Suatu Hari di Jambi (4/4): Masjid Seribu Tiang

tak sampai 1 menit baca |

Nama masjid ini sebenarnya adalah Masjid Agung Al-Falah. Jumlah tiangnya sendiri bukan 1.000 tapi 256 tiang. Yang menarik, bangunan masjid ini disangga 256 tiang tersebut tanpa dinding sehingga membuat masjid selalu sejuk karena sirkulasi udara yang lancar.

Saat malam hari masjid terlihat lebih indah karena pendaran cahaya dari lampu-lampu yang dipasang di tiap tiang. Masjid yang dibangun selama sembilan tahun ini mampu menampung jamaah hingga 10.000 orang.

Saat hendak beranjak dari masjid, saya melihat seorang kakek tua berpakaian lusuh bahkan dekil tampak khusyuk berdoa sehabis shalat. Entahlah, rasa haru tiba-tiba menyeruak di dada saya.

Meski tak banyak destinasi wisata yang dapat saya kunjungi selama 3 hari di kota Jambi, namun saya dapat melihat usaha-usaha pemda dan masyarakat Jambi untuk mempersolek Jambi. Usaha suvenir mulai bermunculan, contohnya Jakoz, toko oleh-oleh kaos khas Jambi. Usaha yang dikelola anak muda ini mampu bersaing dengan suvenir kaos dari kota lain. Tampaknya Jambi tak sekadar adu pamor dengan provinsi tetangga, tapi karena memang mereka memiliki banyak potensi yang mungkin selama ini belum termaksimalkan.[]

*Artikel ini pernah dimuat di Garuda in-flight magazine Colours

Post Author: Rahmadiyanti Rusdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *