Jumat, November 28Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Ketum

Belajar dari Gelas China, Keberanian untuk Hadir Menyelesaikan Masalah

Belajar dari Gelas China, Keberanian untuk Hadir Menyelesaikan Masalah

Ketum, Pojok
Catatan Nafi’ah al-Ma’rab (Ketua Umum Forum Lingkar Pena) Pernahkah kita memerhatikan bentuk gelas China? Ya, gelas ini tidak memiliki gagang di bagian tepinya. Dibiarkan bulat begitu saja dan diisi dengan cairan hangat atau panas untuk dinikmati. Pada umumnya gagang pada cangkir atau gelas digunakan untuk menjadi isolator panas pada cairan yang ada di dalam bulatan cangkir. Supaya bisa panas tidak begitu terasa, dipegang lebih aman, dan cairan bisa diminum perlahan-lahan. Namun, tidak demikian dengan gelas China. Tidak ada gagang, jadi kalau mau minum ya terpaksa harus dipegang bagian bulatannya. Panas akan terasa secara langsung tanpa adanya isolator di bagian tepinya. Apa maknanya? Gelas China ini mengajarkan kita untuk berani hadir merasakan sesuatu secara langsung. Saat tanga...
Revisi Undang-Undang Sisdiknas, Sastra Belum Masuk Sekolah

Revisi Undang-Undang Sisdiknas, Sastra Belum Masuk Sekolah

Ketum, Pojok
  Catatan Nafi’ah al-Ma’rab (Ketua Umum Forum Lingkar Pena)   Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI saat ini sedang dalam proses revisi Undang-Undang Sisdiknas No 20 tahun 2003. Pengesahan undang-undang kabarnya akan ketok palu pada 10 Desember 2025 mendatang. Ada hal menarik yang perlu dicermati dalam salinan undang-undang yang beredar dan bisa diakse publik tersebut yakni pada Pasal 37 ayat 1 menyebutkan poin-poin pelajaran apa saja yang diwajibkan di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ada sebanyak 10 pelajaran yang diwajibkan di sana, tetapi secara tersurat tidak ada poin ‘sastra’. Pada poin C tertulis pembelajaran ‘bahasa’ yang idealnya dihubungkan dengan sastra, menjadi ‘bahasa dan sastra’. Sebagai penggiat sastra di Indonesia, kita tentu saja mengharapkan r...
Mengenal Nafi’ah Al-Ma’rab: Ketua Umum BPP FLP 2025 – 2029

Mengenal Nafi’ah Al-Ma’rab: Ketua Umum BPP FLP 2025 – 2029

Ketum, Pojok
Nafi’ah Al-Ma’rab merupakan nama pena dari Sugiarti, S.Si., M. I. Kom. Ia lulus sebagai Sarjana Sains dari Universitas Riau. Namun, kecintaannya pada dunia kepenulisan dan sastra membuatnya lebih dikenal sebagai seorang penulis. Tulisan-tulisan Nafi’ah telah bertebaran di berbagai media, seperti Kompas, Riau Pos, Batam Pos, Tanjung Pinang Pos, Lampung Pos, Majalah Sabili, Magrib.Id, dan lainnya. Karya bukunya di penerbit nasional di antaranya ialah Novel Suraya: Perempuan Bermata Syair (Bhuana Ilmu Populer, Gramedia), Novel Luka Perempuan Asap (Tinta Medina, 2017), Novel Jodohku dalam Proposal (Tinta Medina, 2016), Novel Lelaki Pembawa Mushaf (Tinta Medina, 2016), Buku Nikah Aja Biar Kaya (Penerbit Qibla, 2018), dan lainnya. Nafi’ah telah meraih berbagai penghargaan di dunia kepenuli...
Menumbuhkan Semangat Pengorbanan dalam Berorganisasi

Menumbuhkan Semangat Pengorbanan dalam Berorganisasi

Ketum, Pojok
Catatan Nafi’ah al-Ma’rab Di sebuah kegiatan pelatihan penggiat literasi Balai Bahasa Provinsi Riau, seorang narasumber pernah berkata, “Hidupkan literasi, jangan Anda mencari hidup dari literasi,” katanya. Saya saat itu yang juga berstatus narasumber ikut tersenyum dan mengiyakan. Benar, di manapun posisi kita, menumbuhkan semangat berkorban itu menjadi energi ikhlas dalam bergerak. Itulah yang akan membuat kita bertahan dalam sebuah proses. Mengembangkan literasi ini memang pekerjaan seumur hidup, sebab pengetahuan itu tidak ada limitnya. Dalam Islam, sejak awal agama ini diturunkan kita sudah dididik untuk berliterasi, ‘iqra, bacalah.’ Sedangkan kita di Indonesia, geliat literasi secara resmi digulirkan pemerintah dalam skala nasional ini baru dimulai sebagai gerakan di tahun 2...
Pidato Ketua Umum FLP Terpilih Periode 2025-2029

