Sabtu, Mei 14Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Tag: FLP Cabang Bandung

“7 Formula Agar Buku Pertama Jadi Best-Seller” Dibahas di Kajian Pekanan FLP Bandung

“7 Formula Agar Buku Pertama Jadi Best-Seller” Dibahas di Kajian Pekanan FLP Bandung

Berita, Kepenulisan, Pojok
BANDUNG, FLP.or.id – Sabtu (1/10), Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Bandung mengadakan kajian pekanan dengan tema “Belajar Nulis Novel Pertamaku dari Novel-novel Best Seller’ bersama Mahab Adib Abdillah, penulis novel ‘Ramadhan Terakhir Ludwig’ dan kumpulan cerpen (kumcer) ‘Cinta dalam Tumpukan Jerami’, di Selasar Timur Masjid Salman, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan sebagai upaya peningkatan wawasan kepenulisan atau literasi di kalangan penulis maupun calon penulis. Pada kesempatan itu, Kang Ujo (panggilan akrab pemateri) menyampaikan banyak hal seputar dunia kepenulisan dan penerbitan kepada para peserta. Diawali dengan diskusi tentang para penulis yang karya pertamanya langsung melejit alias laku keras di pasaran. Antara lain: Ahmad Fuadi penulis ...
Dua Novel Sekaligus! Inilah Karya Penulis Asal FLP Cabang Bandung

Dua Novel Sekaligus! Inilah Karya Penulis Asal FLP Cabang Bandung

Berita
JAKARTA, FLP.or.id -- Penulis yang tumbuh sejak lama di lingkungan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Bandung kembali menerbitkan dua buah novelnya sekaligus. "Keduanya seperti anak yang terpisah jauh sejak kecil, berdiri sendiri, kesepian, dan saling mencari," kata sang penulis di laman Facebooknya pada Kamis (15/9/2016). Hendra Purnama adalah nama sang penulis itu. Kedua novelnya masing-masing berjudul "Masihkah Senyum Itu Untukku" dan "Senyum Sunyi Airin". "Mereka berdua bisa disatukan dalam 'Dwilogi Kesunyian'," lanjut Hendra yang juga memangku amanah sebagai Kadiv Humas Badan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena (BPP FLP). Bagi yang tidak merasa asing dengan judul buku novel itu, tak lain karena keduanya merupakan novel lama yang diterbitkan dan dicetak ulang. "Ini bukan novel baru. Ma...

Pin It on Pinterest