Jerman, 12 Juli 2026 – Sebagai langkah awal menuju terbentuknya Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jerman, para calon pengurus mengikuti pelatihan secara daring pada Minggu (12/7) pada pukul 08:00-10:00 CET atau 13:00-15:00 WIB.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Nurhasanah, kemudian dipandu oleh Dian Novitasari selaku moderator.
Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber dari Pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) FLP yang membahas tiga fondasi utama organisasi, yaitu keislaman, kepenulisan, dan keorganisasian.
Pelatihan dibuka dengan materi mm are keislaman oleh Ketua Umum BPP FLP Nafi’ah Al Ma’rab yang mengangkat tema pentingnya menjaga niat dalam dakwah seni budaya. Menurutnya, setiap orang perlu kembali mempertanyakan tujuan bergabung dengan Forum Lingkar Pena.
Terlebih bagi mereka yang sedang merintis wilayah baru, fondasi niat harus dikokohkan sejak awal. Ia juga mengingatkan bahwa dakwah melalui seni budaya merupakan bagian dari jalan perjuangan yang tidak lepas dari berbagai ujian. Oleh karena itu, para pengurus perlu membangun keteguhan hati agar tetap istikamah menjalankan amanah organisasi.

Pada sesi kedua, Ketua Harian 1 BPP FLP, S. Gegge Mappangewa, membagikan perjalanan kepenulisannya. Ia bercerita bahwa pada awal kariernya sebagai penulis cerpen remaja, ia terbiasa menulis mengikuti kebutuhan redaksi dan tren yang sedang diminati pembaca, termasuk tema-tema percintaan remaja, serta gaya hidup dan pergaulan yang bersifat sekuler.
Namun, setelah bergabung dengan Forum Lingkar Pena, ia menemukan perspektif baru tentang nilai dan etika dalam berkarya. Baginya, menulis tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menjadi saran menyampaikan nilai-nilai kebaikan dan memberikan manfaat bagi pembaca. Ia juga mendorong para pegiat literasi Indonesia di luar negeri untuk membangun budaya menulis bersama. Menurutnya, kegiatan menulis tidak selalu menghadirkan narasumber atau pelatihan formal.
“Luangkan waktu untuk berkumpul dan menulis bersama. Jika setiap hari kita menulis satu halaman saja, dalam satu tahun akan terkumpul 365 halaman. Yang terpenting adalah konsistensi,” pesannya.
Sesi terakhir disampaikan oleh Angga Suprapto, Koordinator Divisi Jaringan Wilayah BPP FLP, yang memaparkan materi mengenai keorganisasian. Ia menjelaskan struktur organisasi FLP, visi organisasi yang berorientasi pada pemberian pencerahan kepada masyarakat melalui literasi, serta misi organisasi yang meliputi peningkatan kualitas dan produktivitas karya anggota, pembangunan jaringan penulis, peningkatan budaya membaca dan menulis masyarakat, serta memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi para penulis.
Dalam paparannya, Angga juga menekankan bahwa organisasi hanya akan bertumbuh apabila para pengurus memiliki komitmen dan konsistensi dalam menjalankan program-programnya.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi. Fauziah Wahdhani, Ketua Tim Inisiasi FLP Jerman, mengawali sesi tanya jawab dengan mengangkat pertanyaan mengenai orientasi pembentukan akhlak dalam FLP serta bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam proses pembinaan anggota. Sementara itu, Nurhasanah mengajukan pertanyaan mengenai tantangan berdakwah melalui literasi di era media sosial, etika kepenulisan Islami, dan pentingnya konsistensi dalam berorganisasi.
Menutup kegiatan, calon pengurus FLP Jerman menyampaikan komitmen kesiapan untuk mengemban amanah organisasi dengan menjaga nilai-nilai FLP, menguatkan ukhuwah di antara sesama anggota, serta menebarkan manfaat melalui literasi. Ikrar sederhana tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan para pengurus dalam membangun FLP Jerman sebagai rumah bersama bagi para penulis dan pegiat literasi Indonesia di Jerman.

