Rabu, Februari 4Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Pojok

Lomba Resensi Buku FLP

Lomba Resensi Buku FLP

Lomba Resensi buku, Pojok
Dalam rangka menyemarakkan Milad ke-18, FLP menggelar lomba Resensi Buku FLP lho. Buku-buku FLP judulnya apa aja sih? Karya siapa saja sih? Mungkinkah dialog di bawah ini kamyuuu? + Aduh, itu hadiah, kok menarik banget sih! Tapi aku kan enggak tau siapa aja anggota FLP yang dah punya novel? (anak baru) - Kamu suka baca novel apa aja sih say? + Itu novelnya Asma Nadia, kan di filmin tau yang "Assalamu'alaikum, Beijing!" Keren bangetttt ... sampai kemimpiin ketemu Zhongwen yang baik hati. Andai ada cowok seperti itu ya di dunia nyata ... (mata berbinar-binar ngebayangin sambil mendekap novelnya Asma Nadia) - Nah, tuh punya novelnya anak FLP ... + Oh ya ker?! (sambil melototin novel di tangannya, gak nyangka anak FLP karyanya keren banget :D) Nah, biar kamu enggak suntuk mencari buku-bu...
Empat Tips Menulis Buku

Empat Tips Menulis Buku

Hikmah, Kepenulisan, Pojok
“JIKA kau ingin hidupmu berhasil, kau harus membangunnya,” begitu kutipan sebuah film, judulnya Runner Runner di layar lebar. Dalam konteks menulis,  kutipan tadi bisa diubah menjadi, “Jika kau ingin jadi penulis, kau harus menulis!” Konon, ada yang pernah bertanya kepada budayawan Kuntowijoyo, bagaimana cara jadi menulis. Kata beliau, cara menjadi penulis itu cuma tiga: 1. Menulis, 2. Menulis, dan 3. Menulis! Ternyata, tetap sama, menulis-menulis juga jawabannya. Hampir sama dengan dua kutipan di atas, novelis Stephen King punya nasihat untuk mereka yang ingin menulis. “Kunci untuk menjadi penulis,” kata King, dalam Stephen King On Writing, ada dua cara yang intinya: 1. Banyak-banyak membaca, dan 2. Banyak-banyak menulis! Bagaimana cara menulis buku? Ada empat tips yang bisa kita perhatik...
Adakah yang Lebih Besar?

Adakah yang Lebih Besar?

Hikmah, Pojok
Allahu Akbar… Allahu Akbar Suara azan berkumandang, terlantun dengan mesra setiap hari sebanyak lima kali. Namun, masih banyak manusia yang tak menyadari bahkan berpura-pura tak mendengarnya. Adakah yang lebih besar dari-Nya? Jika tidak ada, mengapa diri ini selalu menganggap kecil ketika panggilan-Nya telah tiba sehingga berani meremehkan walau sesaat. Apakah yang kita lakukan pada saat azan berkumandang? Apakah bergegas menuju panggilan-Nya ataukah tetap berdiam diri dengan aktivitas dunia? Jika kita tetap melaksanakan aktivitas dunia padahal panggilan itu telah dating, berarti kita masih menganggap panggilan itu adalah hal yang kecil.Tetapi, jika kita bergegas menuju panggilan-Nya ini berarti kita menyadari bahwa kita sedang menuju urusan yang besar. Bagaimana mungkin kita dapat merasak...
Menjadi Penulis, Tak Sekadar Royalti (2)

Menjadi Penulis, Tak Sekadar Royalti (2)

Kepenulisan, Pojok, Senandika
Emang, punya duit royalti dosa? Ya, enggak lah. Malah, dapat pahala karena membantu kemandirian. Dari royalti disisihkan infak, dapat memberi hadiah kepada orang tua dan saudara, dapat membantu teman yang kesulitan. Plus membeli barang yang dibutuhkan. Tapi kalau royalti satu-satunya tujuan, cepat sekali impian ini menjadi redup. Pasalnya, royalti yang dibayar per 3 bulanan, 4 bulanan, 6 bulanan atau malah ada yang per tahun; baru terasa besarannya bila buku terjual sekitar 2000 eksemplar. Eit, jangan keburu senang mendengar buku kita terjual 2000 eksemplar, sebab buku itu telah terjual tetapi boleh jadi uang yang beredar dari toko buku dan distributor belum masuk seluruhnya ke kas keuangan penerbit sehingga bisa jadi royalti yang terbayar ½ atau ¼ dari total buku terjual. Bicara masalah r...
Menjadi Penulis, Tak Sekadar Royalti (1)

Menjadi Penulis, Tak Sekadar Royalti (1)

Kepenulisan, Pojok
Punya passive income secara periodik. Nama yang dikenal. Orang-orang yang respect akan ide yang digulirkan. Dikejar-kejar penerbit. Sesekali ditampilkan media. Menerima permintaan pertemanan setiap pekan. Ada saja yang jadi follower di twitter. Ditakuti teman jika bersamaan ikut lomba menulis. Aaaah, enaknya! Maka banyak sekali orang yang bilang: aku mau jadi penulis! Aku punya banyak ide, lho. Aku sudah buat cerita ratusan halaman. Aku kepingin nulis cerita cinta, horor, detektif, petualangan, sains fiksi dan banyaaaak lagi. Semangat membara untuk melihat cover buku dengan nama kita tercetak di sampul depan. Biografi singkat di halaman belakang ditambah foto terakhir ukuran close up dengan senyum paling manis. Lalu beranjak 6 bulan. 1 tahun. 2 tahun. Impian itu meredup. Semangat layu. Cer...
Syarat Sukses Menulis (2)

