Selasa, Januari 20Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Karya Anggota

Pengembaraan di Jalan yang Lurus

Pengembaraan di Jalan yang Lurus

Resensi
Inilah novel yang menyajikan nuansa profetik di dalamnya. Judulnya kuat dan jelas menunjukan isi dari keseluruhan cerita. The Straigh Path. Jalan yang Lurus. Walaupun judulnya terdengar seperti non-fiksi, namun novel ini benar-benar sebuah karya fiksi yang inovatif. Penulisnya sangat lihai melukiskan cerita dengan kiasan-kiasan indah dan menarik tapi tetap mudah dimengerti. Cerita dituturkan sedemikian rupa sehingga pembaca mampu menangkap makna yang terkandung di dalamnya. Walaupun prolog di awal novel ini terasa sedikit membingungkan, ditambah alur cerita yang melompat-lompat tanpa keterangan yang jelas, novel ini tetap memikat. Karena penyajiannya yang unik dan imajinatif. Novel ini menjadi sebuah karya profetik yang sederhana namun sungguh istimewa. Ada banyak karakter dalam novel ini....
Kita Perlu Konsistensi Moral

Kita Perlu Konsistensi Moral

Opini
Saat berkunjung ke Jepang, ada dua hal menarik yang diperoleh Koentjaraningrat dari sarjana-sarjana di sana terkait sikap mental orang Indonesia, yaitu: tidak mau bertanggungjawab penuh terhadap tugas yang disanggupinya dan kurang setia pada instansi yang diikutinya (Marzali, 2007: 136). Sikap mental negatif—atau bisa disebut sebagai ‘kelemahan moral’—ini pernah diungkapkan juga oleh Mochtar Lubis (1977) ketika menulis ciri-ciri pokok manusia Indonesia yang menurutnya punya sifat seperti hipokrit, enggan bertanggungjawab, feodal, percaya takhayul, artistik, dan berwatak lemah. Jika memperhatikan berita di media massa, sebagai salah satu media kontrol sosial, rupanya tesis Lubis dan sarjana-sarjana Jepang yang dikutip Koentjaraningrat itu masih bisa dirasakan kebenarannya hingga sekarang. ...
Museum Teh Hong Kong

Museum Teh Hong Kong

Travelling
The Flagstaff House Museum of Tea Ware atau yang biasa disebut Museum Teh adalah museum cabang dari Hong Kong Museum of Art. Museum ini secara khusus mengoleksi berbagai perangkat  penyeduh dan pembuatan teh. Sebelumnya—sampai tahun 1978—tempat ini masih menjadi kantor seorang residen British yang bermukim di Hong Kong. Gedung tersebut bernama Greek Revival Style. Sampai saat ini Museum Teh sudah mempunyai kurang lebih 600 koleksi perangkat teh (cangkir, alas cangkir, dan teko/tea-pot yang didatangkan dari Westeren Zhou (11 th c.B.C.-771 B.C), juga sumbangan dari K.S. Lo Foundation. Di lantai dasar museum, pengunjung bisa menikmati berbagai model keramik di masa Dinasti Song (960-1279) sampai masa Dinasti Ming (1368-1644). Kemudian di lantai berikutnya ada Rumah Teh China/Chinese Tea House...

Impian Naik Pesawat Terbang

Resensi
Dania adalah gadis kecil yang tinggal di pinggir rel kereta api. Ia anak tunggal dari orang tua yang dipanggil Ayah dan Ibu. Dania sangat menyayangi kedua orang tuanya, begitu pula sebaliknya. Dania sangat suka bermain pesawat-pesawatan dengan ayahnya. Caranya Ayah mengangkat tubuh Dania yang tengkurap sambil merentangkan kedua tangannya ke samping, lalu tubuh gadis itu diayunkan ke depan. Saat bermain pesawat-pesawatan, sering kali angin berembus sehingga Dania merasa betul-betul terbang (halaman 5-6). Selain sering mengajak bermain pesawat-pesawatan, Ayah juga sering menunjukkan majalah bergambar pesawat sambil menambahkan cerita yang berhubungan dengan burung besi raksasa itu. Ayah memang pandai membuai Dania dengan cerita yang membius. Sejak saat itu, Dania ingin sekali dapat melihat b...

Cerita dari Para Juara

Resensi
Menurut Asma Nadia di Tupperware On Radio, berdasarkan  pengalamannya mengikuti berbagai acara kepenulisan di mancanegara, banyak penulis-penulis asing yang kagum dengan Indonesia. Pasalnya Indonesia, yang digolongkan sebagai Negara Ketiga—nama halus dari negara terbelakang—ini memiliki penulis-penulis belia yang tidak sedikit jumlahnya, bahkan terus bertambah setiap tahun. Sementara di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, tidak terdapat penulis berusia anak-anak seperti yang dimiliki Indonesia. Tentu saja kabar yang disampaikan Asma Nadia tersebut sangat menggembirakan dan patut disyukuri. Kenyataannya diberbagai toko buku di Tanah Air amat mudah dijumpai buku-buku karya penulis usia sekolah dasar. Tidak hanya jumlahnya yang mengagumkan, mutu tulisannya sendiri tidak per...
Literasi Anak

