Rabu, Februari 4Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Pojok

Belajar dari Gelas China, Keberanian untuk Hadir Menyelesaikan Masalah

Belajar dari Gelas China, Keberanian untuk Hadir Menyelesaikan Masalah

Ketum, Opini, Pojok
Catatan Nafi’ah al-Ma’rab (Ketua Umum Forum Lingkar Pena) Pernahkah kita memerhatikan bentuk gelas China? Ya, gelas ini tidak memiliki gagang di bagian tepinya. Dibiarkan bulat begitu saja dan diisi dengan cairan hangat atau panas untuk dinikmati. Pada umumnya gagang pada cangkir atau gelas digunakan untuk menjadi isolator panas pada cairan yang ada di dalam bulatan cangkir. Supaya bisa panas tidak begitu terasa, dipegang lebih aman, dan cairan bisa diminum perlahan-lahan. Namun, tidak demikian dengan gelas China. Tidak ada gagang, jadi kalau mau minum ya terpaksa harus dipegang bagian bulatannya. Panas akan terasa secara langsung tanpa adanya isolator di bagian tepinya. Apa maknanya? Gelas China ini mengajarkan kita untuk berani hadir merasakan sesuatu secara langsung. Saat tanga...
Revisi Undang-Undang Sisdiknas, Sastra Belum Masuk Sekolah

Revisi Undang-Undang Sisdiknas, Sastra Belum Masuk Sekolah

Ketum, Opini, Pojok
  Catatan Nafi’ah al-Ma’rab (Ketua Umum Forum Lingkar Pena)   Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI saat ini sedang dalam proses revisi Undang-Undang Sisdiknas No 20 tahun 2003. Pengesahan undang-undang kabarnya akan ketok palu pada 10 Desember 2025 mendatang. Ada hal menarik yang perlu dicermati dalam salinan undang-undang yang beredar dan bisa diakse publik tersebut yakni pada Pasal 37 ayat 1 menyebutkan poin-poin pelajaran apa saja yang diwajibkan di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ada sebanyak 10 pelajaran yang diwajibkan di sana, tetapi secara tersurat tidak ada poin ‘sastra’. Pada poin C tertulis pembelajaran ‘bahasa’ yang idealnya dihubungkan dengan sastra, menjadi ‘bahasa dan sastra’. Sebagai penggiat sastra di Indonesia, kita tentu saja mengharapkan r...
Mengenal Nafi’ah Al-Ma’rab: Ketua Umum BPP FLP 2025 – 2029

Mengenal Nafi’ah Al-Ma’rab: Ketua Umum BPP FLP 2025 – 2029

Ketum, Pojok
Nafi’ah Al-Ma’rab merupakan nama pena dari Sugiarti, S.Si., M. I. Kom. Ia lulus sebagai Sarjana Sains dari Universitas Riau. Namun, kecintaannya pada dunia kepenulisan dan sastra membuatnya lebih dikenal sebagai seorang penulis. Tulisan-tulisan Nafi’ah telah bertebaran di berbagai media, seperti Kompas, Riau Pos, Batam Pos, Tanjung Pinang Pos, Lampung Pos, Majalah Sabili, Magrib.Id, dan lainnya. Karya bukunya di penerbit nasional di antaranya ialah Novel Suraya: Perempuan Bermata Syair (Bhuana Ilmu Populer, Gramedia), Novel Luka Perempuan Asap (Tinta Medina, 2017), Novel Jodohku dalam Proposal (Tinta Medina, 2016), Novel Lelaki Pembawa Mushaf (Tinta Medina, 2016), Buku Nikah Aja Biar Kaya (Penerbit Qibla, 2018), dan lainnya. Nafi’ah telah meraih berbagai penghargaan di dunia kepenuli...
Menumbuhkan Semangat Pengorbanan dalam Berorganisasi

