Selasa, Maret 17Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Karya Anggota

Venesia & Jejak Akulturasi Dengan Dunia Islam (1/3)

Venesia & Jejak Akulturasi Dengan Dunia Islam (1/3)

Travelling
TRAVELLING, FLP.or.id - Keriuhan menyambut saya saat keluar dari stasiun kereta Venezia St. Lucia. Musim panas memang hampir berlalu, tapi aura liburan masih sangat terasa di kota yang menjadi tujuan utama wisata di Italia. Ribuan turis lalu lalang, keluar masuk dari stasiun. Jalan Kaki Saja! Setelah dua kali memutari stasiun untuk mencari-cari tempat penitipan barang, saya dan teman sejenak duduk di tangga depan stasiun. Aroma laut menguar dari Grand Canal, kanal utama, tepat di hadapan. Semalam sebelumnya saya menginap di Mestre, kota kecil yang terletak sekitar 6 km dari Venesia. Meski harus mengeluarkan ongkos kereta 1,2 euro dari Mestre ke Venesia, tapi saya dapat menghemat 15 euro bila menginap di Venesia. Ya, Venesia memang salah satu kota tujuan wisata di Italia dengan biaya yang ...
Muslim Kelas Menengah Dalam Tiga Puisi Mustofa Bisri (4/7); Sosiologi Karya, “Kaum Beragama Negeri Ini”: Kontradiksi antar Simbol dan Praktik

Muslim Kelas Menengah Dalam Tiga Puisi Mustofa Bisri (4/7); Sosiologi Karya, “Kaum Beragama Negeri Ini”: Kontradiksi antar Simbol dan Praktik

Kritik Sastra
Oleh TOPIK MULYANA, FLP.or.id - Secara stilistik, puisi “KBNI” kaya dengan majas kontradiksi. Secara tematik, ia berbicara tentang sikap kontradiktif kaum Islam Simbolik. MB menilai mereka terlampau mengedepankan simbol agama, namun pada saat yang bersamaan menistakan substansi ajaran agama. Perhatikan bait pertama berikut. Tuhan, lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini Mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain di negeri-negeri lain, demi mendapatkan ridhaMu, mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka Untuk berebut tempat terdekat di sisiMu mereka bahkan tega menyodok dan menikam hamba-hambaMu sendiri. Demi memperoleh rahmatMu mereka memaafkan kesalahan dan mendiamkan kemungkaran bahkan mendukung kelaliman. Untuk membuktikan keluhuran budi mereka terhadap setanpun mereka t...
Muslim Kelas Menengah Dalam Tiga Puisi Mustofa Bisri (2/7); Sosiologi Pengarang, Mustofa Bisri sebagai Agamawan dan Sastrawan

Muslim Kelas Menengah Dalam Tiga Puisi Mustofa Bisri (2/7); Sosiologi Pengarang, Mustofa Bisri sebagai Agamawan dan Sastrawan

Kritik Sastra
Oleh TOPIK MULYANA, FLP.or.id - Mustofa Bisri (selanjutnya akan disebut MB) adalah seorang tokoh pemuka agama Islam dari Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus sastrawan produktif dan diakui di tingkat nasional. Ketokohan MB sebagai agamawan memiliki kaitan erat dengan ketokohannya sebagai sastrawan. Dalam karya-karyanya, tergambar ekspresi keberagamaannya, baik yang berdimensi individual maupun yang berdimensi sosial. Keagamawanan dan kesastrawanan MB diperkuat oleh faktor sejarah, yakni sebagai salah seorang intelektual muslim yang turut memberi respons (kalau tidak dapat disebut perlawanan) terhadap ortodoksi negara ala Orde Baru melalui “jalan ketiga” (Latif, 2005: 568—569). Artinya, MB adalah salah seorang tokoh penting dalam kontestasi panjang dan pelik kaum intelektual yang memberi respons...
Muslim Kelas Menengah Dalam Tiga Puisi Mustofa Bisri (1/7); Pengantar

