Suatu Hari di Jambi (3/4): Menara Gentala Arasy: Ikon Baru Kota Jambi

1 menit baca |

Kembali ke pusat kota Jambi dari kawasan Candi Muaro Jambi, saya melihat bangunan tinggi di seberang Sungai Batanghari. “Itu bakal jadi ikon baru kota Jambi, Mbak,” kata rekan Berlian. Ya, Menara Gentala Arasy sedang digadang-gadang pemda kota Jambi sebagai landmark. Menara jam setinggi 32 meter ini berlokasi di kawasan cagar budaya Kota Seberang Jambi yang menjorok ke pinggiran Sungai Batanghari.

Kita dapat mencapai menara tersebut dengan naik perahu ketek dari Taman Tanggo Rajo yang berlokasi di jantung kota Jambi. Di lantai dasar menara ini terdapat museum yang menuturkan sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam ke kota Jambi. Tersedia lift yang dapat membawa kita pada ketinggian 25 meter untuk menikmati pemandangan kota Jambi dan sekitarnya.

Pemda kota Jambi juga sedang membangun jembatan pedestrian yang menghubungkan taman Tanggo Rajo dengan Menara Gentala Arasy. Konon kabarnya jembatan tersebut akan menjadi jembatan pedestrian terpanjang di dunia. Total panjang jembatan ini kelak mencapai 532 meter dengan lebar 4,5 meter. Desainnya berliku menyerupai huruf “S”. Dalam kabut asap yang makin menebal saya melihat tiang-tiang dan sebagian badan jembatan terus dikejar pembangunannya.

Sungai Batanghari sendiri adalah terpanjang di pulau Sumatra. Mengalir dari Gunung Rasan hingga Danau Diatas yang masuk dalam wilayah kabupaten Solok, Sumatra Barat, sepanjang 800 km. Banyak sungai lain yang bermuara pada Batanghari di antaranya Batang Sangir, Batang Merangin, Batang Tebo, dan Batang Tembesi. Sistem aliran sungai ini membawa banyak deposit emas, sehingga muncul sebutan legendaris Swarnadwipa (pulau emas) bagi pulau Sumatra.  (BERSAMBUNG)

Post Author: Rahmadiyanti Rusdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *