Sabtu, Maret 14Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Karya Anggota

FLP: Laboratorium Karya

FLP: Laboratorium Karya

Opini
Sahabat, bagaimanakah pikiran kita ketika pertama kali mendengarkan kata laboratorium? Tentu, bagi kita yang sudah sering melakukan praktikum tidak asing lagi dengan yang namanya laboratorium. Sebuah tempat yang tertutup. Memuat berbagai macam jenis alat-alat percobaan yang akan digunakan untuk membuktikan suatu penelitian yang kelak akan menjadi bukti akan kebesaran-Nya. Masih ingatkah kita dengan orang-orang yang pernah dilabeli oleh masyarakat dahulu sebagai ‘orang gila’. Orang yang memiliki impian yang berawal dari percobaan-percobaan yang mereka lakukan di laboratorium yang waktu itu orang-orang berpikir mustahil akan tercipta hal-hal yang ‘orang gila’ tersebut impikan. Beranjak dari laboratorium itulah mereka membuktikan kepada dunia akan maha karyanya yang diakui hingga sekarang. Wa...
FLP: Berbakti, Berkarya dan Berarti

FLP: Berbakti, Berkarya dan Berarti

Opini
FLP.or.id,- FORUM LINGKAR PENA (FLP) merupakan komunitas (calon) penulis, pembaca dan pencinta dunia literasi yang didirikan oleh Helvy Tiana Rosa dan kawan-kawannya pada 22 Februari 1997. Artinya pada 22 Februari 2014 ini menginjak remaja dan sudah berusia 17 tahun; sweetseventeen. Usia 17 tahun merupakan angka yang dianggap spesial. FLP bagaikan anak remaja dan akan menginjak masa kedewasaan. Ide pendirian FLP berasal dari diskusi tidak formal para alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Mendesaknya kebutuhan umat akan bacaan yang baik serta banyaknya pemuda yang memiliki potensi dalam bidang kepenulisan tanpa tersalurkan menjadi alasan terbentuknya FLP. Hingga saat ini FLP sudah tersebar di 31 wilayah propinsi.  Kalimantan Barat termasuk salahsatunya dan juga sudah dibentuk di ber...
Menunggu

Menunggu

Puisi
Menunggu... Panggilan berseru... Terburu, Cemburu..   Membisu... Dingin yang membeku, Disaat mulai melaju, Ke tempat yang dituju...   Baling-baling menderu... Bisu, Haru, Di dalam ruang besi yang kaku...   Ohh, Pesawatku... Terbangkan Aku, Menuju Mimpi... dan, Citaku.       Salam Hangat, Aulia Prasetioadi Citilink QG971 PDG-CGK 9/10/14   Aulia Prasetioadi adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta, penyuka puisi, filsafat dan sastra. Aulia tinggal di Jakarta
FLP dan Fitrah Perubahan

FLP dan Fitrah Perubahan

Opini
Bagiku, FLP adalah air dalam kehidupan. Ia merupakan sesuatu yang dapat memberikan nutrisi hidup, khususnya bagi orang yang berkecimpung di dalamnya. Menjaga orang-orang untuk tetap konsisten dalam memaknai langkah hidup bersama, memelihara kejernihan iman di dalam setiap gores karya dan senantiasa melakukan proses perbaikan. Sekumpulan pembelajar yang sedang melakukan proses perbaikan. FLP bukan sekedar komunitas biasa. Ia adalah keluarga, bagian dari peradaban. Terlalu sederhana jika kita mengatakan bahwa FLP hanya sekedar komunitas penulis. Terlalu sempit ketika orang-orangdi dalamnya hanya termotivasi menjadi penulis bahkan menjadi seorang pengrajin buku sekalipun. Karena FLP adalah komunitas karya. Ia menjadi tempat berkumpul para pembelajar untuk beredar bersama dan menghasilkan kary...
Adakah Teladan Untuk Indonesia?

Adakah Teladan Untuk Indonesia?

Opini
Ketika mencoba mengurai benang kusut bertajuk Indonesia, selama ini saya selalu melontarkan bahwa dasar peliknya masalah di Indonesia adalah miskinnya teladan di Indonesia. Bagaimana tidak, para pemimpin yang seharusnya memberi teladan pada masyarakat ternyata satu demi satu terkena masalah. Mulai dari anggota dewan yang mengkhianati suara konstituennya, hakim yang menerima suap, sampai pemangku eksekutif yang alih-alih membangun negeri, malah membangun dinasti politik. Kerajaan Republik Indonesia, demikian seloroh pahit saya saat menyebutkan fenomena dinasti politik itu. Praktek yang sudah terjadi sejak lama, dan jamak di berbagai penjuru nusantara. Akhir-akhir ini saja media menyorot, itu pun terbatas di Banten. Bagaimana kabar dinasti politik di Jakarta? Miskinnya keteladanan, menjadi p...
Haruskah Menunggu “Risma” Berikutnya?