Menumbuhkan Semangat Pengorbanan dalam Berorganisasi

Ketum, Pojok
Catatan Nafi’ah al-Ma’rab Di sebuah kegiatan pelatihan penggiat literasi Balai Bahasa Provinsi Riau, seorang narasumber pernah berkata, “Hidupkan literasi, jangan Anda mencari hidup dari literasi,” katanya. Saya saat itu yang juga berstatus narasumber ikut tersenyum dan mengiyakan. Benar, di manapun posisi kita, menumbuhkan semangat berkorban itu menjadi energi ikhlas dalam bergerak. Itulah yang akan membuat kita bertahan dalam sebuah proses. Mengembangkan literasi ini memang pekerjaan seumur hidup, sebab pengetahuan itu tidak ada limitnya. Dalam Islam, sejak awal agama ini diturunkan kita sudah dididik untuk berliterasi, ‘iqra, bacalah.’ Sedangkan kita di Indonesia, geliat literasi secara resmi digulirkan pemerintah dalam skala nasional ini baru dimulai sebagai gerakan di tahun 2...
Pidato Ketua Umum FLP Terpilih Periode 2025-2029

Pidato Ketua Umum FLP Terpilih Periode 2025-2029

Ketum, Pojok
  mâ ashâba mim mushîbatin illâ bi'idznillâh, wa may yu'mim billâhi yahdi qalbah, wallâhu bikulli syai'in ‘alîm Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.   Saudara-saudara literasiku sebangsa dan setanah air Hari ini, bertepatan tanggal 18 Oktober 2025, sebuah kerja besar akan kita mulai. Saya pribadi, seorang anak Melayu dari sebuah kampung tersuruk di pedalaman Riau, Sumatra sana diberikan amanah dan tanggung jawab yang membuat saya menangis cukup lama. Tidak pernah terbersit sedikit pun amanah ini akan ditumpukan kepada saya, tetapi Allah menghendakinya, dan Allah menginginkan saya dan kita semua beker...
Antologi Cerpen Kelas Literasi Nusantara FLP 2023

Antologi Cerpen Kelas Literasi Nusantara FLP 2023

Berita, Karya, Kepenulisan, Pojok
Forum Lingkar Pena (FLP) menerima bantuan Fasilitasi Komunitas senilai Rp88.980.000 di Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Penguatan Komunitas Sastra dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikbudristek tahun anggaran 2023. Melalui bantuan ini, FLP menyelenggarakan 7 Kelas Literasi Nusantara (KLN) yang diadakan di 7 provinsi, yaitu: SMAN 6 Bogor, Jawa Barat SMA Negeri 1 Pamekasan, Jawa Timur MAS AL Uswah Langkat, Sumatera Utara Al İhsan Boarding School Kampar, Riau SMAN 5 Balikpapan, Kalimantan Timur SMAN 1 Madapangga Bima, Nusa Tenggara Barat SMAN 1 Maros, Sulawesi Selatan Sebanyak 500 naskah yang terkumpul dari 7 provinsi telah diseleksi dan dikurasi. Tiga puluh cerpen terpilih telah dibukukan dalam antologi cerpen terpilih Kelas Literasi Nasional 2...
Antologi Cerpen Sastra Hijau FLP 2024

Antologi Cerpen Sastra Hijau FLP 2024

Berita, Karya, Kepenulisan, Pojok
Forum Lingkar Pena (FLP) menerima bantuan Fasilitasi Komunitas senilai Rp150.000.000 di Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Penguatan Komunitas Sastra dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikbudristek tahun anggaran 2024. Melalui bantuan ini, Forum Lingkar Pena telah menyelenggarakan  Kelas Sastra Nusantara  di 8 provinsi, yaitu: SMPN 5 Banjarbaru, Kalimantan Selatan SMA Negeri 2 Brebes, Jawa Tengah SMAIT Qordova Rancaekek, Jawa Barat MA Tawakkal Denpasar, Bali MTs DDI Baruga, Sulawesi Barat SMP Ishlahul Ummah Prabumulih, Sumatera Selatan MTsN 2 Maluku Tengah Pesantren Baitul Arqam Sibreh, Aceh Besar Sebanyak 50 siswa dari masing-masing sekolah, telah mendapatkan pelatihan menulis cerpen dan puisi. Cerpen-cerpen tersebut telah dibukukan dalam an...
Strategi Rekrutmen Gen Z di Forum Lingkar Pena

