Rabu, Februari 25Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Aku dan FLP: Merangkai Kata, Menuai Asa

 

Oleh: Alpian Putra Zega

Pertama kali mengetahui organisasi Forum Lingkar Pena ini adalah dari penulis yang karyanya dijadikan film layar lebar, yaitu Ketika Mas Gagah Pergi. Sebuah adaptasi cerpen yang ditulis oleh Helvy Tiana Rosa. Yang membuatku tertarik untuk bergabung dalam organisasi ini adalah ketertarikan terhadap Islam dan kepenulisan, sesuai dengan tiga pilar organisasi ini, yaitu keislaman, kepenulisan, dan keorganisasian.

Sejak 2019, aku mulai memberanikan diri mengikuti lomba menulis puisi tingkat Sumatra. Puisi berjudul “Kuli Bangunan Bangsa”, dengan tema perjuangan, lolos kurasi dalam buku antologi puisi berjudul Dengan Puisi Aku Berjuang terbitan tahun 2019. Puisi ini aku buat dengan kesadaran hati ingin berjuang menyuarakan keadilan lewat diksi.

Pada 2020, saat dunia sedang dilanda bencana Covid-19 yang menuntut aktivitas dikerjakan dari rumah, sebagai pemuda yang terbiasa berorganisasi dan tidak mau diam saja di rumah, aku memilih produktif dengan mengikuti kelas menulis cerpen. Cerpen yang berhasil terbit berjudul Memori Bersamamu.

Tahun 2021 merupakan proses kreatif menulis novel yang terinspirasi dari tokoh muda Presiden BEM KBM Universitas Jambi dan dikemas menjadi fiksi. Tahun 2022, aku berhasil meluncurkan novel berjudul Sang Idola. Hasil penjualan buku ini aku gunakan untuk tabungan masa depan. Menulis bagiku cara untuk berdakwah. Aku selalu berusaha untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang bermakna bagi pembaca.

Aku dan FLP Merangkai Kata, Menuai Asa

Tahun 2024, aku resmi wisuda sarjana di Universitas Jambi. Aku berhasil melahirkan buku antologi yang berjudul Metamorfosa Para Pembangun Bangsa. Buku ini menceritakan proses mahasiswa yang dianalogikan dari ulat, kepompong, dan berubah menjadi kupu-kupu. Ditulis oleh alumni pemuda inspiratif Etoser Nusantara Angkatan 2018.

Tahun 2025, aku bergabung dalam organisasi Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jambi. Aku merasa bahagia bergabung dalam organisasi ini karena semua anggota saling berlomba-lomba dalam kebaikan.

Tepatnya di bulan Juni 2025, aku mendaftarkan diri Open Recruitment Anggota Baru Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jambi. Ketika itu, aku masih berdomisili di Sungai Udang Pamenang Merangin sehingga aku mengikuti pelatihan kepenulisan daring melalui platform Zoom Meeting. Pada sesi pelatihan cerpen, aku tidak mengumpulkan karya karena, saat itu, posisinya sedang mengajar. Sulit membagi waktu antara mengajar dan menulis. Kemudian, panitia kembali mengadakan sesi pelatihan esai. Pada sesi inilah aku mengirimkan karya yang isinya menceritakan pengalaman pribadiku.

Mengapa kita harus bergabung organisasi yang sesuai dengan minat dan bakat?

Pertanyaan ini menjadi alasanku bergabung di FLP. Sejak SMP, aku mulai tertarik mengarang cerita dan puisi. Dengan aku bergabung di organisasi penulis, aku mendapatkan teman dengan minat dan bakat yang sama. Punya coach yang membantu prosesku melahirkan karya.

Sejak pelantikan anggota baru Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jambi pada 25 Oktober 2025, selama lebih kurang 4 bulan berada di forum ini, aku mendapatkan pengalaman dan ilmu yang tak ternilai harganya. Aku bergabung dalam pengurus sebagai anggota magang divisi kaderisasi periode 2025-2027. Program yang dijalani antara lain Gerakan Lancar Hafalan dan Tinta Kreatif (GELAR TIKAR). Pelaksanaannya mulai 28 Desember 2025, 11 Januari 2026, dan 8 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan menggalang dana bagi korban banjir bandang Sumatra. Adapun rangkaian kegiatannya antara lain muraja’ah bersama, mendongeng, mewarnai, dan menulis. Target peserta kegiatan ini adalah murid jenjang TK, SD, dan SMP se-Jambi.

Proses yang masih panjang sebenarnya dalam merangkai kata menuai asa. Pada program bedah karya yang rutin dilakukan, karya yang kutulis akan mendapatkan ulasan dari seluruh anggota. Tentunya ini sangat bermanfaat untuk pengembangan karya tulis yang bermakna pun mencerahkan.

Penulis favorit yang membuatku tertarik untuk menulis adalah Bunda Helvy Tiana Rosa dan Bunda Asma Nadia. Setiap membaca karya-karya mereka, aku selalu mendapatkan pelajaran yang menginspirasi. Penulis lokal lainnya adalah Bang Mohd. Adrizal dan Kak Syarifah Lestari. Yang satunya bergenre nonfiksi dan yang lainnya bergenre fiksi. Semoga Allah memberkahi mereka dan terus melahirkan karya-karya nan abadi.

Jujur aku katakan, selama bergabung di FLP, aku semakin bergairah dalam melahirkan karya tulis. Semoga langkahku bernilai ibadah dan berkontribusi dalam kemajuan peradaban jalur literasi.

 

Tentang Penulis

Alpian Putra Zega (Alpian), pria kelahiran Merangin 12 Juli 1999. Sejak SMP, ia gemar mengarang cerita dan puisi. Puisinya “Kuli Bangunan Bangsa” dalam buku antologi puisi Dengan Puisi Aku Berjuang, terbit tahun 2019. Cerpennya “Memori Bersamamu” dalam buku antologi cerpen The Memories, terbit tahun 2020. Novelnya, Sang Idola, terbit tahun 2022. Esainya berjudul “Meninggalkan Jejak dan The Journey of Trainer” dalam buku antologi Metamorfosa Para Pembangun Bangsa, terbit tahun 2024. Opininya berjudul “Refleksi Hari Guru Nasional 2025” dimuat dalam Oerban.com. Ia aktif berorganisasi sebagai Pengurus Divisi Kaderisasi Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jambi Periode 2025-2027. Temukan di akun media sosial Instagram @alpianputrazega, YouTube Alpian Putra Zega, dan surel cronusalfian@gmail.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This