Jumat, Juli 12Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti


Literasi Berkeadaban: Sebuah Upaya FLP untuk Syiar Kemaslahatan

Oleh: Heru Patria

 

Dalam rangka merayakan milad yang ke-26, Forum Lingkar Pena (FLP) yang sudah memiliki cabang di berbagai kota di Indonesia, bahkan sampai ke mancanegara, dengan gigih tetap menggaungkan jargon Literasi Berkeadaban.

Bukan tanpa alasan jika FLP memiliki jargon demikian. Mengingat di era digital ini telah lahir berbagai platform kepenulisan yang dengan bebas menampilkan ragam tulisan tanpa adanya filter yang memadai. Mirisnya lagi, cerita-cerita yang berbau pornografi justru menuai rating pembaca yang cukup tinggi.

Hal itu masih diperparah lagi dengan maraknya tayangan porno aksi yang bebas diakses oleh siapa saja. Bisa jadi kondisi ini akan memicu semakin lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat, utamanya generasi muda.

Menyadari ancaman dekadensi moral yang semakin tak terkendali, kiranya menjadi sangat perlu untuk meluruskan kembali rel kehidupan masyarakat agar lebih maslahat. Salah satunya dengan berbagi kebaikan melalui tulisan.

Hal ini selaras dengan program Revolusi Mental yang sedang digalakkan pemerintah. Dengan senjata karya-karya para anggotanya, FLP mengambil peran sebagai agen kebaikan yang akan selalu mengajak umat pada jalan kebenaran.

Lewat karya-karya yang berkualitas, para penulis FLP terus menebarkan virus kebajikan agar kehidupan berbangsa semakin tertata. FLP selalu berupaya menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Kesadaran bahwa setiap karya akan dimintai pertanggung jawaban di hari akhir nanti, maka karya-karya para anggota FLP diharap bisa menjadi media hiburan yang sehat sekaligus media dakwah berlandaskan amar makruf nahi mungkar.

Perayaan Milad FLP ke-26 Yogyakarta Mengusung Literasi Berkeadaban

Ini bukanlah suatu hal yang mustahil sebab, hingga kini, ketajaman pena masih dipercaya bisa mengalahkan ketajaman pedang. Tulisan lebih mudah menyasar kepala dan pikiran banyak orang daripada sebutir peluru yang hanya punya satu tembakan.

Karya-karya yang bernuansa edukatif, dakwah, dan informatif akan membuka wawasan banyak orang tentang arti penting membangun peradaban. Sesuai bunyi Pancasila sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, segenap jajaran FLP berharap agar karya para anggotanya mampu menjadi pelopor agen kebenaran yang selalu menuliskan karya sesuai keadaan.

Ibarat sebatang lilin, karya-karya yang lahir dari goresan tangan anggota FLP diharapkan bisa memberi penerangan bagi kehidupan masyarakat yang semakin banyak dilanda kegamangan.

Kualitas karya ini yang harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu melalui berbagai program pembinaan yang terstruktur secara berkesinambungan. Lewat adanya perjenjangan anggota, nilai-nilai moral terus ditanamkan. Semangat berjuang terus ditumbuhkan demi terciptanya iklim Literasi Berkeadaban.

Di tengah carut-marut kehidupan yang semakin panas, lewat karya-karya anggotanya, FLP akan menjadi oase yang menyejukkan hati semua orang.

Selamat milad ke-26 untuk FLP! Semoga tetap eksis hingga akhir zaman.

Blitar, 6 Maret 2023

***
Heru Patria adalah novelis dari Blitar yang juga suka menulis cerpen dan puisi. Karyanya banyak dimuat di media cetak maupun digital. Penulis dapat ditemui di Facebook.

1 Comment

  • DARUNI SRI RAHAYU

    Milad 26 FLP..
    Alhamdulillah hadir …foto paling depan tengah 😄😄
    Awal belajar utk menulis..
    Anugrah indah bisa bergabung di FLP meski blas blm tahu hrs bgmn…
    Tp dg mba Helvy Tiana Rosa sdh bbrp x ketemu di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This