Selasa, Januari 13Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Opini

Muslim Kelas Menengah Dalam Tiga Puisi Mustofa Bisri (1/7); Pengantar

Muslim Kelas Menengah Dalam Tiga Puisi Mustofa Bisri (1/7); Pengantar

Kritik Sastra, Opini
Oleh TOPIK MULYANA, FLP.or.id - Seiring runtuhnya Orde Baru dan lajunya reformasi, berbagai pandangan hidup atau ideologi pun mengemuka. Di antara ideologi tersebut, yang berkembang pesat adalah ideologi berbasis keagamaan, dalam hal ini Islam, memiliki basis massa yang besar (Al-Zastrouw, 2006: 2). Hal itu terutama terjadi di kota yang masyarakatnya tidak memiliki basis ilmu agama, namun memiliki semangat yang kuat dalam beragama. Gejala yang menonjol dari maraknya penganutan ideologi ini adalah terjadinya kompetisi antara penganut Islam ideologis dan pihak-pihak di luarnya, baik dengan sesama penganut agama Islam maupun dengan non-penganut Islam, dalam memperebutkan kekuasaan politik. Para ilmuwan muslim menyebut ideologi sejenis ini disebut Islam Politik, Islam Ideologis, Islam Radikal,...
Ma’rifat Danarto

Ma’rifat Danarto

Opini
Oleh YANUARDI SYUKUR, FLP.or.id - Pada sebuah sore, Selasa (10/4/2018) tersebar berita bahwa sastrawan Danarto (77 tahun) ditrabrak motor di dekat kampus UIN Ciputat. Tubuhnya kemudian dibawa ke RS Fatmawati. Kritis. Tak lama kemudian dia pergi untuk selamanya. Menurut berita, istri Danarto sudah tiada. Dia juga tidak punya anak. Keluarganya yang di Jakarta juga tidak diketahui. Orang-orang hanya tahu, Danarto lahir di Sragen Jawa Tengah. Sebagai penulis, saya sering mendengar nama Danarto. Kendati saya tidak bisa menulis fiksi, tapi karya fiksinya membuat saya tertarik untuk beli. Di sebuah siang di Masjid UI Depok, saya lihat buku merah judulnya "Ikan-Ikan dari Laut Merah." Saya tidak bisa fiksi, tapi saya penasaran isi buku itu. Dalam cerpen tersebut, Danarto membahas tentang tawaka...
Cadar dan Stigma Radikal

Cadar dan Stigma Radikal

Opini
Oleh ANUGRAH ROBY SYAHPUTRA (Ketua FLP Wilayah Sumatera), FLP.or.id - Pro dan kontra terhadap penggunaan cadar bukanlah barang baru. Muslimah yang memakai niqab sejak era pra reformasi sering mendapat diskriminasi di lapangan. Mulai dari dicibir sebagai ninja, mumi, hantu hingga dituduh sebagai pengikut aliran sesat. Hal ini setali tiga uang dengan tudingan serupa terhadap pengenaan jubah, sorban dan jenggot. Namun seiring bergulirnya waktu, nafas revivalisme Islam berdenyut di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali republik kita tercinta. Jika dulu jilbab sempat dilarang digunakan pelajar di sekolah-sekolah negeri, maka pada 1980-an akhir sudah terjadi apa yang disebut Alwi Alatas sebagai revolusi jilbab. Bahkan pasca tumbangnya Orde Baru, gelombang hijabisasi terus bergerak kencang. Mena...
LITERASI BERKEADABAN; Membangun Budaya Ilmu yang Beradab*

LITERASI BERKEADABAN; Membangun Budaya Ilmu yang Beradab*

Opini
Oleh DR. ADIAN HUSAINI**, FLP.or.id - Ada yang menyebutkan definisi “literasi” sebagai berikut: “Kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat."  (http://www.komunikasipraktis.com/2017/04/pengertian-literasi-secara-bahasa-istilah.html). Definisi “literasi” ini semakna dengan definisi “Budaya Ilmu” yang digagas oleh pakar pendidikan Islam internasional, Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud: “Budaya ilmu antara lain bermaksud kewujudan satu keadaan yang setiap lapisan masyarakat melibatkan diri, baik secara langsung mahupun tidak langsung, dalam kegiatan keilmuan bagi setiap kesempatan. Budaya ilmu juga merujuk kepada kewujudan satu keadaan yang segala tindakan manusia baik di ta...
FLP Jaya Sepanjang Masa

FLP Jaya Sepanjang Masa

Opini
Oleh Akbar Baehaqi, Anggota FLP Maluku - Problematika umat manusia ini begitu rumit, bak benang kusut yang harus diurai satu per satunya. Aspek problemnya pun begitu kompleks sungguh membutuhkan waktu yang begitu banyak untuk menyelesaikannya. Sayangnya waktu manusia begitu terbatas, sementara masalah terus meradang sepanjang kehidupan. Peran-peran para pengayom dan penanggung jawab kehidupan umat belum mampu menjawab segala kerumitan itu. Sementara keadilan dan pemerataan kesejahteraan umat menjadi tuntutan. Umat begitu mengharapkan datangnya jawaban atas problematika-problematika kehidupan. Disaat para pemangku jabatan belum mampu menjulurkan tangan sampai ke pelosok negeri ini. Maka hadirlah sesosok kelompok yang ambil andil dalam perubahan yang dikenal dengan FLP (Forum Lingkar Pena)....
Pesan Maxwell Untuk Ketua Umum FLP 2017-2021: Afifah Afra

