Selasa, Januari 20Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Karya Anggota

Puisi-puisi Ibnu HS “Seperti Ikan, Kopi Adalah Senja yang Meninggalkan Kita”

Puisi-puisi Ibnu HS “Seperti Ikan, Kopi Adalah Senja yang Meninggalkan Kita”

Puisi
  Seperti Ikan seperti ikan hias kau-aku terpenjara dalam gelas waktu yang terbatas berputar-putar tanpa tahu dimana pangkal semua berasal menuju muara yang dangkal sebatas sesal Sukamara, 12-02-2018 === Puisi Secangkir Kopi meski fana, tertinggal juga pahit di ujung bibir, begitu getir seperti ingatan yang tergigit engkaukah itu? menyeduh masa lalu serupa candu serupa puisi tak pernah selesai kutafsir sebagai sihir atau sebaris nyinyir mari seduh sebaris puisi ampasnya biar tertinggal di cangkir mungil bersama mimpi yang mulai menggigil Sukamara, 2016-2018 === Senja Yang Meninggalkan Kita senja yang meninggalkan kita itu tak pernah merasa sendiri dibawanya serta ingatan tentang cahaya semerbak bunga, atau pelangi dan kita yang tak pernah bisa menahannya berlalu hanya me...
LITERASI BERKEADABAN; Membangun Budaya Ilmu yang Beradab*

LITERASI BERKEADABAN; Membangun Budaya Ilmu yang Beradab*

Opini
Oleh DR. ADIAN HUSAINI**, FLP.or.id - Ada yang menyebutkan definisi “literasi” sebagai berikut: “Kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat."  (http://www.komunikasipraktis.com/2017/04/pengertian-literasi-secara-bahasa-istilah.html). Definisi “literasi” ini semakna dengan definisi “Budaya Ilmu” yang digagas oleh pakar pendidikan Islam internasional, Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud: “Budaya ilmu antara lain bermaksud kewujudan satu keadaan yang setiap lapisan masyarakat melibatkan diri, baik secara langsung mahupun tidak langsung, dalam kegiatan keilmuan bagi setiap kesempatan. Budaya ilmu juga merujuk kepada kewujudan satu keadaan yang segala tindakan manusia baik di ta...
Cinta Suci Adinda, Novel yang Bertutur tentang Totalitas dan Kesederhanaan

Cinta Suci Adinda, Novel yang Bertutur tentang Totalitas dan Kesederhanaan

Resensi
FLP.or.id - Adinda ditangkap polisi? Siapa yang bisa percaya kabar itu? Adinda perawat lugu dan berhati selembut sutera. Tak mungkin dia terlibat dalam kriminalitas. Apalagi, tuduhan yang dilayangkan padanya sungguh tak masuk akal: menculik Brata Kusuma, sang penderita skizofrenia yang tak lain adalah mantan majikannya. Pria itu bagai mutiara bagi Adinda, selalu dirawat dan dijaga. Irham, dokter jiwa ternama itu menyaksikan dengan mata kepala sendiri, betapa besar pengorbanan Adinda untuk Brata Kusuma. Rasanya mustahil dia menjadi aktor di balik penculikan Brata Kusuma. Irham memang tak percaya gadis selugu Adinda terlibat kasus pelanggaran hukum, namun di saat bersamaan, Irham mendapati hubungan yang janggal antara Adinda dan Brata Kusuma. Ya, sebuah interaksi aneh. Tak lagi sekadar hub...
FLP Jaya Sepanjang Masa

FLP Jaya Sepanjang Masa

Opini
Oleh Akbar Baehaqi, Anggota FLP Maluku - Problematika umat manusia ini begitu rumit, bak benang kusut yang harus diurai satu per satunya. Aspek problemnya pun begitu kompleks sungguh membutuhkan waktu yang begitu banyak untuk menyelesaikannya. Sayangnya waktu manusia begitu terbatas, sementara masalah terus meradang sepanjang kehidupan. Peran-peran para pengayom dan penanggung jawab kehidupan umat belum mampu menjawab segala kerumitan itu. Sementara keadilan dan pemerataan kesejahteraan umat menjadi tuntutan. Umat begitu mengharapkan datangnya jawaban atas problematika-problematika kehidupan. Disaat para pemangku jabatan belum mampu menjulurkan tangan sampai ke pelosok negeri ini. Maka hadirlah sesosok kelompok yang ambil andil dalam perubahan yang dikenal dengan FLP (Forum Lingkar Pena)....
Dari Meja Pengadilan Penulis (8/8-Habis): Novel Cinta Tuti Frutty dan Serpihan Cahaya Cinta