Literasi Anak

Opini
Ada fenomena menarik dalam kurun sepuluh tahun terakhir: penulis anak-anak. Siswa sekolah dasar dengan rentang usia 9 hingga 12 tahun yang memiliki minat besar terhadap dunia kepenulisan, dapat bercerita tentang dunia mereka dengan bahasa-bahasa khas, mendapat tempat istimewa di tengah khalayak dan masyarakat perbukuan. Pendapatan penerbit maupun royalti yang diterima anak-anak cukup fantastis; tiga hingga lima kali lebih besar dari penulis dewasa! Masyarakat yang mulai menyadari pentingnya kecerdasan majemuk atau multiple intelligent menyambut fenomena ini dengan gembira. Anak-anak tidak harus dituntut prestasi akademik, banyak potensi lain yang dapat dimunculkan. Musik, olahraga, seni lukis, juga seni sastra atau yang disederhanakan dengan dunia tulis menulis. Boleh jadi seorang anak tak...
Attar

Attar

Cerpen
Jadi, siapakah jajak insan yang hendak kau jerat dengan jejala retinamu, Jelita? Tanpa peduli detak waktu yang terus berputar, kau terus saja menebar jaring pandangmu. Padahal, piranti penjeratmu begitu sempit. Sementara, padang ini membentang seluas mata memandang. Dan, tempat ini pun pastinya tak selaras dengan napas keindahan yang kau asakan. Ini bukan wahana penenggat penat. Bukan pula sarana rehat. Ini sebuah tempat yang sangat akrab dengan bahaya. Lihatlah puncak gunung yang terbelah, dengan kepulan asap solfatara yang menguar dari celah kawah. Tataplah bebatang pohon yang pekat. Rumah-rumah separuh rencah, perabot nan sisakan kerangka besi atau belukar hangus yang menghamparkan permadani kelam. Semua itu, mestinya mampu menggemparkan saraf ketenangan di otakmu. Kau tahu penyebabnya,...
Ambilkan Bulan, Bu!

Ambilkan Bulan, Bu!

Cerpen, Karya Anggota
“Aku tak mau lagi bermain denganmu!” kataku marah sambil melemparkan boneka-boneka kain dan rumah-rumahan kertas ke luar jendela. Kaca rumah masih berembun, buram dan berkabut setelah hujan menyambangi rumah kecil di tepi kota. Sunyi masih mengitari sudut-sudutnya dan bercak basah di langit-langit masih menitiki kamar tidurku yang dingin. “Lho, bukannya tadi kita mau main rumah-rumahan? Kok bonekanya dibuang?” tanya Bi Imah sambil mengelus kepalaku. Sayang. “Aku bosan. Aku mau main lompat tali dan ayunan di luar,” jawabku seraya menjauhkan kepalaku dari jangkauan tangannya. Entah kenapa, aku bosan dielus oleh Bi Imah. Bila aku tidak mau makan, Bi Imah membujukku sambil mengelus kepalaku. Bila aku tidak mau mandi, Bi Imah mengajakku bermain kucing dalam air juga sambil mengelus kepalaku. Da...
FLP: Laboratorium Karya

FLP: Laboratorium Karya

Opini
Sahabat, bagaimanakah pikiran kita ketika pertama kali mendengarkan kata laboratorium? Tentu, bagi kita yang sudah sering melakukan praktikum tidak asing lagi dengan yang namanya laboratorium. Sebuah tempat yang tertutup. Memuat berbagai macam jenis alat-alat percobaan yang akan digunakan untuk membuktikan suatu penelitian yang kelak akan menjadi bukti akan kebesaran-Nya. Masih ingatkah kita dengan orang-orang yang pernah dilabeli oleh masyarakat dahulu sebagai ‘orang gila’. Orang yang memiliki impian yang berawal dari percobaan-percobaan yang mereka lakukan di laboratorium yang waktu itu orang-orang berpikir mustahil akan tercipta hal-hal yang ‘orang gila’ tersebut impikan. Beranjak dari laboratorium itulah mereka membuktikan kepada dunia akan maha karyanya yang diakui hingga sekarang. Wa...
FLP: Berbakti, Berkarya dan Berarti

FLP: Berbakti, Berkarya dan Berarti

Opini
FLP.or.id,- FORUM LINGKAR PENA (FLP) merupakan komunitas (calon) penulis, pembaca dan pencinta dunia literasi yang didirikan oleh Helvy Tiana Rosa dan kawan-kawannya pada 22 Februari 1997. Artinya pada 22 Februari 2014 ini menginjak remaja dan sudah berusia 17 tahun; sweetseventeen. Usia 17 tahun merupakan angka yang dianggap spesial. FLP bagaikan anak remaja dan akan menginjak masa kedewasaan. Ide pendirian FLP berasal dari diskusi tidak formal para alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Mendesaknya kebutuhan umat akan bacaan yang baik serta banyaknya pemuda yang memiliki potensi dalam bidang kepenulisan tanpa tersalurkan menjadi alasan terbentuknya FLP. Hingga saat ini FLP sudah tersebar di 31 wilayah propinsi.  Kalimantan Barat termasuk salahsatunya dan juga sudah dibentuk di ber...

Pin It on Pinterest