SOLO – Kegiatan SMART 171 Camp (5/4) dengan tema From Awareness to Action for Palestine yang diselenggarakan oleh SMART 171 berkolaborasi dengan Solo Palestine Movement, Student of Justice in Palestine (SJP) UNS, Indiva, Forum Lingkar Pena (FLP) Solo, dan DeMuslim Community berjalan dengan penuh gairah.
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran dalam membela Palestina hingga akhirnya mempunyai sikap atau perbuatan baik yang turut serta mengedukasi serta terus menjaga agar isu Palestina tetap hidup di beranda-beranda media sosial. Program ini menjadi ruang edukatif dan kolaboratif bagi generasi muda untuk meningkatkan kesadaran, kepemimpinan, serta aksi nyata dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 4 Surakarta ini menghadirkan tiga pembicara hebat. Pertama, Prof. Dr. Eny Purwandari, S.Psi., M.Si, pembina DeMuslim sekaligus guru besar Fakultas Psikologi UMS. Kedua, Dr. Maimon Herawati, S.Sos., M.Litt. direktur SMART 171. Teh Imun, sapaan akrabnya, saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan FLP sekaligus pegiat The Global Sumud Flotilla. Ketiga, Sarah Muthiah Widad, selaku Manajer Edukasi dan Advokasi SMART 171.

Kegiatan ini dimulai pukul 07.30 hingga berakhir pada 17.00 WIB. Sebagai pembukaan, peserta diajak untuk memahami sejarah penjajahan Palestina, dilanjutkan dengan materi kedua yaitu Hasbara Project, yang disampaikan oleh Teh Imun.
Selanjutnya peserta dibekali dengan workshop social media strategy oleh Kak Sarah. Tidak cukup sampai di sini, 40 peserta yang hadir dibagi berkelompok untuk merumuskan ide kampanye dalam menyuarakan perjuangan Paletina dan Baitul Maqdis. Peserta diberikan kesempatan membuat ide sekreatif dan seunik mungkin. Hal ini dilakukan untuk memunculkan gerakan-gerakan kecil yang masif sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap Palestina.

FLP Solo sebagai organisasi kepenulisan turut serta mendedikasikan diri untuk perjuangan pembelaan terhadap Palestina. Lima orang delegasi dari FLP Solo pun hadir dalam kegiatan ini. Bersama dengan 40 peserta lainnya akan merapatkan barisan untuk terus membawa semangat pembebasan Palestina dan Baitul Maqdis.
“Semula masih merasa kurang pengetahuan tentang Palestina, tetapi setelah mengikuti Smart Camp ini, jadi menambah pengetahuan. Selain itu juga melalui kegiatan ini menambah kepedulian yang lebih dalam terhadap Palestina dan Baitul Maqdis. Senang sekali bisa menjadi bagian dalam kegiatan ini. Saya belajar bahwa empati tidak cukup hanya dirasakan, namun perlu diwujudkan dalam aksi nyata,” ujar Irma, salah satu delegasi FLP Solo.

Harapannya, semoga kegiatan kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin, khususnya di Solo. Tidak hanya terbatas pada keempat lembaga ini, tetapi bisa lebih banyak lagi lembaga yang berkolaborasi untuk perjuangan pembelaan Palestina. Semoga 40 peserta yang hadir dalam kegiatan ini dapat menjadi tombak kebaikan yang terus berjuang menyuarakan kepeduliannya terhadap Palestina, tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan dapat mengajak orang-orang terdekatnya. (NAB)