Syarat Sukses Menulis (2)

Kepenulisan, Pojok
Ada enam syarat kesuksesan penulis. Sebelumnya telah dijelaskan dua syarat kesuksesan penulis, yaitu, tsabat dan sabar. Apakah makna syarat yang lainnya? Syarat berikutnya adalah taat kepada Allah dan RasulNya Sejak zaman dahulu kala, baik orang Jawa, China, Barat dan orang manapun dari belahan dunia mengenal prinsip “Untung. Hoki. Lucky”. Ada banyak orang kaya, cerdas di dunia ini. Jadi kaya dengan bekerja, Jadi cerdas dengan belajar. Jadi untung dengan…? Hoki atau keberuntungan seseorang itu sesuatu yang gaib. Sesuatu yang mirip tulisan saya yang sebelumnya “Rezeki 600 juta dan 62 M”. Kadang tidak bisa ditafsirkan. Lho, penulis itu karyanya biasa-biasanya saja, baru juga 5 buku keluar, kok sudah difilmkan? Kok sudah bisa beli mobil dan rumah? Sementara karya saya sudah 30 lebih masih beg...
Syarat Sukses Menulis (1)

Syarat Sukses Menulis (1)

Kepenulisan, Pojok
Gagal menulis? Ditolak berkali-kali? Buku jeblok di pasaran? Bosan jadi penulis? Mungkin sedikit nasehat ini dapat membantu. Awalnya, hanya mendengar penjelasan dari QS 8: 45-47. Tapi sungguh, Al Quran itu memang obat yang makjleb di hati. Sungguh langsung mengena pada diri seorang penulis seperti saya yang kadang dihantui rasa lelah. InsyaAllah, tidak ingin meninggalkan dunia kepenulisan (karena saya cinta dan merasa menulis adalah katarsis). Tapi, salah satu kekalahan kita adalah semakin malas dan jauh dari target-target menulis. Apa sih sebetulnya isi QS 8 : 45 -47? Sebetulnya surat ini banyak berisi penjelasan peperangan di zaman Rasulullah. Kalau begitu, apa relevansinya dengan zaman sekarang? Kita sudah tidak punya musuh Belanda, Portugis, Jepang lagi. Coba deh, baca lagi dan akan se...
Memahami Kembali Syariat Islam

Memahami Kembali Syariat Islam

Hikmah, Pojok
Penulis pernah mendapat pertanyaan, kenapa dalam Islam banyak sekali ajaran yang membingungkan, kerap terjadi perbedaan pendapat. Bahkan dalam ritual ibadahnya sendiri ada beberapa yang berbeda, semisal ada yang qunut ada yang tidak. Juga masih banyak yg lain. Bukankah dengan ini Islam itu tampak sebagai suatu agama yg sepertinya ambigu, satunya melarang, satunya membolehkan. Ulama'-nya tidak satu suara. Pertanyaan di atas jika digiringkan kepada muslim yang awam tentu saja akan menimbulkan kebingungan bahkan bisa jadi keraguan (tasykik). Dan secara logika, muslim yang awam yang tidak tahu dengan jelas peta syariat (kecuali hanya mengikut saja), pertanyaan di atas cukup "masuk". Namun, benarkah ajaran Islam seperti itu? Ambigu sebab banyaknya perbedaan pendapat bahkan madzhab-madzhab? "Isl...
Hukum Menulis Cerpen

Hukum Menulis Cerpen

Kepenulisan, Pojok
Sebagai penikmat sastra –dan kadang-kadang iseng menulis karya sastra– pernah terlintas di benak saya bagaimana hukum menulis cerpen (apalagi novel)? Bukankah ada seperti unsur membohongi gitu? Menulis cerpen itu kan mengarang (insya') dan mengarang itu kan mengada-ada –heheh–, apa nggak "ngapusi", membohongi? Kan tokoh-tokohnya, kejadiannya, latar belakangnya, tempat kejadiannya; bias jadi rekaan semua,walau diangkat dari kejadian sehari-hari dengan merubah pelakunya. Hal ini pernah merisaukan pikiran saya lumayan agak lama, sebelum saya mendiskusikannya dengan beberapa Guru-Guru Besar saya yang masing-masing memberikan jawaban berbeda sesuai dengan wijhah nadhor (sudut pandang) masing-masing, meski inti jawaban adalah sama. Cerpen, dalam istilah Arab disebut "Riwayah" atau "qisshoh qos...
Perempuan dalam Syariah (Bag 3)

Perempuan dalam Syariah (Bag 3)

Hikmah, Pojok
Wanita Lebih Religius Dibanding Pria Secara umum, sebenarnya wanita lebih care terhadap urusan agamanya dibanding pria. Fitrah penciptaan wanita yang memang berkarakter penuh kasih sayang, lembut dan selalu menggunakan perasaan dalam bersikap yang sepertinya membuat mereka secara naluriah lebih dekat dengan ritual keagamaan dan membuat mereka lebih religius daripada laki-laki. Maka tak mengherankan jika Majelis-Majelis ta'lim, atau pertanyaan-pertanyaan seputar religi yang banyak mengisi dan mengirim adalah kaum wanita. Dan sangat tampak sekali kesemangatan mereka untuk belajar dan tahu lebih banyak tentang agama yang dipeluknya, di samping rasa takut mereka pada kehidupan berikutnya yang lebih kuat dibanding pria. Hal ini juga yang membuat sebagian besar para Pengajar dan Pendidik kehidu...

Pin It on Pinterest