Travelling

Museum Teh Hong Kong

Museum Teh.pic.1The Flagstaff House Museum of Tea Ware atau yang biasa disebut Museum Teh adalah museum cabang dari Hong Kong Museum of Art. Museum ini secara khusus mengoleksi berbagai perangkat  penyeduh dan pembuatan teh. Sebelumnya—sampai tahun 1978—tempat ini masih menjadi kantor seorang residen British yang bermukim di Hong Kong. Gedung tersebut bernama Greek Revival Style.

Sampai saat ini Museum Teh sudah mempunyai kurang lebih 600 koleksi perangkat teh (cangkir, alas cangkir, dan teko/tea-pot yang didatangkan dari Westeren Zhou (11 th c.B.C.-771 B.C), juga sumbangan dari K.S. Lo Foundation.

Di lantai dasar museum, pengunjung bisa menikmati berbagai model keramik di masa Dinasti Song (960-1279) sampai masa Dinasti Ming (1368-1644). Kemudian di lantai berikutnya ada Rumah Teh China/Chinese Tea House. Di sini pengunjung dipersilahkan duduk menikmati video pembuatan teh dari mulai memetik daun teh di pegunungan (kebun teh) sampai proses pengeringan siap simpan dan dikonsumsi. Di lantai ini terdapat beberapa ruangan yang menyediakan ragam perangkat teh dari bahan dan model yang berbeda. Ada yang terbuat dari bahan daur ulang, kayu jati, batu, dll.

Yang unik, di dalam museum tersedia pula kantin yang menyediakan ragam menu tradisional China dengan iringan lagu-lagu/pertunjukan dimasa lampau.

Semua itu bisa dinikmati dengan gratis, tanpa tiket masuk!

Museum ini beralamat di 10 Cotton Tree Drive, Central, Hong Kong (di dalam Taman Hong Kong). Alamat tersebut bisa dicapai dengan menggunakan jasaMTR Admiralty Exit C1. Atau bila menggunakan jasa bus, bisa naik bus nomor 3B, 12, 12A, 23, 23B, 40, dan 103 dari Causewaybay dan sekitarnya. Sementara itu bagi yang ingin mencari souvenir bisa mengunjungi The K.S. Lo Gallery/ The Museum Gift Shop yang berada tidak jauh dari museum tersebut.

Jam pelayanannya pukul 10:00 AM – 17:00 PM setiap hari. Tutup hari Selasa, Natal, Boxing Day, Tahun Baru, dan 3 Hari Raya Imlek.

Untuk informasi selengkapnya, kita bisa melayari situs: http://hk.art.museum.

Related posts

Suatu Hari di Jambi (4/4): Masjid Seribu Tiang

Rahmadiyanti Rusdi

FLP Maluku Utara: Di Balik Layar KMGP (Bagian 2)

Kontributor FLP

FLP Maluku Utara: Di Balik Layar KMGP (Bagian 4)

Kontributor FLP

Leave a Comment