Kamis, Maret 26Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Berita

Susah Ketemu Waktu Buat Ketemuan, Ini Terobosan FLP Palembang

Susah Ketemu Waktu Buat Ketemuan, Ini Terobosan FLP Palembang

Berita
PALEMBANG, FLP.or.id - Berorganisasi butuh komitmen tersendiri. Bahkan berorganisasi merupakan latihan untuk berkomitmen. Forum Lingkar Pena sebagai organisasi kepenulisan, tak luput dalam pengelolaan komitmen anggota. Terlebih ketika disadari bahwa anggota memiliki ketersediaan waktu berbeda-beda. Apa yang dilakukan FLP Cabang Palembang ini patut menjadi sorotan bersama. Berjalan mulai bulan Agustus 2017, program ini bisa dibilang semacam upaya terobosan. TEA TIME namanya. Ia masuk sebagai program pengurus FLP Palembang tahun 2017-2018. "Sebenarnya program ini untuk menyiasati jadwal anggota yang susah disatukan. Konsepnya adalah ngobrol santai sambil ngeteh atau ngopi. Minimal 2 orang, maksimal 10 orang," kata Dian Rennuati menjelaskan pada Senin (30/10/2017). Dian menjelaskan, lokasi...
Budayakan Gemar Baca, Apa Itu ROTS a la FLP Cabang Palembang?

Budayakan Gemar Baca, Apa Itu ROTS a la FLP Cabang Palembang?

Berita
PALEMBANG, FLP.or.id - Apakah butuh satu gedung megah, ribuan koleksi buku, ratusan penjaga, buat memasyarakatkan budaya literasi? Bagaimana mengembangkan budaya gemar baca, di tengah segala rupa keterbatasan? Bagaimana cara Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Palembang melakukannya? Inilah dia ROTS. ROTS adalah singkatan dari Reading On The Street yang dapat diterjemahkan sebagai Membaca di Jalanan. Kegiatan ini merupakan program pengurus FLP Cabang Palembang masa bakti tahun 2017-2018. "Konsepnya menggabungkan taman bacaan dengan klinik tahsin ayat-ayat pendek bagi pengunjung," kata PJ Program Dian Rennuati, pada Senin (30/10/2017). Seperti tampak dari nama kegiatannya, taman bacaan dimaksud berupa gelaran lapak buku di area ruang publik. "Kita bikin ruang baca terbuka, di taman kota, deka...
FLP dan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Siapkan Kerjasama Agenda Literasi untuk Penghuni Lapas

FLP dan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Siapkan Kerjasama Agenda Literasi untuk Penghuni Lapas

Berita
"Salah satu hak narapidana yang tertuang di Pasal 14 UU nomor 12 tahun 1985 tentang Pemasyarakatan ialah mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa lainnya yang tidak dilarang. Maka menjadi kewajiban negara untuk menyediakannya," kata Aman Riyadi, Direktur TI dan Kerjasama Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham di Jakarta, Rabu (25/10/2017). Hal tersebut dikemukakan dalam Rapat Penyusunan MoU tentang Peningkatan Tradisi Literasi, Minat Baca dan Menulis bagi Tahanan, Anak yang Berkonflik dengan Hukum, Narapidana, dan Klien Pemasyarakatan. Selain Forum Lingkar Pena (FLP), dalam rapat itu hadir perwakilan dari pihak Perpustakaan Nasional, Kompas Gramedia, Pustaka Bergerak, dan PT Pos Indonesia. Dalam kesempatan itu, Aman menuturkan contoh inspiratif yang patut ditiru d...
Talkshow dan Diskusi Buku “Hidup Damai di Negeri Multikultur”

Talkshow dan Diskusi Buku “Hidup Damai di Negeri Multikultur”

Berita
Buku “Hidup Damai di Negeri Multikultur” (GPU, 2017) ditulis oleh Forum Alumni Muslim Exchange Program (MEP) Australia-Indonesia yang telah diluncurkan di Kedubes Australia beberapa bulan lalu kini dibedah di Universitas Paramadina, Jakarta (25/10). Buku yang dikerjakan selama dua tahun dengan kontribusi 77 penulis Indonesia dan Australia tersebut diberi kata pengantar oleh Dubes Australia Mr. Paul Grigson dan Pendiri MEP Prof (emeritus) Virginia Hooker serta epilog dari Program Manager MEP Rowan Gould dan Brynna Rafferty-Brown. Dalam acara diskusi buku nanti yang dibuka oleh Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah, akan diisi oleh para alumni MEP, yaitu: Dr. Phil Suratno (MEP 2005), Farinia Fianto (MEP 2005), Yanuardi Syukur (MEP 2015), dan Aan Rukmana (2007). “Buku ini berisi pe...
Ini Dia 400 Foto Album Kenangan Munas III FLP di Bali tahun 2013

Ini Dia 400 Foto Album Kenangan Munas III FLP di Bali tahun 2013

Berita
FLP.or.id, Jakarta -- Sudah siap bermunas Bung? Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IV Forum Lingkar Pena (FLP) kian mendekati hari H. Hajatan nasional organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia ini akan diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat. Sejauh ini, sudah terdaftar 258 peserta Munas IV FLP, baik itu delegasi maupun non-delegasi dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Kegiatan 4 tahunan itu akan dimulai sejak Jumat hingga Ahad, 3-5 November 2017 dengan mengusung tema "Menjaga Identitas Bangsa dengan Budaya Literasi." Munas terakhir dilaksanakan di Bali pada tahun 2013 silam. Berikut ini salindia berisi foto-foto beragam momen dalam Munas yang mengambil tema "Quo Vadis Penulis Era Digital?" Gambar dikumpulkan dari akun Twitter Munas 3 FLP, blog Munas 3 FLP, serta album milik Bad...
[UPDATE] Daftar Peserta Munas IV Forum Lingkar Pena

