Senin, Januari 12Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Opini

Branding FLP, Gerakan Bahagia Ber-FLP, dan Lainnya

Branding FLP, Gerakan Bahagia Ber-FLP, dan Lainnya

Humas, Opini, Pojok
Di antara tantangan keorganisasian FLP ialah meningkatkan loyalitas, kebanggaan, dan daya tarik FLP. Sering kali agenda branding (penjenamaan) luput diarahkan ke sana. Kami mendorong Humas untuk membawa paradigma employer dan employee branding, daripada sekadar corporate branding yang selama ini dijalankan. Employer, Employee, dan Corporate Branding Employer branding sebenarnya adalah teori yang sudah muncul di dunia manajemen sejak tahun 1996. Tim Ambler & Simon Barrow pertama kali menulis ini dalam papernya berjudul “The employer brand” di Journal of Brand Management. Ambler dan Barrow memandang bahwa manajemen sumber daya manusia, atau dalam konteks perusahaan: Human Resources Development (HRD), pada saat itu dianggap hanya memiliki fungsi administratif, dan sisi lain branding ...
FLP dan Literasi Berdaya, Sebuah Cita-Cita untuk Indonesia

FLP dan Literasi Berdaya, Sebuah Cita-Cita untuk Indonesia

Karya Anggota, Ketum, Opini, Pojok
  Catatan: Nafi’ah al-Ma’rab (Ketua Umum Forum Lingkar Pena)   Dimulai sejak Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) FLP pada 22-23 November 2025 di Jakarta lalu, Forum Lingkar Pena secara resmi menetapkan #LiterasiBerdaya sebagai tagline berikutnya untuk menyempurnakan gerakan panjang #LiterasiBerkeadaban yang sudah digaungkan sejak delapan tahun yang lalu. Memasuki usia 29 tahun, FLP mestilah harus makin mengukuhkan posisinya dalam barisan peletak fondasi peradaban Indonesia. Tidak lagi bermain di tepi-tepi, tidak lagi bekerja untuk diri sendiri. Organisasi ini harus kian melebar, menjadi rumah bersama untuk perbaikan peradaban literasi di Indonesia. Semenjak dulu sebagai pelopor, dan semestinya di era kini harus makin inovatif dalam menggaungkan kerja-kerja. Memakn...
Belajar dari Gelas China, Keberanian untuk Hadir Menyelesaikan Masalah

Belajar dari Gelas China, Keberanian untuk Hadir Menyelesaikan Masalah

Ketum, Opini, Pojok
Catatan Nafi’ah al-Ma’rab (Ketua Umum Forum Lingkar Pena) Pernahkah kita memerhatikan bentuk gelas China? Ya, gelas ini tidak memiliki gagang di bagian tepinya. Dibiarkan bulat begitu saja dan diisi dengan cairan hangat atau panas untuk dinikmati. Pada umumnya gagang pada cangkir atau gelas digunakan untuk menjadi isolator panas pada cairan yang ada di dalam bulatan cangkir. Supaya bisa panas tidak begitu terasa, dipegang lebih aman, dan cairan bisa diminum perlahan-lahan. Namun, tidak demikian dengan gelas China. Tidak ada gagang, jadi kalau mau minum ya terpaksa harus dipegang bagian bulatannya. Panas akan terasa secara langsung tanpa adanya isolator di bagian tepinya. Apa maknanya? Gelas China ini mengajarkan kita untuk berani hadir merasakan sesuatu secara langsung. Saat tanga...
Revisi Undang-Undang Sisdiknas, Sastra Belum Masuk Sekolah

Revisi Undang-Undang Sisdiknas, Sastra Belum Masuk Sekolah

Ketum, Opini, Pojok
  Catatan Nafi’ah al-Ma’rab (Ketua Umum Forum Lingkar Pena)   Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI saat ini sedang dalam proses revisi Undang-Undang Sisdiknas No 20 tahun 2003. Pengesahan undang-undang kabarnya akan ketok palu pada 10 Desember 2025 mendatang. Ada hal menarik yang perlu dicermati dalam salinan undang-undang yang beredar dan bisa diakse publik tersebut yakni pada Pasal 37 ayat 1 menyebutkan poin-poin pelajaran apa saja yang diwajibkan di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ada sebanyak 10 pelajaran yang diwajibkan di sana, tetapi secara tersurat tidak ada poin ‘sastra’. Pada poin C tertulis pembelajaran ‘bahasa’ yang idealnya dihubungkan dengan sastra, menjadi ‘bahasa dan sastra’. Sebagai penggiat sastra di Indonesia, kita tentu saja mengharapkan r...
Sastra di Belantara Digital Milik Siapa?

Sastra di Belantara Digital Milik Siapa?

