JAKARTA-Di bawah naungan rumpun bambu di atas hamparan rerumputan hijau, penantian warga FLP Jakarta akan muscab berbuah undangan musbil. Musbil bisa dimaknai sebagai akronim dari musyawarah dan halal bihalal. Ini karena kita masih berada di bulan Syawal dengan nuansa Idul Fitri yang masih terasa.
Para undangan dan peserta berdatangan satu per satu maupun bebarengan. Ketua Wilayah FLP Jayakarta, Nandi, terlihat datang memenuhi undangan musbil 2026. Sekretaris Wilayah FLP Jayakarta yang juga pernah menjabat Ketua FLP Jakarta periode 2019-2021, Winda Ariyanita, tak ketinggalan turut hadir.
Terlihat pula delegasi dari FLP Ciputat, yaitu Nadin dan Destri. Diikuti oleh para anggota FLP Jakarta, baik wajah-wajah lama seperti Arya Noor Amarsyah, Ahmad Lamuna, Gesang Sari Mawarni, hingga Taufan E. Prast serta wajah baru seperti Efri Angkatan 26 dan juga Susan yang merupakan anggota baru pindahan dari FLP Riau.
Dari sekian banyak undangan tentu saja ada undangan yang paling ditunggu yaitu Ketua FLP Jakarta dua periode (2009-2011 dan 2011-2013) Taufan E. Prast yang hadir pamungkas.
Musyawarah cabang FLP Jakarta ini, memang sudah ditunggu-tunggu sejak berbulan lalu. Karena sebenarnya masa kepengurusan FLP Jakarta periode 2023-2025 sudah berakhir di bulan Juni 2025. Namun KPU akhirnya memutuskan untuk mengadakan musbil pada hari Ahad 12 April 2026 bertempat di kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.
Acara dibuka dengan lantunan Surah An Nisa ayat 58-59 oleh Imam Buchori. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan doa yang diawali dengan tausiyah oleh Arya Noor Amarsyah yang merupakan Ketua FLP Jakarta periode 2015-2017. Nandi sebagai ketua wilayah menitipkan pesan pentingnya muscab untuk keberlanjutan FLP Jakarta.
Masuk pada acara inti, sidang Pleno 1 membacakan dan menyepakati Tata Tertib Musbil 2026 oleh KPU FLP Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno 2 yang berisi penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus oleh Karina Anggara sebagai Ketua FLP Jakarta Periode 2023-2025.

Printout LPJ A4 setebal kamus pun diedarkan kepada para peserta untuk dibaca dan dipelajari. Selesai pemaparan LPJ, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan, masukan, dan kritikan diajukan oleh sejumlah peserta untuk kemudian ditanggapi oleh Ketua FLP Jakarta periode 2023-2025. Pelaksanaan sidang sempat dijeda selama satu jam untuk istirahat sekaligus sholat dzuhur.
Akhirnya acara utama yang ditunggu-tunggu pun dimulai. Pada sidang Pleno 3, KPU mengumumkan tiga nama calon ketua yang dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh KPU dan mendapat dukungan terbanyak dari para anggota. Tiga nama tersebut adalah Imam, Arya, dan Rama.
Ketiga calon ketua selanjutnya diberikan kesempatan untuk menyiapkan dan menyampaikan visi, misi, dan rencana program kerja. Dari ketiga nama ini, dua kandidat menyatakan mundur dari pencalonan dan menyisakan satu nama: Imam Buchori. Para anggota yang hadir diberi kesempatan menanggapi kejadian tersebut. Hingga akhirnya para peserta mufakat untuk menjadikan Imam Buchori sebagai Ketua FLP Cabang Jakarta periode 2026-2028.
Dalam sambutannya, ketua baru menyampaikan, menjadi ketua FLP Jakarta tentu akan dihadapkan pada sebuah tantangan baru.
“Setiap masa kepengurusan, pasti memiliki permasalahan yang berbeda, tapi cara menyikapinya pasti memiliki kesamaan. Saya akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab untuk menjadikan FLP Jakarta sebagai rumah, tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi para anggotanya,”ujarnya.
Hal senada dengan pesan yang disampaikan oleh para mantan ketua FLP Jakarta, Billy dan Taufan, yang juga meyampaikan pentingnya memelihara kebersamaan dalam sebuah rumah, yaitu FLP Jakarta. Acara kemudian diakhiri dengan acara foto bersama. []
Oleh: Aira Kimberly (anggota FLP Jakarta)