Pesan Maxwell Untuk Ketua Umum FLP 2017-2021: Afifah Afra

Opini
John Calvin Maxwell (lahir 1947), penulis Amerika yang spesialis membahas soal kepemimpinan memiliki sebuah kutipan menarik berbunyi, "A Leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way." Pemimpin, tulis dia, adalah orang yang mengetahui jalan, berjalan di jalannya, dan menunjukkan jalan. Sebagai ketua umum FLP yang terpilih secara demokratis pada Munas IV FLP (4/11), dalam konteks kepemimpinan diharapkan telah mengetahui jalan-jalan kepemimpinan, berjalan di jalanan yang telah tersedia, dan menunjukkan jalan kepada kader FLP untuk memberikan yang terbaik untuk lembaga ini. Seorang pemimpin perlu mengetahui secara persis jalanan yang hendak dilaluinya. Jalanan yang akan ditempuh oleh FLP tidak semuanya sama: ada yang mulus, berliku, bahkan terjal. Mereka yang beraktivitas d...
5 Hal yang (Mungkin) Buruk yang (Mungkin) Terjadi pada Penulis

5 Hal yang (Mungkin) Buruk yang (Mungkin) Terjadi pada Penulis

Karya Anggota, Opini
Di luar kebanggaan, sisi humanis dan kesabaran yang biasanya melekat pada diri penulis; ada beberapa hal (yang mungkin) buruk yang mungkin menghampiri seseorang ketika ia memutuskan menajdi penulis. Hal ini harus disadari sejak awal, agar orang tak hanya memikirkan hal muluk-muluk ketika menjadi penulis. 1. Perjalanan panjang, mungkin seumur hidup Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk jadi penulis mahir? 3 bulan, 6 bulan, 2 tahun? Ketika bukunya telah terbit 5 atau 10? Atau setelah ia mengikuti workshop selama puluhan jam? Saya ingin sedikit bercerita. Salah satu impian saya adalah jadi penulis buku anak-anak. Entah karena masa kecil saya terlalu bahagia atau malah kelewat sengsara hahaha. Yang pasti, senang sekali menonton film yang berkisah tentang anak-anak seperti Heidi, Little Hous...
Maukah Kamu Jadi Penulis?

Maukah Kamu Jadi Penulis?

Karya Anggota, Opini
Tidak ada universitas yang khusus memiliki fakultas atau jurusan yang mencetak seseorang menjadi penulis. Bahkan fakultas FIB sekalipun, tidak secara otomatis membuat mahasiswanya mengambil profesi penulis sebagai pekerjaan hidupnya. Penulis adalah pekerjaan lepas yang benar-benar ‘lepas’ : hanya orang-orang yang benar-benar niat jadi penulis, akan menjalani profesi sebagai penulis dengan segala lika likunya. Bertahun-tahun lalu, di era tahun 2000an, saat novel dan kumpulan cerpen di tanah air meledak penjualannya; orang ramai-ramai ingin jadi penulis. Pelatihan-pelatihan digelar dan pesertanya mengalir deras. Sekarang, acara-acara kepenulisan sepi peminat. Bedah buku jarang dihadiri khalayak. Orang enggan mengirimkan cerpen ke koran-koran atau majalah. Alasannya : menulis susah-susah, la...
Duka (Ridha) Sedalam Cinta

Duka (Ridha) Sedalam Cinta

Karya Anggota, Opini
Di antara yang membekas dalam benak penonton film Duka Sedalam Cinta adalah salah satu OST-nya, berjudul Jalan yang Kupilih. Lagu ini diaransemen oleh Dwiki Dharmawan dari puisinya Helvy Tiana Rosa. Lalu disenandungkan langsung oleh Hamas Syahid selaku pemeran Mas Gagah. Bagi saya, "Jalan yang Kupilih" telah cukup menyimpulkan pesan yang hendak diantarkan oleh film Duka Sedalam Cinta. Yaitu tentang Cinta dan Keridhaan. Bahkan bukan tentang duka itu sendiri sebagaimana tertera pada judul filmnya. Benar bahwa hidup ini tentang cinta, dan karena cintalah kita harus memilih. Memilih untuk bermakna. Sebab bila sungguh cinta, maka mestinya dapat bermakna. Dan cinta sejati akan menghantarkan ridha. Benar. Semua dalam diri dan dunia ini akan pergi. Yang abadi hanya iman dan amal diri. Inilah ya...
Menulis Selera Dunia Rasa Akhirat

Menulis Selera Dunia Rasa Akhirat

Opini
Sebentar lagi FLP akan mengadakan Munas yang keempat. Ini munas perdana bagi saya. Di tengah ingar bingar calon ketua FLP yang baik mencalonkan diri, diam-diam dicalonkan, atau mau nyalon tapi malu, dan ada niat nyalon tapi tidak untuk sekarang. Apapun itu yang melatarbelakangi, saya berharap semua berangkat dari niat yang suci nan tulus. Bukan sebagai jalan melancarkan misi pribadi, efeknya akan terlihat pencitraan yang dibuat-buat. Dan akan sangat merugikan, walau secara biografi sangat potensial. FLP sekarang ini, tidak hanya memerlukan leader yang bisa menjadi contoh dalam karya-karyanya. Jauh lebih dari itu yang bisa membawa angota-anggotanya sebagai insan-insan literasi yang membumi dengan akhlak baik sebagai penyeru kebaikan atau da'i bertinta emas. Di sebuah cabang, pelosok sekali ...

Pin It on Pinterest