Berita

Intip Strategi Marketing di Bulan Ramadan dari IDN Creativa

Flp.or.id – Kurang dari sebulan kita akan bertemu Ramadan. Bagi umat Islam, Ramadan bulan istimewa untuk meningkatkan ibadah, mulai dari memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an dan amalan lainnya. Selain istimewa bagi kaum muslim, ternyata Ramadan juga istimewa bagi pelaku bisnis.

Hal ini dikarenakan tingkat konsumtif yang semakin tinggi di bulan Ramadan, terutama generasi milenial dan Z. Terlebih dengan anjuran pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar, membuat masyarakat memiliki banyak waktu luang untuk berbelanja secara daring. Bagi pelaku bisnis hal ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tentu saja diperlukan strategi khusus untuk meraih pasar generasi milenial dan Z sebanyak-banyaknya.

Ada 3 insight yang akan dibagikan oleh IDN Creative, selaku agensi digital multi platform yag fokus pada brand storytelling, kreasi konten, dan aktivasi online untuk memenangkan pasar generasi milenial dan Z, yaitu:

  1. Speak Their Language

Pelaku bisnis harus mampu menyampaikan brad message kepada target marketnya. Jika  generasi milenial dan Z sasarannya, maka sebaiknya brand harus dihubungkan dengan kebiasan dan hobi mereka.

Sebagai generasi yang aktif dan dinamis, mereka menyukai konten-konten yang ringan dan menghibur. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh IDN Creative bahwa pencarian konten dengan topik hiburan meningkat 6 kali dari biasanya.  Sebuah artikel berjudul “5 Alasan Jangan Nonton Drama ‘World of Marriage’ Pas Puasa” terbukti disukai oleh generasi milenial dan Z.

  1. Robaitur Rasyid, Head of IDN Creative

    Go hyper-local, go hyper-relevant

Sebagai pelaku bisnis, kita harus mampu menyampaikan sebuah pesan yang sesuai dan disampaikan pada orang yang sesuai juga. Konten berupa resep menu berbuka menjadi topik yang sering dicari saat Ramadan.

Terbukti dengan campaign yang dilakukan oleh Indomilk bersama IDN Creative yang cukup berhasil. IDN Creative menggaet Yummy, salah satu unit bisnis IDN Media yang fokus pada konten kuliner untuk digunakan sebagai sarana mengexplore resep. Munculnya  ide inovatif dan unik, bahwa susu kental manis ternyata bisa juga dijadikan makanan gurih, adalah sebuah informasi yang memicu audience untuk mencari tahu lebih lanjut.

  1. Tailor-Made Your Stories

Penyajian konten dengan sentuhan personal tentu lebih baik daripada konten yang bersifat umum. Perbedaan perilaku dan prefensi generasi milenial dan Z membuat strategi yang digunakan juga berbeda. Sebagai contoh di IDN Media, konten yang sama tentang menu berbuka puasa disajikan dalam bentuk berbeda sesuai dengan karakter target market dan publishernya. Konten dengan judul “5 Resep Takjil yang Bikin Ingat Masa Kecil” ditayangkan di IDN Times, lalu diubah dalam bentuk perspektif keluarga saat tayang di Popmama.com. Kemudian  disajikan berbeda di based content di Yummy berupa tampilan video-video unik. Hal ini menjadi salah satu cara agar pesan yang disampaikan oleh brand dapat menjangkau audience dengan persona beragam. <>

 

Related posts

BPP FLP dan Pusbangfilm Siapkan Pelatihan Skenario Tingkat Nasional

admin

FLP Makasar Gelar Buka Puasa Bersama, Apa Saja Hasilnya?

muhidayat

Badan Pengurus Pusat FLP Berkumpul di Rumah Cerpenis Joni Ariadinata, Ada Apakah?

admin

Leave a Comment