Jika Tidak, Saya pun bukan siapa-siapa

Opini
Aku Bukan Siapa - Siapa
Source: Google Image

FLP.or.id – Ada beberapa orang yang berkata, “dalam menulis, kau bisa saja sendiri. Namun, untuk menjadi penulis, kau harus memiliki teman sehobi.” Dari kalimat yang diutarakan banyak orang tersebut, kita akan menangkap sesuatu bahwasanya kita tidak bisa menjadi penulis bila kita hanya terkurung dalam cangkang yang bernama kesendirian. Kita harus keluar dan mencari kawan yang memiliki hobi sama seperti kita. Di mana? Ke mana? Dan siapa? Itu adalah pertanyaan awal yang pastinya akan terlintas di benak masing-masing.

Hingga, dalam suatu channel Youtube tentang dunia menulis, saya menemukan sebuah reality show tentang saudara penulis yang karyanya sudah melalang buana. Siapa lagi jika bukan Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia. Dalam siaran tersebut, mereka bercerita bagaimana hobi menulis yang sudah ditanamkan sejak kanak-kanak, kesusahan untuk membaca hingga akhirnya kesuksesan dalam menulis lewat pembudayaannya. Dan sata nama organisasi yang mereka rintis bernama FLP (Forum Lingkar Pena).

Apakah di setiap daerah selalu ada FLP? Apakah daerah saya juga ada? Seperti apa kegiatan FLP itu sendiri? Dan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan tentang FLP yang menyarang di otak saya. Hal tersebut juga sejalan dengan ketakutan-ketakutan tak beralasan tentang orang dalam organisasi tersebut. Beruntunglah dengan social media, hampir seluruh FLP per wilayah ikut serta menggunakan berbagai social media untuk ajang mengenalkan setiap kegiatan dan juga berbagi ilmu yang mereka dapatkan.

Alasan Kenapa Harus Bergabung Dalam Bagian FLP

Dan setelah beberapa saat tergabung dalam organisasi FLP tersebut. Ada alasan-alasan mengapa kita ataupun saya harus bergabung dalam FLP, yaitu:

1. Forum Lingkar Pena bukan komunitas. Ia adalah organisasi mendunia yang sudah melahirkan bibit-bibit unggul penulis masa kini yang jelas mengabdi untuk peradaban. System dan tata pengurusan jelas hingga semuanya sudah terususun dengan sangat rapi dan sistematis.

2. Bukan hanya menulis, Forum Lingkar Pena mengajarkan kita semua untuk semakin dekat dengan Allah SWT terutama agama islam. Banyak dakwah yang mereka berikan kepada sekitar entah secara lisan ataupun tulisan

3. Bukan hanya teman sebaya, ada saudara dalam ikatan yang sangat istimewa. Teman dan saudara menurut saya memiliki perbedaan, meski hampir sama saja. FLP memberikan kita saudara dengan tali kasih yang sangat berharga. Ada suka duka yang dilewati bersama. Ada canda tawa yang sering terlontar saat bersama. Lantas, dari sinilah persaudaraan kami semakin erat.

4. Berbagai acara, berbagai cerita, dan berbagi kasih sayang. Forum Lingkar Pena bukan hanya berbicara tentang acara local, atau wilayah. Namun juga ada acara Nasional. Di sinilah kami semua saling mengenal, berbagi semangat dan pengalaman. Bahkan yang awalanya hanya menyukai dunia baca, lambat laun tertular virus menulis. Dan yang sudah terkena virus menulis, semakin kecanduan untuk terus menebar manfaat lewat karyanya yang kekal

5. Hanya niat tanpa tindakan, bagai mimpi dalam tidur. FLP seakan menjadi alarm pembangun agar kita segara lepas dari tidur dan merealisasikan mimpi agar terwujud.

Dan dari alasan-alasan yang terlah dijabarkan, maka satu kesimpulan yang saya dapatkan, ‘Tanpa FLP, apalah arti saya dan mimpi ini?’

 

Kontributor:

Agustin Handayani.

Anggota FLP cabang Probolinggo. Seorang mahasiswa dan juga menjadi aktivis literasi daerah. Penulis novel, resensi dan sekarang tengah belajar karya sastra lainnya. Bisa dijumpai di www.agustinhandayani.com

NRA : 018/D/013/015

Related posts

Kita Perlu Konsistensi Moral

Harumi Salamia

Menghidupkan Ekosistem Perbukuan di Indonesia (Bagian 2-Selesai)

Afifah Afra

Duka (Ridha) Sedalam Cinta

admin

Leave a Comment