Selasa, Januari 20Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Karya Anggota

Anak Jenius, Karena Ayah atau Ibu?

Anak Jenius, Karena Ayah atau Ibu?

Opini
Ibu hebat, anak hebat. Ayah jagoan, anak jagoan. Bolehkah memilih salah satunya? Cukup ibu saja yang hebat, insyaAllah anak OK. Atau ayah saja yang hebat, toh Margareth Thatcher dan Steve Jobs sukses sebab ayahnya. Dalam ranah psikologi, figur ayah dan ibu memiliki posisi masing-masing. Ibu adalah Primary Object, objek utama yang dikenal sang anak sejak ia masih di dalam kandungan. Primary object berfungsi untuk membangung centered holding dan centered relating. Centered holding adalah bentuk hubungan fisik yang juga memberi ruang pertumbuhan psikologis seseorang. Memeluk, mencium, mendekap anak adalah centered holding. Tampaknya sepele, tapi perlakuan ini memberikan kekuatan psikologis bagi anak seiring masa-masa perkembangannya. Hoelun kerap melakukan ini pada Temujin. Mengepang rambutny...
18 Tahun FLP: Di Ambang Kedewasaan

18 Tahun FLP: Di Ambang Kedewasaan

Opini, Pilihan Editor
Kedewasaan memang tak mesti terukur dengan runut usia. Namun kedewasaan lebih tercermin pada kematangan karakter. Kematangan karakter yang tampil pada kesadaran akan jati dirinya; tentang siapa dirinya, apa tujuan keberadaannya, dan apa saja kewajiban yang harus ditunaikan untuk menggapai tujuan itu. Kematangan juga tercermin pada cara merancang idealita dan mengukurnya pada ruang realita; lalu terlahir sikap kearifan dan kebijaksanaan.             Maka dari itu, kedewasaan memang tak selalu berbanding lurus dengan perjalanan usia. Walaupun semakin jauh perjalanan usia yang telah dilalui sangat mungkin membentuk kedewasaan jiwa, namun tidak sedikit juga mereka yang berusia belia telah memiliki kedewasaan yang melebihi ukuran usianya. Sehingga kita paham, bahwa yang membentuk kedewasaan buk...
Merayakan Komunitas Cerdas

Merayakan Komunitas Cerdas

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor
Merayakan Komunitas Merayakan komunitas sastra adalah semacam merayakan sebuah kebangkitan sastra Indonesia. Betapa tidak, ternyata komunitas sastra di negeri ini, saat ini, lebih dari 200 belum ditambah dengan komunitas sastra di kampus-kampus (Kompas, 1 Juni 2001). Tentu saja ini bisa dijadikan sebuah parameter kebangkitan dunia literasi di Indonesia. Dan di antara sekian ratus komunitas tersebut, terseliplah sebuah nama kecil Forum Lingkar Pena (selanjutnya disebut FLP). Sebuah komunitas sastra atau komunitas kepenulisan (begitu biasa kami menyebut) yang memiliki konsern meretas sastra yang mencerahkan. Mengapa harus dirayakan? Itu pertanyaan besarnya. Tentu saja ini bisa dikatakan semacam tahaddus binnikmah (pengungkapan rasa syukur yang sangat dianjurkan sekali dalam Islam). Tahaddus ...
Observasi Manuskrip Kuno FLP Hadhramaut

Observasi Manuskrip Kuno FLP Hadhramaut

Berita, Travelling
Tarim – Kamis (05/02) Semakin jauh melangkah, pengurus FLP Hadhramaut 2014-2016 mengadakan serangkaian acara yang telah dirancang dengan begitu tertib, di antaranya yaitu dengan mengadakan safari pena dan diklat kepenulisan puisi. Program yang diberi tajuk: ‘’Penulis Backpacker; Menelusuri Jejak Tinta Pena Salaf al-Salih dan Kontemporer‘’ ini berlangsung di dua tempat yang terpisah; Al-Ahgaff Library For Manuscripts dan Kastil Reynad, sebuah kastil tua yang dibangun sebelum Islam lahir dan sebagian bangunannya kini digunakan untuk Perpustakaan Ats-Tsaqofah. Kota Tarim yang pernah dinobatkan oleh UNESCO sebagai kota ilmu dan kebudayaan Islam pada tahun 2010 ini selain dikenal dengan kota ulama dan auliya, kota mungil yang mempunyai banyak masjid di setiap distriknya, juga tersohor dengan ko...
Kebudayaan Indonesia Dalam Imajinasi

Kebudayaan Indonesia Dalam Imajinasi

Karya Anggota, Opini
Berbicara tentang kebudayaan Indonesia, saat ini, seperti memosisikan sesuatu  di dalam ruang-ruang imajinasi. Ya, karena begitu banyak dan berkelebatannya infiltrasi-infiltrasi identitas budaya. Sebuah ruang yang semula bisa diindra dengan kasat mata, kini bias karena munculnya  ruang jenis lain, yaitu ruang-ruang maya. Media, mulai media cetak sampai internet adalah lahan subur penyebar infiltrasi identitas kebudayaan Indonesia. Sutan Takdir Alisyahbana (1988: 1-2) menyebutkan bahwa ada tiga lapis kebudayaan Indonesia. Pertama, lapis kebudayaan Indonesia Asli.  Kedua lapisan kebudayaan India, atau yang seperti biasa disebut kebudayaan Hindu. Ketiga, lapis kebudayaan Islam. Ketiga lapisan itulah yang kemudian berhadapan dengan kebudayaan modern sejak kehadiran kolonial di bumi Indonesia. ...
Masjid Jamia: Klasik dan Bersejarah

