Rabu, Februari 4Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Pojok

Pengalaman di Tiongkok; Istinja Tanpa Air, Apa Jadinya?

Pengalaman di Tiongkok; Istinja Tanpa Air, Apa Jadinya?

Hikmah, Pojok
ADA banyak negara pada umumnya menggunakan air ketika bersuci, terlebih itu negara-negara Islam yang memang menjadi anjuran agama sebagai alat utama ketika bersuci. Air menjadi sumber kehidupan manusia di dalam memenuhi berbagai aspek kehidupan, tidak saja untuk bersuci dari hadas besar dan kecil. Air bahkan menjadi suatu hal yang tak dapat dipisahkan dalam keseharian kita. Mulai dari bangun sampai tertidur lagi kita membutuhkan air. Ketika haus kita membutuhkan air sebagai pelega dahaga, untuk mengolah makanan kita juga membutuhkan air, begitu juga dalam urusan bercocok tanam, dan lain sebaginya. Bahkan hewan dan tumbuhan juga membutuhkan air untuk hidup. Sungguh tak dapat disangkal, air memang memiliki arti yang sangat penting dalam realita kehidupan kita. Saya memiliki sedikit cerita un...
Berita Buruk Waktu Menulis

Berita Buruk Waktu Menulis

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor, Pojok
 “Apakah kamu sedang bingung menentukan kapan waktu yang tepat untuk mulai menulis? Jika iya, maka saya punya berita baik, dan juga berita buruk. Berita baiknya adalah, kamu takkan pernah punya waktu lebih (untuk menulis) melebihi waktumu yang telah ada setiap hari. Kemudian, berita buruknya adalah sama dengan apa yang tadi saya sebutkan. Itu sekaligus berita buruk!” Kurang lebih begitu, kata Moira Allen, dalam tulisan dia berjudul Finding Time to Write di laman yang dia kelola, Writing World. Masalah waktu menulis, kata dia lagi, tidak akan pernah bisa ditemukan. Tapi, hanya bisa dibuat. Ya, dibuat, bukan ditemukan. Jika kamu memutuskan untuk mengulur-ulur waktu menulis sampai nanti dapat waktu kosong, saat berada di pegunungan, sawah, atau pinggir pantai yang tenang, yakinlah kamu tak a...
CERITA TENTANG OPINI

CERITA TENTANG OPINI

Pilihan Editor, Pojok
Tulisan tentang  opini adalah tulisan yang berisi pendapat. Semakin baik lagi jika pendapat itu didukung oleh berbagai contoh, fakta, atau data yang memadai yang semakin memperkuat ide tersebut. Ketika melihat asap melanda beberapa daerah di Indonesia, tiap kita pasti ada opini yang terbangun. Paling tidak, asap itu terjadi karena dua hal. Pertama, karena kebakaran (atau pembakaran) hutan yang dilakukan oleh oknum tertentu yang ingin mendapatkan keuntungan dari hutan tersebut, atau kedua, terjadi karena proses alamiah seperti hujan tidak turun-turun dan terjadi panas yang memunculkan titik api. Dua hal ini bisa jadi ide utama, kemudian kita tambah dengan referensi, baik itu dari buku teks, jurnal, atau majalah. Pada bulan Maret yang lalu, di Melbourne, beberapa toilet saya lihat sangatlah ...
PANTUN MENULIS (DIRI)

PANTUN MENULIS (DIRI)

Pojok
/1/ Jangan menangis dikala susah Susah sedikit hadapi saja Jadi penulis cukuplah mudah Asal kreatif dan takhenti baca /2/ Menangislah dini hari Hatimu akan terasa tentram Menulislah dari hati Karyamu akan terbaca dengan dalam /3/ Rentetan ujian pastilah tiba Siapkan jiwa tukhadapinya Catatan harian kau tulis saja Endapkan segala pengalaman yang ada /4/ Melangkah itu redamkan gelisah Biar takmalas di saat susah Tangkaplah ide di mana saja Karna ia tak jelas kapan datangnya /5/ Mengemislah tanpa ragu pada Tuhan-Mu Dengan penuh serah jangan pernah setengah-setengah Tuliskan tanpa ragu kata pertamamu Jangan takut salah jangan takut berhenti di tengah-tengah /6/ Menangislah atas segala dosamu. Berkacalah agar semakin yakin langkah baikmu. Menulislah dari apa yang engkau tahu. Membacalah ...
List 20 Idemu, Kirimkan Karyamu!

List 20 Idemu, Kirimkan Karyamu!