Dari Meja Pengadilan Penulis (8/8-Habis): Novel Cinta Tuti Frutty dan Serpihan Cahaya Cinta

Kritik Sastra
KRITIK KARYA, FLP.or.id - FLP Wilayah Jawa Barat mencatatkan sejarah dengan menghidupkan kegiatan tersebut. Persidangannya diselenggarakan pada Sabtu, 24 Desember 2017 di Sekolah Alam Jatinangor. Kegiatan itu diadakan di antara rangkaian acara Musyawarah Wilayah ke-5 FLP Jabar. Kendati semula direncanakan berlangsung selama 1 jam, tetapi serunya persidangan membuat pengadilan digelar hingga lebih dari 2 jam. Bertindak sebagai Hakim yakni M. Irfan Hidayatullah, Jaksa Penuntut Topik Mulyana, serta Pengacara Dedi L. Setiawan dan M. Dzanuryadi. Ada sebanyak 8 terdakwa dihadapkan ke meja tulis yaitu HD Gumilang, Robi Afrizan Saputra, M. Ginanjar Eka Arli, Asep Dani, Sri Wahyuni Sastradiharjo, Aya NH, Tuti Frutty, dan Windra Yuniarsih. Untuk kepentingan penyebarluasan khazanah kepenulisan, Not...
Dari Meja Pengadilan Penulis (7/8): Cerpen Windra Yuniarsih Menapaki Tangga Kesuksesan

Dari Meja Pengadilan Penulis (7/8): Cerpen Windra Yuniarsih Menapaki Tangga Kesuksesan

Kritik Sastra
KRITIK KARYA, FLP.or.id - Bertindak sebagai Hakim yakni M. Irfan Hidayatullah, Jaksa Penuntut Topik Mulyana, serta Pengacara Dedi L. Setiawan dan M. Dzanuryadi. Ada sebanyak 8 terdakwa dihadapkan ke meja tulis yaitu HD Gumilang, Robi Afrizan Saputra, M. Ginanjar Eka Arli, Asep Dani, Sri Wahyuni Sastradiharjo, Aya NH, Tuti Frutty, dan Windra Yuniarsih. Itulah susunan petugas dalam Pengadilan Penulis 2017. FLP Wilayah Jawa Barat mencatatkan sejarah dengan menghidupkan kegiatan tersebut. Persidangannya diselenggarakan pada Sabtu, 24 Desember 2017 di Sekolah Alam Jatinangor. Kegiatan itu diadakan di antara rangkaian acara Musyawarah Wilayah ke-5 FLP Jabar. Kendati semula direncanakan berlangsung selama 1 jam, tetapi serunya persidangan membuat pengadilan digelar hingga lebih dari 2 jam. Untu...
Dari Meja Pengadilan Penulis (6/8): Dunia Teenlit Aya NH dan Novel Our Destiny

Dari Meja Pengadilan Penulis (6/8): Dunia Teenlit Aya NH dan Novel Our Destiny

Kritik Sastra
KRITIK SASTRA, FLP.or.id - Untuk kepentingan penyebarluasan khazanah kepenulisan, Notulensi Pengadilan Penulis akan dimuat secara berseri di laman ini. Pertama dimulai dengan terdakwa H.D. Gumilang dan karyanya yang mengulas sejarah nabi. Kedua, ditampilkan catatan Pengadilan atas penulis Robi Afrizan Saputra dan buku "Sedang Memperjuangkanmu". Ketiga, merupakan isi notulensi atas karya M. Ginanjar Eka Arli. Keempat, giliran catatan untuk puisi-puisi Asep Dani. Kelima, bedahan atas syair-syair Sri Iswahyuni. Pada kesempatan ini, akan dimuat catatan untuk novel teenlit karya Aya NH. Bertindak sebagai Hakim yakni M. Irfan Hidayatullah, Jaksa Penuntut Topik Mulyana, serta Pengacara Dedi L. Setiawan dan M. Dzanuryadi. Ada sebanyak 8 terdakwa dihadapkan ke meja tulis yaitu HD Gumilang, Robi Af...
Suatu Hari di Jambi (4/4): Masjid Seribu Tiang