[UPDATE] Daftar Peserta Munas IV Forum Lingkar Pena

Berita
Musyawarah Nasional IV Forum Lingkar Pena. Bandung, 3-5 November 2017. Pendahuluan Tujuan MUNAS IV FLP Target MUNAS IV FLP Acara MUNAS IV FLP Waktu & Tempat MUNAS IV FLP Peserta MUNAS IV FLP Daftar Peserta MUNAS IV FLP 2017 Per 17 Oktober 2017 SOFARIFLP MAGELANG NO NAMA UTUSAN 1 ISNI FLP ACEH 2 RIO FLP SIGLI 3 MAWADDAH FLP SIGLI 4 RAHMAT AULIA FLP BANDA ACEH 5 MULLA FLP BANDA ACEH 6 ZUHRA RUMI FLP TAKENGON 7 NURHASANAH FLP TAKENGON 8 ANUGRAH ROBY SYAHPUTRA FLP SUMATERA UTARA 9 RIZKY ENDANG SUGIHARTI FLP SUMATERA UTARA 10 RIRIN ANINDYA FLP MEDAN 11 ANDRE GUSLI FLP MEDAN 12 RAHMAWATI FLP LABUHANBATU 13 FITRAH NURAIDILLAH FLP LABUHANBATU 14 NURUL FAUZIAH NONDELEGASI SUMATERA UTARA 15 SUCI WIDYASARI TANJUNG NONDELEGASI SUMATERA UTARA 16 KHAIRU...
Gelar SG, FLP Jakarta Bekali Calon Anggota Angkatan 21

Gelar SG, FLP Jakarta Bekali Calon Anggota Angkatan 21

Berita
JAKARTA—Ahad (23/07) menjadi permulaan babak bagi para calon anggota baru Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Jakarta angkatan ke-21. Bertempat di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jakarta Timur, Studium Generale Pramuda 21 FLP Jakarta digelar sekaligus sebagai ajang perkenalan para calon anggota baru. Dihadiri oleh pembicara andal di bidang kepenulisan, acara tersebut mampu menarik antusiasme peserta yang hadir. Adalah Dr. Rulli Nasrullah, M.Si, atau akrab disapa Kang Arul, dan Yanuardi Syukur, S.Sos, M.Si alias Kang Yankur, yang diundang panitia untuk membawakan materi pengantar seputar dunia kepenulisan pada SG yang bertemakan “Merangkai Kata, Menjejak Makna” itu. Secara umum, acara SG berlangsung dengan meriah dan apik disertai kegiatan pendukung seperti praktik free writing, deklamasi puisi,...
FLP Bogor Halalbihalal di Sekretariat Baru

FLP Bogor Halalbihalal di Sekretariat Baru

Berita
FLP.or.id - BOGOR, Forum Lingkar Pena (FLP) Bogor menggelar halal bihalal sekaligus pengesahan sekretariat baru, Ahad (30/7). Berlokasi di Majelis Al Hijr Gunung Batu, salah seorang pengurus, Yahya Muharrik Islam, membawakan acara sejak pukul 09.30 hingga 12.30 WIB kepada sekitar 30 peserta yang hadir. Acara diawali dengan tilawah untuk menambah keberkahan, kemudian sambutan-sambutan. “Rumah ini adalah amanah dari orang tua kami untuk dimanfaatkan dalam kegiatan positif dan tentunya nirlaba. Kami juga berharap FLP yang menerima amanah ini bisa menjaga adab agar nilai kebaikan tetap terjaga,” ujar Syahreza Fajar, selaku perwakilan tuan rumah. Sulis, selaku perwakilan warga, menyatakan bahwa antusiasme dari masyarakat sekitar terhadap hadirnya taman bacaan di lingkungan ini sangat baik. ...
[UPDATE] Laporan Donasi Literasi

[UPDATE] Laporan Donasi Literasi

Berita
Laporan Donasi Literasi Per 30 Agustus 2017 Syahidah D Nisa: 50.000 Ramadhan F: 50.000 Hanifan S: 50.000 Hamba Allah : 150,000 Daeng Gege : 500,000 CV Al Hanan : 500,000 Pak Ahmad : 500,00 Hamba Allah : 150,000 RZI Solo : 500,000 Total: Rp 2,450,000 Mau berperan dalam membantu gerakan literasi yang dilakukan Forum Lingkar Pena? Yuk, donasi ke no rek: BSM 7033101858 a.n. Lembaga Forum Lingkar Pena Kode transfer 451 Konfirmasi: 0813-8595-1858 (Vira)  
Scholar Yanuardi Syukur Reflects on Peace and Multiculturalism in Australia

Scholar Yanuardi Syukur Reflects on Peace and Multiculturalism in Australia

Berita
Prolific writer and young Muslim scholar Yanuardi Syukur experienced first-hand the devastation caused by a sectarian conflict pitting Muslims against Christians in the Maluku islands at the turn of the century. He was 17 when the deadly fighting spread to his hometown of Tobelo in North Maluku from the island of Ambon, the capital of Maluku province, in 1999. “What I learned from that experience is that we as citizens must not fall for rumours intended to create divisions,” he said. “We should trust each other and communicate with each other in this multicultural country.” Today, 35-year-old Yanuardi is a lecturer at the state-run Khairun University in North Maluku province, while pursuing a doctorate degree in anthropology at the University of Indonesia in Depok. While not poring ove...

Pin It on Pinterest