Opini
Sastra di Belantara Digital Milik Siapa?  Oleh M. Irfan Hidayatullah* Pada setiap pergantian era tampak selalu ada keterancaman, dalam bidang apa pun (Yang dirasakan sehari-hari biasanya dalam ranah politik, bahkan untuk hal yang satu ini tampak seperti adanya huru-hara yang memakan korban) walaupun secara logika perpindahan ini memiliki proses yang panjang. Terdapat dialektika di dalamnya. Lebih dari itu, bahkan sebenarnya istilah pergantian itu pun perlu dipertanyakan karena yang sebenarnya ada hanyalah sebuah momen perubahan yang dirayakan. Berkenaan dengan hal ini saya melihat adanya sebuah paradoks. Saya contohkan (tentu saja kebetulan) melalui dua kata yang memiliki arti yang diametral secara leksikal dalam salah satu konstruksi morfemis tidak memilliki perbedaan sama sekali. Dua ka...
Tips Bijak Menggunakan Media Sosial

Tips Bijak Menggunakan Media Sosial

Opini
flp.or.id - Siapa sih yang tidak mengenal media sosial? Siapa pun dan dari kalangan manapun di era digitalisasi ini pasti sudah mengenalnya. Baik dari lingkungan perkotaan hingga pedesaan. Apa Itu Media Sosial? Media sosial diartikan sebagai media digital yang digunakan untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Lebih jelas lagi, para ahli mendefinisikannya sebagai teknologi digital yang bertumpu pada interaksi atau user generated content. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial juga berkaitan dengan bagaimana pengguna berinteraksi dengan pengguna lainnya. Sehingga, merupakan kewajiban bagi setiap pengguna untuk bijak menggunakan media sosial. Lantas, seperti apa semestinya bersikap di media sosial? Sebelum membahas ini lebih lanjut, mari mengetahui terlebih dahulu apa saja etik...
Plagiarisme AS Laksana

Plagiarisme AS Laksana

Opini
AS Laksana membuat pengakuan yang menghebohkan. Cerpen berjudul "Bidadari Bunga Sepatu" yang dimuat Jawa Pos hari ini (6/6/2021) ternyata bukan karyanya. Ia sengaja mengirim cerpen itu ke Jawa Pos dengan mencantumkan namanya sebagai penulis. Tetapi sebenarnya, cerpen itu adalah karya muridnya di kelas menulis. AS Laksana hanya menyumbang paragraf pertama dan membantu mengeditnya. Dalam pengakuannya, yang ia tulis di FB, ia berkilah dengan alasan bahwa itu adalah caranya bersenang-senang, sekaligus membuktikan bahwa Jawa Pos dan media arus utama lainnya memuat karya lebih karena melihat nama besar. Itulah yang membuat "Bidadari Bunga Sepatu" dimuat dengan cepat.     Sebagian orang mungkin kagum dengan keberanian dan keterusterangan AS Laksana, tapi saya tidak. ...
Hoax Tentang Palestina Menyebar, Begini Cara Mengeceknya

Hoax Tentang Palestina Menyebar, Begini Cara Mengeceknya

Opini
FLP.or.id,- Beberapa hari ini saya membalas chat-chat beberapa teman yang mengonfirmasi kebenaran berita yang mereka dapat. Saya hormat pada teman-teman saya ini. Mereka sedang bersemangat mendukung perjuangan Palestina, tetapi mereka tidak latah membagikan tulisan-tulisan yang mereka dapatkan. Ada proses pengecekan lebih dulu, verifikasi tentang kebenaran berita yang diperoleh. Sudah menjadi kebiasaan publik di Indonesia, jika ada kasus hangat yang terjadi maka akan banyak muncul berita dan tulisan-tulisan hoax. Lagi-lagi sebagai pegiat literasi harus bersikap, ambil bagian untuk membantu masyarakat mendapatkan berita yang valid. Sayangnya bukan hanya masyarakat biasa yang sering terjebak hoax, bahkan sekelas pendidik pun latah membagikan berita yang tidak jelas sumber dan beritanya. ...
Palestina: Lakukan Apa yang Bisa Anda Lakukan

Palestina: Lakukan Apa yang Bisa Anda Lakukan

Opini
FLP.or.id,- Palestina: Lakukan Apa yang Bisa Anda Lakukan. Masih hanyut dengan suasana lebaran di kampung bersama keluarga, kue-kue, baju-baju cantik, senda gurau dan kebagiaan bersama keluarga? Stop, berhenti dulu, Teman. Di sini ada hal penting yang perlu kita kerjakan bersama. Palestina memanggil Palestina adalah bukti keimanan kita. Buah dari Ramadan kita akan terlihat di sini. Lihatlah di sosial media! Harga diri kita sebagai Muslim sedang dicabik-cabik. Saudara kita dibunuh, kiblat kita diserang diinjak-injak, Ramadan kita dikotori dengan darah. Penjajah menanamkan trauma seumur hidup pada anak-anak kita. Tapi anehnya, sebagian orang-orang picik yang sok tau narasi berita dan kejadian di lapangan kini memutarbalikkan fakta bahwa Palestina melalui Hamas lah yang membuat teror denga...
5 Tips Menghindari Hoaks di Media Sosial yang Mudah Dilakukan

5 Tips Menghindari Hoaks di Media Sosial yang Mudah Dilakukan

Opini
FLP.or.id,- Kemajuan teknologi digital, menjadikan ponsel dengan mudah menerima informasi apa pun lewat internet. Sayangnya, tidak semua informasi itu berisi berita yang benar. Tidak sedikit dari informasi itu berisi berita bohong atau hoaks. Untuk itu, kita harus tahu tips menghindari hoaks agar tidak terjebak dengan berita bohong yang ada. Berita bohong atau hoaks menjadi fenomena sejak media sosial berkembang dan mudah diakses lewat ponsel. Semakin banyak pengguna media sosial, makin sering pula dijumpai berita hoaks setiap hari. Bagaimana cara menghindari hoaks? Salah satunya dengan mengenalkan tips menghindari hoaks di media sosial untuk para penggunanya. Tips menghindari hoaks ini mudah dipahami. Tujuannya agar pengguna media sosial yang beragam usia dan latar pendidikan seger...

Pin It on Pinterest