Kamis, Maret 26Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Berita

Tulisan Feature Antarkan Dua Penulis FLP Ini Ke Tangga Juara Tingkat Nasional

Tulisan Feature Antarkan Dua Penulis FLP Ini Ke Tangga Juara Tingkat Nasional

Berita
YOGYAKARTA, FLP.or.id - Dua penulis FLP meraih juara dalam lomba menulis tingkat nasional baru-baru ini. Dalam lomba yang diadakan Kemendikbud itu, keduanya meraih prestasi untuk naskah feature kategori umum. Diketahui total terdapat 400-an naskah feature yang masuk ke panitia. Periode penerimaan naskah sendiri berlangsung sejak 1 Mei hingga 15 Oktober 2017. Dari sekian banyak peserta, dipilih masing masing finalis lalu diundang ke Yogyakarta. Kedua penulis FLP yaitu Hendra Hermawan dan Dewi Rieka termasuk yang terpilih tersebut. Hendra kemudian terpilih sebagai satu dari 3 pemenang naskah terbaik pertama. Sedangkan karya Dewi menjadi satu dari 5 naskah terbaik kedua. Hendra Hermawan (S. Marindra) lahir di Bantaeng 10 Oktober 1990. Ia memulai bergabung di FLP ranting Unhas pada tahun 201...
HUT Ke-5 & Reborn FLP Yaman; Dua Anggota FLP Hadhramaut Launching Buku Perdana

HUT Ke-5 & Reborn FLP Yaman; Dua Anggota FLP Hadhramaut Launching Buku Perdana

Berita
HADHRAMAUT, FLP.or.id - Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Hadhramaut, Republik Yaman adakan ulang tahunnya ke-5, Jumat (10/10). Serangkaian acara yang berlangsung di aula mini Al Ahgaff itu turut dihadiri Sekjen PPI Yaman, Ketua PPI Hadhramaut, Ketua AMI Ahgaff, anggota FLP Hadhramaut serta para undangan. Bertemakan 'HUT FLP Hadhramaut dan Reborn FLP Yaman', di acara tersebut juga dilaunchingkan dua buku karya dua anggota. Buku yang dimaksud adalah antologi puisi berjudul 'Gus Mus, Kau Berlebihan!' karya Abdurrahman Kamin, dan antologi cerpen berjudul 'Di Negeri Pasir tak Bertepi' karya M. Abdurrouf, keduanya merupakan mahasiswa di Universitas Al Ahgaff, Tarim. Di sesi wawancara, acara yang dihandle moderator, Daniel Fatahillah itu diawali oleh Abdurrahman, ia menjelaskan kronologi penuli...
Bedah Sosok Fatmawati, Ini Prestasi Terbaru Blogger FLP Bengkulu

Bedah Sosok Fatmawati, Ini Prestasi Terbaru Blogger FLP Bengkulu

Berita
BENGKULU, FLP.or.id - Fatmawati dikenal berperan dalam momen kemerdekaan Republik Indonesia. Sosok perempuan kelahiran Bengkulu tahun 1923 itu, tak lain adalah istri Bapak Proklamasi. Ia menjadi bagian tak terpisahkan dalam momen kreasi salah satu identitas bangsa, Sang Saka Dwiwarna. Tepat pada peringatan Hari Pahlawan (10/11/2017), diadakan Seminar Bedah Sosok "Fatmawati Perajut Negeri" di tanah kelahirannya. Dalam kesempatan itu, diumumkan pula nominasi dan pemenang lomba blog. Seperti tajuk seminar, lomba blog juga mengusung topik Fatmawati Sang Perajut Negeri. Lomba blog ini diselenggarakan atas kerjasama Bank Indonesia, Bengkulu Heritage Society, dan IAIN Bengkulu. Blogger FLP Bengkulu yang juga aktif di Badan Pengurus Pusat (BPP) FLP, Mildaini, berhasil meraih juara 2 dalam lomba ...
ANUGERAH PENA 2017

ANUGERAH PENA 2017

Berita
KATEGORI PUISI TERPUJI Nominasi: 1. Sembahyang Senja (Alfa Annisa - FLP Blitar) 2. Percakapan Malam (Mohd. Adrijal - FLP Jambi) 3. Setiba Ajal di Batu Puaka; Batu Belah Tertangkup (Alam Terkembang - FLP Riau) Pemenang: Percakapan Malam (Mohd. Adrijal - FLP Jambi) KATEGORI PENULIS RESENSI TERPUJI Nominasi: 1. M. Ivan Aulia Rohman (FLP Surabaya) 2. Alva Annisa (FLP Blitar) 3. Ernawati Lilys (FLP Bekasi) 4. Teguh Wibowo (FLP Surabaya) Pemenang: (M. Ivan Aulia Rohman - FLP Surabaya) KATEGORI ARTIKEL/ESAI TERPUJI Nominasi: 1. Balita menjaga lingkungan hidup? Emang bisa (Sinyo Egie - FLP Magelang) 2. Ibu, kembalilah ke rumah (Aprilina Prastari - FLP Bekasi) 3. Kontribusi Pesantren Bagi Indonesia: Analisis dan Historis Peranan Para Pendahulu (Ezi Azwar Anzaruddin - FLP Hadhramaut) Pemenang:...
Pidato Perdana Afifah Afra (Ketua Umum FLP ke-5, periode 2017 – 2021) Bandung, 4 November 2017

Pidato Perdana Afifah Afra (Ketua Umum FLP ke-5, periode 2017 – 2021) Bandung, 4 November 2017