Muslim Kelas Menengah Dalam Tiga Puisi Mustofa Bisri (1/7); Pengantar

Kritik Sastra, Opini
Oleh TOPIK MULYANA, FLP.or.id - Seiring runtuhnya Orde Baru dan lajunya reformasi, berbagai pandangan hidup atau ideologi pun mengemuka. Di antara ideologi tersebut, yang berkembang pesat adalah ideologi berbasis keagamaan, dalam hal ini Islam, memiliki basis massa yang besar (Al-Zastrouw, 2006: 2). Hal itu terutama terjadi di kota yang masyarakatnya tidak memiliki basis ilmu agama, namun memiliki semangat yang kuat dalam beragama. Gejala yang menonjol dari maraknya penganutan ideologi ini adalah terjadinya kompetisi antara penganut Islam ideologis dan pihak-pihak di luarnya, baik dengan sesama penganut agama Islam maupun dengan non-penganut Islam, dalam memperebutkan kekuasaan politik. Para ilmuwan muslim menyebut ideologi sejenis ini disebut Islam Politik, Islam Ideologis, Islam Radikal,...
Membangun Jejak Kepenulisan; Oleh-oleh dari Yogyakarta (2/2)

Membangun Jejak Kepenulisan; Oleh-oleh dari Yogyakarta (2/2)

Karya Anggota
Oleh FAIDA ZUHRIA, FLP.or.id - Materi pertama, tanggal 31 Maret 2018 di IEC UNY, oleh Irsyad (@abenanza). Materi dengan judul Suspense merupakan materi bagaimana membuat suatu cerita seperti novel, cerpen dan sebagainya semakin menarik untuk dibaca, bukan cerita membosankan. Berbagai unsur dijelaskan didalamnya termasuk bagaimana membangun karakter tokoh, emosi tokoh, pengulangan rasa yang diterima indera, dan sebagainya. Seperti yang sudah-sudah, teori tanpa praktik hanya akan menjadi basi. Maka praktik menulis dengan menyusun berbagai unsur suspense sebagai clue, kemudian bertukar dengan teman sebelah yang bertugas untuk menyusun cerita, Seru memang karena disana mulai berimajinasi sehingga tersusun cerita yang tidak membosankan. Materi kedua dilanjutkan di SMP Nurul Islam oleh Mba Muji...
Membangun Jejak Kepenulisan; Oleh-oleh dari Yogyakarta (1/2)

Membangun Jejak Kepenulisan; Oleh-oleh dari Yogyakarta (1/2)

Karya Anggota
Oleh FAIDA ZUHRIA, FLP.or.id - Forum Lingkar Pena bukanlah nama yang asing sejak masaku di bangku SMA, tahun 2000 waktu itu. Mengenal dan membaca berbagai bukunya, bahkan mulai dari sanalah hijrahku dimulai dengan berhijab. Banyak cerita yang bisa diambil hikmahnya, yang memberikan wacana lebih luas tentang agama, tanpa menggurui, tanpa menghakimi, namun cukup mampu mengambil hati. Membaca memang menjadi rutinitas sejak SD, bahkan tidak terlewat satu hari pun tanpa membaca. Hingga SMA, membaca karya sastra, novel, cerpen, dan sebagainya masih rutin dilakukan. Pada masa SMA pun mulai menulis dan sempat masuk dalam majalah sekolah. Akan tetapi, keinginan menjadi penulis masih belum begitu kuat karena kesibukan belajar. Aktivitas yang rutin adalah membaca. Masa kuliah yang masuk tahun 2003 ...
Ma’rifat Danarto