Haruskah Menunggu “Risma” Berikutnya?

Opini
Semalam (12 Februari 2014), saya menyaksikan Mata Najwa yang menampilkan sosok Bu Risma. Selama ini saya sudah cukup sering mendengar kiprah beliau. Kebetulan, ada beberapa rekan yang tinggal di Surabaya dan dari mereka, saya mendengar prestasi-prestasi luar biasa dari Bu Risma. Namun tetap saja, semalam saat menyaksikan Mata Najwa, saya terkesima dengan sosok seorang Tri Rismaharini. Saya pun membuat status di facebook, dan banyak teman yang sependapat dengan status saya. Kabarnya, di jagad twitter pun banyak yang mengkicaukan apresiasi pada beliau. Pagi ini, saya menemukan dua artikel menarik. Artikel-artikel ini menggambarkan betapa sosok seorang Risma yang berhasil mengubah Surabaya tidak lahir dalam semalam. Ia pun tidak lahir dengan dukungan dan puja-puji elemen politik lain di Surab...
Rekam Jejak Kemelut 1998

Rekam Jejak Kemelut 1998

Resensi
Putri adalah anak walikota Malang. Meski begitu, Putri tidak suka kalau orang-orang tahu identitasnya sebagai anak pejabat. Ia ingin lebih dikenal sebagai gadis biasa saja. Karena itu, Putri suka menghindari dari teman-teman yang bergaya hidup glamor dan hura-hura. Putri lebih senang bergaul dengan teman-teman aktifis seperti Neno, Heni, Marzuki, Gundul, Rudi, dan Zizi. Meskipun Putri termasuk generasi apolitik, ia tidak menghindar dari diskusi panas soal keadaan politik Indonesia, termasuk mengenai kekuasaan Suharto yang sudah lebih dari tiga dasawarsa. Belakangan, Putri penasaran ingin membaca roman-roman karya Pramoedya Ananta Toer yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah kala itu. Di sisi lain, Putri memiliki hubungan yang akrab dengan kedua orangtuanya: Suwarno dan Ninik. Di mata Put...
Ice Cream

Ice Cream

Cerpen
There was nothing special about me. I did not have much to tell you except the fact that I am a thirteen year-old boy who was crazy about ice cream. Yes. I liked ice cream very much. Chocolate, strawberry, vanilla, any tastes of ice cream that I could find in the small town I was living in. I’d like to eat ice cream in any kind of seasons; raining or shining, it had no difference for me. Shortly, I was an ice cream boy, just like what my friends called me. At first my mom prohibited me consuming ice cream too much. “It is not good for your health, “She said. But you see, I could not help myself to stop eating ice cream. I did not waste another minute as I saw the sweet melted frozen cream was served in front of me. I would definitely enjoy it right away. As every teenager in this town, I w...

Bijak Berumahtangga Melalui Cerita

Resensi
Sakinah Bersamamu merangkum 16 cerita pendek karya Asma Nadia dari rentang tahun 2001 sampai dengan 2010. Sebagian besar dari cerita pendek yang ada dalam buku ini, sudah pernah dimuat di buku-buku Asma Nadia yang lain, seperti Rembulan di Mata Ibu, Meminang Bidadari, Cinta Tak Pernah Menari, Jadilah Istriku, Cinta Laki-laki Biasa, dan sebagainya. Satu cerita yang betul-betul baru adalah cerita pendek berjudul Sakinah Bersamamu. Selain itu, ada sebuah cerita pendek lain sumbangan peserta terbaik Asma Nadia Writing Workshop yang diselenggarakan di Jakarta pada 24 Juli 2010. Cerita pendek tersebut berjudul Kalung, karya Galuh Chrysanti. Seluruh cerita pendek dalam buku ini berbicara tentang problematika hidup berumah-tangga. Di antaranya mengenai perbedaan karakter suami-istri, perselingkuha...
Humaira

Humaira

Cerpen
Humaira, gadis cilik berusia 12 tahun itu meringkuk ketakutan seraya memeluk Umar, adiknya yang masih berusia lima tahun. Mereka bersembunyi di dalam almari dapur rumahnya yang gelap tanpa listrik. “Kakak, aku takut sekali...” Umar berbisik pelan. Tubuhnya menggigil ketakutan dan ia mulai menangis. “Sst... diamlah Umar, jangan menangis,” Ia membekap mulut Umar ”Nanti kita bisa ketahuan.” Brak! Bug! Suara-suara keras pintu- pintu dibanting, diriingi derap langkah kaki bersepatu boot. Langkah-langkah berat itu semakin lama semakin mendekat. Mereka berdiri di depan lemari tempat Humaira bersembunyi. Humaira terus berdo’a di dalam hati, “Ya Allah, lindungilah kami dari kejahatan makhlukMu.” Mereka menyenter seluruh bagian ruangan. Prang! Piring-piring di dapur berjatuhan. Humaira, mengintip da...

Pin It on Pinterest