Strategi Rekrutmen Gen Z di Forum Lingkar Pena

Kaderisasi, Pojok
Catatan Nafi’ah al-Ma’rab (Kordiv Kaderisasi BPP FLP) Pada Malam 17 Juli 2024 kemarin dibincangkan secara hangat oleh anggota Andal Forum Lingkar Pena bagaimana upaya organisasi untuk bisa beradaptasi dengan generasi Z. Organisasi Forum Lingkar Pena dipandang sangat perlu masuk ke tataran Gen Z, menjadikan generasi ini bagian dari anggota dan pengurus dalam rangka kelanjutan generasi di masa akan datang. Wilayah-wilayah seperti Sulawesi Selatan dan Jepang termasuk daerah dengan pertumbuhan anggota FLP usia Gen Z cukup masif. Basis pengembangan di ranting-ranting tingkat kampus menjadikan FLP bisa masuk di kalangan Gen Z. Berbeda pula dengan Jawa Timur. Anggota dari generasi Z ini masuk melalui pembinaan siswa-siswa di pondok pesantren. Mereka yang sudah lulus biasanya akan d...
Reportase Bincang Petang 3: Serba-Serbi Cara Fundraising Rumah Cahaya

Reportase Bincang Petang 3: Serba-Serbi Cara Fundraising Rumah Cahaya

Pojok, Rumah Cahaya
  Forum Lingkar Pena – Divisi Rumah Cahaya Forum Lingkar Pena (FLP) menggelar acara Bintang (Bincang Petang) ketiga secara online. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 Januari 2024, pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, dihadiri oleh perwakilan anggota FLP dari berbagai cabang se-Indonesia. Dimoderatori oleh Yusi Yusuf, acara Bintang ketiga membahas tentang fundraising Rumah Cahaya dan menggaet Depita sebagai narasumber. Sebagai penggagas Rumah Cahaya FLP Depok, Depita menceritakan pengalamannya mengelola Rumah Cahaya selama empat tahun. Menurut Depita, Rumah Cahaya yang berfungsi sama dengan taman baca bukanlah sekadar tempat untuk membaca dan menulis, tapi lebih sebagai ruang pemberdayaan. Tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga orang dewasa. Membuat acara sosial bukan ...
Istilah 4L dalam Perspektif Kaderisasi Forum Lingkar Pena

Istilah 4L dalam Perspektif Kaderisasi Forum Lingkar Pena

Kaderisasi, Pojok
  Istilah 4L (Lu Lagi, Lu Lagi) menjadi satu obyek diskusi yang menarik di sebuah organisasi. Dalam beberapa kali perbincangan di forum-forum FLP, istilah 4L ini sering jadi bahan candaan dan, tentu saja, dalam perspektif kaderisasi kita perlu membahas ini secara serius. Tidak bisa dipungkiri bahwa kaderisasi akan memengaruhi orang-orang yang siap bekerja dan menginfakkan dirinya untuk FLP, tetapi tentu bukan perkara mudah. Butuh waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun untuk bisa menempa kader-kader hebat dengan kerja totalitas dan ikhlas. Baiklah, kita kembali ke 4L. Saya ingin memandang istilah ini dalam dua perspektif. Pertama, 4L dalam Perspektif Individu Apakah 4L itu selalu buruk? Saya katakan tidak. Dalam perspektif individu, 4L menjadi simbol keistiqomaha...

Pin It on Pinterest