilang, “pinjam uang dong, nanti minggu depan pasti gue bayar, deh!” pada anda dan nyatanya entah sudah berapa kali minggu depan terlewat begitu saja.

Berhutang memang salah satu pilihan, apalagi kalau sudah tidak ada jalan. Namun bukan berarti berhutang bisa dijadikan satu-satunya jalan pemecahan masalah, bahkan akan lebih baik lagi bila kita bertekad kuat untuk menghindari hutang. Itulah yang dibahas dalam buku Kesalahan-Kesalahan Fatal Pengusaha Mengembangkan Bisnis Dengan Utang.

Kesalahan-Kesalahan Fatal Pengusaha Mengembangkan Bisnis Dengan Utang
sumber: Desain Uswan

Dalam buku ini juga membahas, mengapa hutang (riba) harus dihindari berdasarkan kisah nyata pengalaman dari orang-orang yang pernah dan masih belum bisa melunasi hutang-hutangnya, namun sudah memiliki azzam kuat untuk berhenti berhutang setelah semua lunas.

Orang-orang ini saling menguatkan, saling mendukung, dan saling mengingatkan karena merasa memiliki satu persamaan yang mengikat yaitu hutang. Mereka menceritakan semua di buku ini, lengkap dengan ayat-ayat alquran maupun injil tentang larangan berhutang.

Setelah membacanya, saya jadi menyadari bahwa semua yang ada dalam buku benar adanya. Alasan kenapa berhutang, perjalanan dalam menjalani hari-hari bersama hutang, hingga akhirnya semua hutang selesai bisa saya rasakan.

Bukan karena saya yang berhutang, tapi salah satu anggota keluarga saya. Dia menutupi semua hutang dengan satu hutang besar. Memang benar hutang-hutang kecil jadi hilang tertutupi, namun muncul lagi setelah satu hutang besar penutup itu habis dan bertambah dengan satu hutang utama itu.

Intinya, jauhi hutang! Tidak ada yang beruntung dengan berhutang, justru sebaliknya. Kita akan diisap sampai habis hingga tidak ada lagi yang tersisa. Hutang hanya membuat hidup sulit, tidak berkah, dan merugi di dunia bahkan hingga akhirat.

Nabi Muhammad SAW saja tidak mau menshalati seseorang yang meninggalkan hutang saat meninggal dunia, sampai ada yang menyanggupi membayarkan hutang-hutang orang tersebut barulah Nabi Muhammad mau menshalatinya.

Jika inggin berhutang, buka dulu surat Al-baqarah ayat 275 dan 279, yang memberitahu jika kita berhutang sama dengan menantang perang pada Allah dan akan dibangkitkan seperti orang gila yang kesurupan kelak. Naudzubillahimindzalik.

Kontributor

Re Tiapian; Penulis cermin/cerita mini Hujan di Atas Kertas (2015) dan novel berjudul Atap Langit (2018). Bergabung sebagai anggota 13 Forum Lingkar Pena (FLP) tahun 2017. Ingin berkenalan lebih lanjut, bisa hubungi di facebook Re Tiapian atau instagram @tiapian2520 dan blog Reti38.blogspot.com

NRA 079D/009/005

Related posts

Film 5PM: Mencintai Masjid, Mencintai Indonesia

admin

Impian Naik Pesawat Terbang

Thomas Utomo

Cerita dari Para Juara

Thomas Utomo

Leave a Comment