Suatu Hari di Jambi (4/4): Masjid Seribu Tiang

Travelling
Nama masjid ini sebenarnya adalah Masjid Agung Al-Falah. Jumlah tiangnya sendiri bukan 1.000 tapi 256 tiang. Yang menarik, bangunan masjid ini disangga 256 tiang tersebut tanpa dinding sehingga membuat masjid selalu sejuk karena sirkulasi udara yang lancar. Saat malam hari masjid terlihat lebih indah karena pendaran cahaya dari lampu-lampu yang dipasang di tiap tiang. Masjid yang dibangun selama sembilan tahun ini mampu menampung jamaah hingga 10.000 orang. Saat hendak beranjak dari masjid, saya melihat seorang kakek tua berpakaian lusuh bahkan dekil tampak khusyuk berdoa sehabis shalat. Entahlah, rasa haru tiba-tiba menyeruak di dada saya. Meski tak banyak destinasi wisata yang dapat saya kunjungi selama 3 hari di kota Jambi, namun saya dapat melihat usaha-usaha pemda dan masyarakat Jam...
Dari Meja Pengadilan Penulis (5/8): Syair Islami Sri Wahyuni Sastradiharjo dalam Tafakur Cinta

Dari Meja Pengadilan Penulis (5/8): Syair Islami Sri Wahyuni Sastradiharjo dalam Tafakur Cinta

Kritik Sastra
KRITIK SASTRA, FLP.or.id - Untuk kepentingan penyebarluasan khazanah kepenulisan, Notulensi Pengadilan Penulis akan dimuat secara berseri di laman ini. Pertama dimulai dengan terdakwa H.D. Gumilang dan karyanya yang mengulas sejarah nabi. Kedua, ditampilkan catatan Pengadilan atas penulis Robi Afrizan Saputra dan buku "Sedang Memperjuangkanmu". Ketiga, merupakan isi notulensi atas karya M. Ginanjar Eka Arli. Keempat, giliran catatan untuk puisi-puisi Asep Dani. Kali ini, bedahan atas syair-syair Sri Iswahyuni. Bertindak sebagai Hakim yakni M. Irfan Hidayatullah, Jaksa Penuntut Topik Mulyana, serta Pengacara Dedi L. Setiawan dan M. Dzanuryadi. Ada sebanyak 8 terdakwa dihadapkan ke meja tulis yaitu HD Gumilang, Robi Afrizan Saputra, M. Ginanjar Eka Arli, Asep Dani, Sri Wahyuni Sastradiharjo...
Suatu Hari di Jambi (3/4): Menara Gentala Arasy: Ikon Baru Kota Jambi

Suatu Hari di Jambi (3/4): Menara Gentala Arasy: Ikon Baru Kota Jambi

Travelling
Kembali ke pusat kota Jambi dari kawasan Candi Muaro Jambi, saya melihat bangunan tinggi di seberang Sungai Batanghari. “Itu bakal jadi ikon baru kota Jambi, Mbak,” kata rekan Berlian. Ya, Menara Gentala Arasy sedang digadang-gadang pemda kota Jambi sebagai landmark. Menara jam setinggi 32 meter ini berlokasi di kawasan cagar budaya Kota Seberang Jambi yang menjorok ke pinggiran Sungai Batanghari. Kita dapat mencapai menara tersebut dengan naik perahu ketek dari Taman Tanggo Rajo yang berlokasi di jantung kota Jambi. Di lantai dasar menara ini terdapat museum yang menuturkan sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam ke kota Jambi. Tersedia lift yang dapat membawa kita pada ketinggian 25 meter untuk menikmati pemandangan kota Jambi dan sekitarnya. Pemda kota Jambi juga sedang membangun ...

Pin It on Pinterest