JAKARTA– Sebanyak 10 orang penulis Foum Lingkar Pena dinyatakan lolos dalam program Relawan Literasi Masyarakat (Relima) tahun 2026 yang digagas Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Penetapan tersebut disahkan melalui Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2026 tentang Penetapan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tahun 2026.
Tahun 2026 sebagai tahun kedua pelaksanaan Relima, Perpusnas menetapkan sebanyak 360 orang relawan yang ditugaskan di setiap kabupaten/ kota seluruh Indonesia. Nantinya, para relawan akan membangun jejaring dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk menggiatkan literasi di wilayah terkait.
Berikut nama-nama penulis Forum Lingkar Pena yang berhasil lolos Relima tahun 2026:
- Nafi’ah al-Ma’rab (Ketua Umum FLP/ FLP Riau)
- Rizka Amalia (FLP Probolinggo)
- Nurul Fauziah (FLP Sumatra Utara)
- Ana Septia Rini (FLP Kepulauan Riau)
- Rahmi Prayanti (FLP Paliko)
- Diah Shanti Utaminingtyas (FLP Jawa Timur)
- Rita Fatimah (FLP Kepulauan Riau)
- Munasyaroh (Anggota FLP)
- Rahmah (Anggota FLP)
- Muhammad Amir Hamzah (FLP Jawa Timur)
Tugas dan Program Relima 2026
Nafi’ah al-Ma’rab selaku Ketua Umum FLP sekaligus Koordinator Relima Provinsi Riau menjelaskan bahwa anggota FLP yang tergabung dalam Relima ini nantinya akan bertugas membangun jejaring yang kokoh untuk pembangunan literasi di daerahnya melalui program yang sudah ditetapkan Perpusnas.
“Ya, jadi tugas Relima itu ada tiga ya. Pertama kita mendorong terselenggaranya kegiatan-kegiatan literasi di setiap daerah, kemudian kita bantu dengan advokasi, dan juga inventarisasi pendataan perpustakaan umum dan sekolah di setiap daerah,” katanya usai mengikuti Bimtek Relima 2026 pada Selasa (26/5).
Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa melalui partisipasi FLP di Relima ini diharapkan dapat mendorong penokohan dan geliat jejaring literasi FLP dengan berbagai pihak.
“Melalui aktifnya kita di program Perpusnas ini diharapkan memberikan dampak untuk FLP di daerah terkait maupun skala nasional. Teman-teman Relima ini nanti akan bergiat membuat advokasi-advokasi di berbagai lembaga, tentunya ini adalah ruang kolaborasi yang bisa melibatkan FLP di dalamnya. Setiap Relima diharapkan jadi tokoh di daerahnya yang juga membawa nama FLP,” tegas alumni Magister Ilmu Komunikasi tersebut.
Seperti diketahui, Relima 2026 akan bertugas selama lima bulan di tahun 2026 dan siap membangun kolaborasi dengan pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, dan lainnya. (Naf)
