BPP Pojok

PANTUN MENULIS (DIRI)

pantun-1-728/1/

Jangan menangis dikala susah
Susah sedikit hadapi saja
Jadi penulis cukuplah mudah
Asal kreatif dan takhenti baca

/2/
Menangislah dini hari
Hatimu akan terasa tentram
Menulislah dari hati
Karyamu akan terbaca dengan dalam

/3/
Rentetan ujian pastilah tiba
Siapkan jiwa tukhadapinya
Catatan harian kau tulis saja
Endapkan segala pengalaman yang ada

/4/
Melangkah itu redamkan gelisah
Biar takmalas di saat susah
Tangkaplah ide di mana saja
Karna ia tak jelas kapan datangnya

/5/
Mengemislah tanpa ragu pada Tuhan-Mu
Dengan penuh serah jangan pernah setengah-setengah
Tuliskan tanpa ragu kata pertamamu
Jangan takut salah jangan takut berhenti di tengah-tengah

/6/
Menangislah atas segala dosamu.
Berkacalah agar semakin yakin langkah baikmu.
Menulislah dari apa yang engkau tahu.
Membacalah agar engkau semakin banyak tahu.

/7/
Manis kehidupan adalah rupa ujian
Hatilah yang harus selalu sadar menempatkan.
Jenis tulisan adalah cara penyampaian.
Pilihlah yang membuatmu merasa nyaman.

/8/
Gejolak jiwa kau nikmati saja
Mengenyamnya kan buatmu dewasa.
Ide “gila” kan datang jua
Saat kau merdeka memikirkannya

/9/
Dunia kadang menyajikan derita.
Menepilah sebelum menaklukkannya.
Ide takkan pergi kemana
Segeralah engkau mecatatkannya.

/10/
Dalam kalut pandanganmu samar.
Ambil jeda untuk memfokuskannya.
Jangan takut idemu sama
Yang buat beda cara penggarapannya

/11/
Kadang hidup jadi penjaramu.
Maniskan ia dengan tunas-tunas ikhlas.
Kau dan hidupmu adalah ide pertamamu
Tuliskan ia sampai tuntas sampai puas.

/12/
Mengais pinta kadang terasa naif.
Memelas ampunan sering hanya saat diuji saja.
Menulis adalah tindakan kreatif.
Kreativitas adalah proses panjang bak menempa baja.

/13/
Bila hidupmu terperangkap penyesalan.
Hadapilah ia dengan prasangka baikmu.
Jika kau telah menangkap gagasan.
Hidupkanlah ia dengan kerangka tulisanmu.

/14/
Kala kau lelah dan merasa terkubur kegagalan,
yakinlah waktu tetap menunggumu atas izin- Nya.
Jika kau telah menghidupkan gagasan
Ia akan menuntunmu untuk segera menuliskannya.

/15/
Ada kalanya masalah hidup itu mencerahkan.
Menangkis banalitas yang menggerus kewarasan.
Ide adalah sesuatu yang menggerakkan
Menulis adalah aktivitas yang harus digerakkan

/16/
Layaklah berkaca saat kau merasa takberdaya
Terpaan datang agar semangatmu trus nyala.
Banyaklah membaca biar tulisanmu kaya
Tulisan kaya akan membuatmu mendulang makna

/17/
Jangan merasa kau aman-aman saja
Iman menipis saat hatimu krisis
Dengan membaca kau akan terbaca
Dengan menulis kau takmudah terkikis

/18/
Mendambalah, kau akan optimis
Optimislah, kau akan jadi juara
Membacalah, kau akan menulis
Menulislah, kau akan membaca

/19/
Menangis bukan hanya menyangkal bala
Menangis adalah menjernihkan jiwa
Menulis bukan hanya merangkai kata
Menulis adalah menyematkan makna

/20/
Kuyup akan makna buatmu dewasa
Akan kau tepis segala godaan karenanya
Hidup di dunia hanya mampir saja
Dengan menulis kau memperpanjang usia

Bersambung ….

*M. Irfan Hidayatullah lahir di Tasikmalaya, 3 Maret 1973. Saat ini penulis tercatat sebagai mahasiswa S3 Pascasarjana Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI setelah pada tahun 2006 ia raih gelar magister Humaniora di tempat yang sama. Keseharian Irfan selain bekerja juga berkomunitas di Forum Lingkar Pena dan Komunitas Sabtu Buku.

Related posts

Inilah Program Ekstensifikasi dari Jaringan Wilayah di Triwulan Kedua 2018

Irfan Azizi

Adakah yang Lebih Besar?

Aulia Rahim

Ihwal Jarwil dan Dua Divisi di Bawah Kathar 1

Irfan Azizi

Leave a Comment