
Konten Majalah DIKSI edisi Agustus-September ini berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya. Di edisi sebelumnya, DIKSI dominan berisi karya dan ulasan kegiatan internal Forum Lingkar Pena (FLP). Pada edisi terkini, kontennya lebih luas, juga mencakup eksternal FLP.
DIKSI ingin menjadi tempat bagi tumbuhnya dialektika berpikir yang dinamis di dunia literasi, sastra, dan budaya tanah air. Merangkum suara-suara gelisah, harap, dan kegigihan memperjuangkan perubahan yang muncul dari kalangan komunitas, pegiat, akademisi, praktisi, maupun birokrat dalam simpul kemajuan bangsa. Hal itu tercermin dalam beragam rubrik yang kami angkat.
Pada Laporan Utama, kami mengulas ‘kemenangan’ para penulis tanah air setelah sekitar sepuluh tahun berjuang menurunkan besaran Pajak Penghasilan (PPn) royalti penulis. Kami merangkum dinamikanya melalui suara para penulis, agensi, penerbit, dan pemerintah.
Masih soal pajak, rubrik Halaman mengangkat dampak kenaikan PPh PT dan CV terhadap industri perbukuan. Juga relevan dengan topik ini, kami mengangkat profil Direktorat Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dengan mewawancarai direkturnya.
Rubrik Lokalitas mengangkat Pertemuan Penulis Nusantara XIV di Aceh. Pertemuan akbar yang dihadiri para penyair dari 14 negara ini menjadi ruang pertemuan gagasan dan pengalaman bagi kedamaian dan kemakmuran bersama.
Kami juga mengulas kiprah sejumlah sastrawan dan penulis yang telah membawa perubahan di lingkup nasional yaitu Helvy Tiana Rosa, Gol A Gong, dan Ali Muakhir. Perjuangan inspiratif mereka melalui tulisan dan laku organisasi memberi sumbangsih berarti bagi kemajuan literasi tanah air.
Secuplik kegiatan para aktivis FLP terangkum dalam rublik Lintas: aktivitas FLP Jepang dalam peluncuran buku, pelatihan calon pengurus FLP Jerman, MAESTRO Summit oleh Majelis Ulama Indonesia, dan Duta Cerpen 2026 oleh FLP Wilayah Riau.
Karya para cerpenis dan penyair dirangkum dalam rubrik Imaji dan Puisiku. Kami sangat bangga menerima derasnya kiriman karya, termasuk dari beberapa penyair senior yang salah satunya kami muat di edisi ini: Isbedy Stiawan ZS.
Kami akan terus bergerak. Jadi ruang pertemuan para pemikir hebat dan penggerak perubahan demi tumbuh kembangnya ekosistem literasi tanah air. Selamat membaca dan terus menginspirasi!
