Selasa, Mei 17Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti


FLP Solo Diskusi Seputar Dunia Editor

SOLO – Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Solo mengadakan agenda berbuka puasa bersama sekaligus diskusi asyik seputar dunia editor di Rumah Makan Lintang, Kalitan, Minggu (17/4). Acara tersebut dihadiri oleh anggota dan pengurus FLP Solo, serta masyarakat umum yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Pembicara yang diundang dalam diskusi tersebut adalah Diah Rahmawati, seorang editor senior dari penerbit Aqwam.

Agenda diskusi dan buka bersama menjadi salah satu cara untuk merekatkan tali silaturahmi, sarana menambah ilmu dan wawasan terkait dunia editor, serta menjadi ajang untuk mendekatkan FLP Solo kepada masyarakat.

Ranu Muda, selaku Ketua Umum FLP Solo, menyampaikan di dalam sambutannya jika acara tersebut merupakan salah satu agenda yang dilakukan untuk memperkenalkan FLP Cabang Solo kepada masyarakat.

“Kami mengadakan agenda ini sebagai salah satu langkah untuk memperkenalkan wajah baru FLP Solo,” ujar Ranu, Minggu (17/4). Selanjutnya, Ranu memperkenalkan satu per satu para pengurus FLP Solo.

Melalui diskusi ini, kata Ranu, ia berharap agar para penulis mengetahui segala hal tentang dunia editor, karena bagaimanapun juga editor merupakan jembatan antara penulis dan penerbit.

Sementara itu, Diah selaku pemateri menyampaikan terkait pentingnya editor dalam kepenulisan, yaitu untuk memastikan agar karya  tulis yang telah dihasilkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan pesan-pesan yang akan disampaikan di dalam naskah tersebut dapat tersampaikan secara baik dengan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti.

“Jadi terkadang ada beberapa penulis menggunakan diksi yang sulit dipahami masyarakat, sehingga di situ peran dari editor untuk menyederhanakan kalimatnya agar lebih bisa diterima,” tambahnya.

Diah menyampaikan jika acaranya sangat menyenangkan dan luar biasa karena para peserta diskusi terlihat sangat bersemangat dan tertarik dengan dunia editing.

Diah berharap agar para peserta tetap memiliki semangat dalam berliterasi dan dapat menghasilkan karya yang luar biasa dengan mengikuti perkembangan zaman.

“Luar biasa sekali, mereka masih bersemangat di dalam dunia literasi dan bisa menangkap bagaimana asyiknya menjadi editor. Harapannya teman-teman bisa menghasilkan karya ciamik sesuai perkembangan zaman,” terang Diah, Minggu (17/4).

Salah satu peserta diskusi, Azzahra, menyampaikan tanggapannya jika kegiatan tersebut begitu luar biasa karena menghadirkan editor yang mampu menginspirasi sekaligus memberikan banyak ilmu di dalam dunia editor.

“Acara ini sangat bermanfaat dan dapat memberikan inspirasi maupun ilmu-ilmu untuk mengembangkan minat dan keinginan menjadi editor,” ujar Azzahra, Minggu (17/4). []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pin It on Pinterest

Share This