Ma’rifat Danarto

Opini
Oleh YANUARDI SYUKUR, FLP.or.id - Pada sebuah sore, Selasa (10/4/2018) tersebar berita bahwa sastrawan Danarto (77 tahun) ditrabrak motor di dekat kampus UIN Ciputat. Tubuhnya kemudian dibawa ke RS Fatmawati. Kritis. Tak lama kemudian dia pergi untuk selamanya. Menurut berita, istri Danarto sudah tiada. Dia juga tidak punya anak. Keluarganya yang di Jakarta juga tidak diketahui. Orang-orang hanya tahu, Danarto lahir di Sragen Jawa Tengah. Sebagai penulis, saya sering mendengar nama Danarto. Kendati saya tidak bisa menulis fiksi, tapi karya fiksinya membuat saya tertarik untuk beli. Di sebuah siang di Masjid UI Depok, saya lihat buku merah judulnya "Ikan-Ikan dari Laut Merah." Saya tidak bisa fiksi, tapi saya penasaran isi buku itu. Dalam cerpen tersebut, Danarto membahas tentang tawaka...
Film 5PM: Mencintai Masjid, Mencintai Indonesia

Film 5PM: Mencintai Masjid, Mencintai Indonesia

Resensi
Oleh Yanuardi Syukur (Koordinator Divisi Litbang FLP Pusat. IG: @yankoer)   Film yang baik adalah film yang mengubah benci jadi cinta, malas jadi rajin, ragu-ragu jadi yakin. Saya seorang sufi, suka film, walau tidak pintar meneliti film. Tapi, setelah menonton Gala Premier “5PM” atau “Lima Penjuru Masjid”, saya mencoba untuk sedikit beri pendapat. Katanya, salah satu kunci sukses sebuah film adalah ketika film itu menggerakkan penonton untuk mengikuti apa keinginan dari film tersebut. Film 5PM ini bercerita tentang para pemuda yang menemukan masjid sebagai tempat yang damai bagi hidup mereka. Karakter para pemuda dalam film ini digambarkan sebagai pemuda yang punya masalah akan tetapi mereka dapat solusi dari masjid. Dari sini tampak bahwa salah satu tujuan dari film ini adalah ...
Maka Istighfarlah

Maka Istighfarlah

Puisi
Oleh AFIFAH AFRA Istighfarlah agar sumbatan kebaikan terbuka. Seperti Ibnul Qayyim Al Jauziyah pernah berkata dosa itu menyumbat tujuh puluh kebaikan. Sedang istighfar bisa membuka itu sumbatan. Ulama selalu menyarankan nasihat agar kita ingat buat beristighfar saat menghadapi masalah, ringan ataupun berat. Perkara uang, terbelit hutang, maka istighfarlah. Jiwa resah, gundah, cemas, maka istighfarlah. Jodoh tak segera datang, maka istighfarlah. Masalah keluarga, anak nakal, pasangan zalim, maka istighfarlah. Kekeringan, panen gagal, maka istighfarlah. Semua masalah insya Allah bisa diatasi dengan istighfar dalam lisan dan hati. Jika istighfar sudah tak diabai tapi masalah belum selesai Maka istighfarlah terus... Istighfarlah terus... Sampai Allah membukakan jalan Dan setelah masalah te...
Cadar dan Stigma Radikal

Cadar dan Stigma Radikal

Opini
Oleh ANUGRAH ROBY SYAHPUTRA (Ketua FLP Wilayah Sumatera), FLP.or.id - Pro dan kontra terhadap penggunaan cadar bukanlah barang baru. Muslimah yang memakai niqab sejak era pra reformasi sering mendapat diskriminasi di lapangan. Mulai dari dicibir sebagai ninja, mumi, hantu hingga dituduh sebagai pengikut aliran sesat. Hal ini setali tiga uang dengan tudingan serupa terhadap pengenaan jubah, sorban dan jenggot. Namun seiring bergulirnya waktu, nafas revivalisme Islam berdenyut di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali republik kita tercinta. Jika dulu jilbab sempat dilarang digunakan pelajar di sekolah-sekolah negeri, maka pada 1980-an akhir sudah terjadi apa yang disebut Alwi Alatas sebagai revolusi jilbab. Bahkan pasca tumbangnya Orde Baru, gelombang hijabisasi terus bergerak kencang. Mena...

Pin It on Pinterest