Berita
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakaatuh Kepada seluruh Pimpinan Sidang yang saya cintai, dan seluruh peserta delegasi yang luar biasa telah berkorban begitu banyak. Kalau saya hitung-hitung mungkin hampir setengah milyar uang keluar. Dari biaya Munas ini yang ditanggung panitia, kemudian transportasi dari teman-teman semuanya datang ke sini, itu sudah hampir setengah milyar uang melayang. InsyaAllah tidak sia-sia. Ada satu hal yang tadi sepanjang sekitar jam empat sore tadi, ada whatsapp masuk ke HP saya, dari anak saya. Dia bilang begini, " Ummi lagi Munas ya?" Ya. " Munas itu apa sih?" Memilih ketua. " Ummi maju jadi Ketua?" Dimajukan. " Jangan ambisi ya, Mi." Saya langsung menangis. Karena memang bagi saya, ini sesuatu yang sangat berat. Mohon maaf, saya ti...
Teken Nota Kesepahaman, FLP dan Kemenkumham RI Siap Bina Budaya Baca Tulis Narapidana

Teken Nota Kesepahaman, FLP dan Kemenkumham RI Siap Bina Budaya Baca Tulis Narapidana

Berita
JAKARTA, FLP.or.id - “Membaca dan menulis adalah perpaduan aktivitas yang sangat memungkinkan dilakukan dalam kondisi apa pun. Budaya ini harus ditumbuhkan di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, juga ditumbuhkembangkan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP),” kata Yasonna H. Laoly, Menteri Hukum dan HAM, pada Peringatan Hari Dharma Karyadika di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (30/10/2017). Peringatan Hari Dharma Karyadika 2017 sekaligus menandai kerjasama Kemenkumham dengan beberapa pihak, salah satunya FLP, untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis bagi WBP. Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) FLP 2013-2017, Sinta Yudisia, menandatangani nota kesepahaman tersebut bersama Perpustakaan Nasional, Kompas Gramedia, PT Pos Indonesia (Persero), dan Pustaka Bergerak. Pe...
Dakwah Melalui Pena Khas FLP

Dakwah Melalui Pena Khas FLP

Berita
BEKASI, FLP.or.id - Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi mengadakan pelatihan Pramuda di Gedung Kemendikbud RI, Ahad (29/10/2017) dengan tema Dakwah Bil Qolam. Tujuan tema tersebut agar Pramuda FLP Bekasi bisa menulis sesuai visi FLP yaitu mencerahkan lewat tulisan. Dalam pelatihan Pramuda FLP Bekasi diisi materi oleh Kang Irfan Azizi. Turut hadir Ketua FLP Bekasi Ilham, Kepala Sekolah Pramuda FLP Bekasi Riska, dan Ade Ubay dari FLP Wilayah Jakarta Raya. Yang dimaksud mencerahkan tulisan disini, kata Irfan Azizi, pembicara tamu dari Pramuda FLP Bekasi adalah mereka yang membaca tulisan FLP bisa tercerahkan pikirannya. Mereka yang belum beragama Islam dengan membaca tulisan kita bisa menjadi mualaf. Perempuan yang belum berjilbab tercerahkan dari buku yang kita tulis bisa menutup kepala hingga ...
Bedah Karya FLP Palembang, Temuan 4 Kekurangan Cerpen Ini Layak Diwaspadai

Bedah Karya FLP Palembang, Temuan 4 Kekurangan Cerpen Ini Layak Diwaspadai

Berita
PALEMBANG, FLP.or.id - Apalah artinya berkomunitas kepenulisan, jikalau tanpa pembedahan karya. Kebutuhan akan bedah karya inilah yang dipenuhi oleh FLP Cabang Palembang melalui ajang TEA TIME. Seperti yang berlangsung pada akhir Oktober lalu, TEA TIME menghadirkan penulis fiksi Azzura Dayana selaku pemateri. Materi yang dikupas ialah soal pembuatan cerita pendek (cerpen). Para peserta sudah siap dengan membawa cerpen masing-masing. Acara diisi dengan membahas kekurangan dan kelebihan cerpen-cerpen tersebut. "Beberapa karya peserta sudah bagus dalam hal diksi, pemilihan katanya," kata Azzura. Tips untuk memperbaiki mutu diksi ini, turut disampaikan oleh novelis Sinta Yudisia. Menurut psikolog yang tak lain juga Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) FLP ini, penulis harus membekali diri deng...
Datang ke Munas atau Tidak? Ingin Bukumu Dikaji Secara Akademis Tak?

Datang ke Munas atau Tidak? Ingin Bukumu Dikaji Secara Akademis Tak?

Berita
BANDUNG, FLP.or.id - Kabar gembira datang dari Bandung. Koordinator Divisi Karya BPP FLP, Topik Mulyana, menginformasikan kesempatan menarik bagi anggota FLP yang telah menulis buku sastra. "Teman-teman yang mau buku-bukunya, baik itu buku cerpen, novel, ataupun puisi, dijadikan bahan skripsi mahasiswa saya, boleh kirim bukunya ke saya," kata Topik pada Jumat (27/10/2017). Penggiat FLP Jawa Barat yang akrab dipanggil Kang Topik itu, mengemukakan kondisi nyata di kampus. "Setiap pengajuan judul skripsi untuk rumpun Sastra, para mahasiswa suka kehabisan stok," katanya. Ia menerangkan, hal itu dikarenakan dekanat menentukan standar ketat. "Buku-buku bahan kajian harus yang terbit paling lama dua tahun," lanjut Kang Topik yang juga dikenal sebagai seorang editor dan esais. Tak hanya terbat...

Pin It on Pinterest