Pidato Ketua Umum FLP Terpilih Periode 2025-2029

Ketum, Pojok
  mâ ashâba mim mushîbatin illâ bi'idznillâh, wa may yu'mim billâhi yahdi qalbah, wallâhu bikulli syai'in ‘alîm Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.   Saudara-saudara literasiku sebangsa dan setanah air Hari ini, bertepatan tanggal 18 Oktober 2025, sebuah kerja besar akan kita mulai. Saya pribadi, seorang anak Melayu dari sebuah kampung tersuruk di pedalaman Riau, Sumatra sana diberikan amanah dan tanggung jawab yang membuat saya menangis cukup lama. Tidak pernah terbersit sedikit pun amanah ini akan ditumpukan kepada saya, tetapi Allah menghendakinya, dan Allah menginginkan saya dan kita semua beker...
Pernyataan Sikap FLP Terkait Penolakan Kehadiran Timnas Israel di Indonesia dalam Piala Dunia FIFA U20 2023

Pernyataan Sikap FLP Terkait Penolakan Kehadiran Timnas Israel di Indonesia dalam Piala Dunia FIFA U20 2023

Berita, Ketum, Pojok
  Perkembangan Palestina Terbaru Hingga saat ini, kondisi di Palestina masih mengalami penindasan dan kesewenang-wenangan. Berita terbaru, Mayada Al Dabeek meminta kepada otoritas Israel agar memberikan jenazah putranya, Mohammad al Dabeek, 18 tahun yang tewas ditembak (BBC Indonesia). Penembakan, pembunuhan, penggusuran, penangkapan, pemenjaraan, kesewenang-wenangan menjadi ancaman keseharian bangsa Palestina di bawah cengkraman zionisme. Menurut laporan aljazeera.com, sepanjang Maret 2023, Israel telah membunuh 83 warga Palestina di Tepi Barat dalam berbagai konflik yang melibatkan warga sipil. Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati bangsa Palestina. Bantuan baik moril dan materiil selalu digaungkan bagi perjuangan bangsa yang hingga saat ini masih menderita di baw...
Kembali Fitri, Bukan Kembali Nol

Kembali Fitri, Bukan Kembali Nol

Ketum
  Oleh S. Gegge Mappangewa Ramadan sebagai titimangsa pasti akan berlalu, seperti kepastiaannya akan datang lagi meski tak ada jaminan kita akan bertemu kembali sebelas bulan ke depan. Namun, Ramadan sebagai bulan puasa akan selalu ada bagi yang terbiasa puasa sunnah. Ramadan sebagai bulan Al-Qur’an tak akan pernah pergi dari orang yang tetap punya waktu untuk mengaji. Ramadan akan selalu ada bagi jiwa yang karakternya senang berinfak. Di luar Ramadan masih bisa salat malam. Beberapa ladang-ladang pahala di bulan Ramadan tetap terbuka lebar untuk digarap di luar Ramadan. Bedanya hanya ada pada kelipatan pahala. Seperti kelipatan diskon belanja yang banyak promo di Ramadan. Jika di luar Ramadan kita tetap gila belanja meski tanpa promo diskon, sejatinya begitu pun dengan ketaatan...
Sinta Yudisia: Pahlawan Bagi Diri Sendiri

Sinta Yudisia: Pahlawan Bagi Diri Sendiri

Ketum, Pojok
And then a hero comes along With the strength to carry on And you cast your fears aside And you know you can survive     So when you feel like hope is gone     Look inside you and be strong     And you'll finally see the truth     That a hero lies in you Anda mungkin pernah dengar penggalan lagu Mariah Carey berjudul Hero. Selain lagu; segala hal terkait hero atau pahlawan pernah kita tonton, baca, pelajari. Tak henti-henti Hollywood membuat berbagai macam film hero berdasar komik, lengkap dengan sekuel dan spin-offnya. Masing-masing negara membangun persepsi pahlawan tergantung budaya yang dimiliki. China sering menghadirkan pahlawan lewat tokoh-tokoh kungfunya. Korea menghadirkan pahlawan dalam dunia yang lebih realistis : lelaki yang diidamkan banyak orang karena kehalusan budi pek...
Sumpah Pemuda, Konflik Horizontal, Common Will

Sumpah Pemuda, Konflik Horizontal, Common Will

Ketum, Pojok
Oleh: Afifah Afra* Ketika baru memasuki bangku kuliah, lebih dari dua dekade silam, saya ditawari bergabung di sebuah organisasi mahasiswa yang berbasis daerah asal. Karena merasa membutuhkan informasi dari teman-teman sedaerah, penulis pun memutuskan untuk bergabung. Ternyata, organisasi semacam itu cukup banyak bertumbuhan di kampus, dan biasanya cukup eksis. Mulai dari Sumatera, Jawa hingga Maluku dan Papua. Ada pula yang berbasis suku, atau sub suku. Awalnya saya mengira hal tersebut wajar-wajar saja. Sampai pada suatu malam, ada sebuah siaran di radio yang menyentakkan kesadaran saya. Sang narasumber saat itu mengatakan, “Sungguh aneh mahasiswa saat ini. Jika dahulu, saat pergerakan nasional, organisasi-organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes dan sebagain...

Pin It on Pinterest