Masjid Jamia: Klasik dan Bersejarah

Travelling
Masjid Jamia Central adalah masjid terindah pertama di daerah Mid-Levels Hong Kong. Pemugaran pertama kali dilakukan sekitar tahun 1840 dan mulai eksis pada 15 Agustus 1915. Masjid ini juga dikenal dengan nama Lascar Temple atau Wihara Laskar karena terdapat ragam balok ukir berpadu dengan aksara Arab di bagian pintu utama dan jendela di segala penjuru ruangan. Mengingatkan sebuah laskar perlindungan di zaman perang. Masjid Jamia yang terletak di di Shelly Street No 30, Mid Levels-Central ini mampu menampung sekitar 400 orang jama’ah. Saat hari libur masjid ini sering dikunjungi masyarakat Indonesia yang bekerja di Hong Kong. Banyak wisatawan asing pula yang mengunjungi keberadaan Masjid Jamia. Tujuan mereka disamping ingin melihat kegiatan muslim juga ingin mengetahui lebih detil ajaran I...
Pada Sebuah Subuh yang Terburu-Buru

Pada Sebuah Subuh yang Terburu-Buru

Cerpen
Seorang lelaki merapatkan jaketnya dan melangkah cepat-cepat pada sebuah subuh yang masih dini. Azan terdengar setengahnya, tadi dia sedikit termenung, agak gusar juga karena menyangka azan itu adalah azan panggilan shalat subuh. Tapi air mukanya berubah lagi setelah sadar bahwa yang terdengar sekarang baru azan awal. Dia menggelengkan kepala, masih agak gusar, dan menyesali dirinya yang tidak memiliki jam tangan, penunjuk waktu di telepon genggamnya pun tidak bisa terbaca karena kehabisan baterai. Dia betul-betul buta waktu, yang jadi panduannya hanya langit yang masih gelap dan tentu saja azan shubuh tadi. “Aku harus segera sampai di sana sebelum azan subuh tiba!” Begitu katanya pada diri sendiri, karena pada subuh seperti ini siapa yang bisa diajak berkomunikasi? Lelaki itu terus berjal...

Jalan-Jalan Ke Johor, Yuk!

Travelling
Pernah jalan-jalan ke Singapura? Kalau Anda pernah naik MRT dari stasiun Woodland, Anda bisa melihat gedung-gedung tinggi di Johor Bahru, Malaysia dari stasiun ini. Tidak percaya? Yuk, buktikan sendiri! Kita jalan-jalan ke Johor. Di bawah ini, saya ingin mengajak pembaca untuk mengetahui sedikit tentang Johor Bahru. Sejarah negeri melayu ini, tidak lepas dari kedatangan warga Indonesia ke Malaysia dan menetap menjadi warganegara di sana berabad yang lampau. Di Johor, banyak terdapat anak keturunan bangsawan Bugis, Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Kebudayaan yang mirip pun menjadi bukti bahwa Malaysia dan Indonesia memiliki darah yang sama. Kesatuan Nusantara. aaa Sejarah Johor Bahru Johor Bahru adalah bandara raya kedua terbesar Malaysia setelah Kuala Lumpur. Kotanya berdiri sejak tahun 800 ...
Gie, Demo, dan Menulis (2)

Gie, Demo, dan Menulis (2)

Opini
Saya membayangkan, jika para mahasiswa kita telah terbiasa menulis, maka kelak ia akan terbantu dalam beberapa hal. Pertama, ketika menulis makalah atau tugas akhir, mahasiswa akan lebih terbantu dalam menuliskan ide-idenya yang mengalir, dan enak dibaca. Setidaknya sampai saat ini, kebijakan para calon sarjana untuk menuliskan artikel jurnal masih dipakai. Jika kebiasaan menulis telah ada, maka pembuatan artikel jurnal juga akan lebih mudah. Kedua, setamat dari sarjana, bagi mahasiswa yang hendak melanjutkan pascasarjana dengan beasiswa, kadang ada lembaga beasiswa yang meminta calonnya untuk menulis apa rencana-rencana hidupnya setelah tamat kuliah. Dengan kebiasaan menulis, hal itu akan sangat membantu. Pun demikian ketika berkuliah S2, tugas-tugas kuliah akan lebih mudah dikerjakan. Ke...
Gie, Demo, dan Menulis (1)

Gie, Demo, dan Menulis (1)

Opini
Pasca kenaikan harga BBM, aksi demonstrasi mahasiswa kembali terjadi dimana-mana. Demonstrasi yang awalnya damai, pada beberapa kasus berakhir dengan bentrok antara mahasiswa dengan aparat keamanan, bahkan mahasiswa dengan warga. Di satu sisi mahasiswa berpikir bahwa aksi yang dilakukannya murni untuk membela kepentingan rakyat, akan tetapi di sisi lain aparat keamanan berharap aksi berjalan damai, dan masyarakat sekitar—sebutlah warga tempatan dan pengguna jalan—kerap merasa terganggu dengan kemacetan, bau asap karena pembakaran ban bekas, dan terjadinya kegaduhan. Apakah demonstrasi satu-satunya cara untuk menyampaikan pendapat? aaa Dua Peran Paling minimal ada dua peran mahasiswa, sebagai agen perubahan (agent of change) dan agen kontrol sosial (agent of social control). Sebagai agen p...

Pin It on Pinterest