Pojok
Sumbar-Padang, 26 April 2015. Siang yang cerah. Kami berjanji untuk bertemu dengan FLP Sumbar di Taman Melati. Pukul 13.00 WIB Saya berangkat dari rumah dengan motor. Tak diduga, di depan Taman Melati sangat ramai. Ternyata ada acara wisudawan. Saya bertemu dengan Rahma Eka Saputri, pengurus FLP Sumbar di depan gerbang Taman Melati. Kami sempat ingin berpindah tempat ke Taman Budaya. Tapi, beberapa peserta kelas menulis sudah ada di Taman Melati sejak 13.30 WIB yang lalu, sedangkan  waktu telah berlalu menunjukkan pukul 14.00 WIB. Akhirnya kami berusaha menunggu pengunjung sepi, menunggu d depan antrian tiket. Tak lama, kami mendapatkan tiket Taman Melati dan bertemu dengan Martadinata, mantan ketua FLP Sumbar. Ini pertama kalinya saya mengikuti kegiatan kelas menulis FLP Sumbar. Hari in...
[Seri Dua Minggu di Australia (Bag.5)] Bertanya pada Ahli Dzikr

[Seri Dua Minggu di Australia (Bag.5)] Bertanya pada Ahli Dzikr

Kepenulisan, Pojok
Al Anbiya 7 Dua orang siswi duduk santai di depan sebuah gawang kecil berwarna putih-oranye. Mereka baru saja bermain bola kaki dengan beberapa siswi lainnya. Pakai jilbab, kaos panjang, dan celana training. Tak jauh dari situ beberapa siswa juga sedang duduk santai setelah setelah bermain bola. Ini pemandangan pertama saat kami memasuki Senior Campus Australian International Academy (AIA) yang terletak di 56 Bakers Road, North Coburg. Kata Rowan Gould, Coburg adalah salah satu kawasan yang banyak dihuni imigran muslim dari Timur Tengah. Mengutip Abdullah Saeed (2003) dalam Islam in Australia, untuk Melbourne komunitas Islam juga dapat ditemukan di Meadow Heights, Reservoir, Dallas, dan Noble Park. Melihat jadwal, kami rencana bertemu dengan Abdul Karim Galea, pimpinan Kampus AIC Melbourne...
FLP Peduli Nepal

FLP Peduli Nepal

Pojok
Gempa bumi memporakporandakan Nepal. 6130 tewas dan diperkirakan bertambah. 13.827 terluka. 8 juta jiwa terancam kelaparan, penyakit dan terpaksa minum dari air terkontaminasi. 70.000 rumah rusak. Bersama FLP, kembali salurkan donasi anda ke BSM 703 310 1858 an Lembaga Forum Lingkar Pena Konfirmasi donasi ke 0812-874-7415 dengan format Nama#Jumlah Uang YangDitransfer#TanggalTransfer Donasi akan dilaporkan di situs FLP flp.or.id Mari, salurkan infaq terbaik kita demi kemanusiaan dan agar Allah SWT menolong kita pula disaat kita membutuhkan pertolonganNya. (Donasi akan disalurkan ke lembaga terpercaya rekanan FLP )
[Seri Dua Minggu di Australia (bag.4)] MIE GORENG, BALCOMBE, DAN GREEDY KANGAROO

[Seri Dua Minggu di Australia (bag.4)] MIE GORENG, BALCOMBE, DAN GREEDY KANGAROO

Kepenulisan, Pilihan Editor, Pojok
Mie Goreng dan Sepasang Kekasih Jam menunjukkan pukul 06.30. Ahmad Saifulloh mengambil dua bungkus mie goreng. Dimasukkan ke dalam panci kecil dengan dua butir telur yang telah disiapkan Ibu Chris di lemari pendingin. Aromanya sudah mulai terasa saat saya keluar dari kamar. “Mas, sarapan dulu. Ada indomie di panci,” kata Mas Ahmad. Merasa cukup lapar pagi ini, saya bergegas mengambil piring, dan mencoba masakan lelaki berhati lembut asal Ponorogo itu. “Indomie-nya enak Mas. Saya tambah lagi, gak apa-apa, ya?” “Monggo, Mas. Itu buat antum, kok, semuanya.” Tiba-tiba saya teringat masa-masa ketika jadi santri. Kadang kalau makanan di math’am habis (kata teman-temanku, dalam hal makanan jangan pakai istilah sabar, karena man shabara, intaha—siapa ‘bersabar’, kehabisanlah dia) dan keuangan lag...
[Seri Dua Minggu di Australia (bag.3)] ABC, Abdullah Saeed, dan Yahudi Muda

[Seri Dua Minggu di Australia (bag.3)] ABC, Abdullah Saeed, dan Yahudi Muda

Kepenulisan, Pilihan Editor, Pojok
Dua Minggu di Australia: Catatan Peserta MEP Grup 1 2015 Langkah Panjang hingga Konflik Peradaban Hari masih pagi. Seorang wanita paruh baya berjalan di depan Ganache Chocolate. Mengenakan kaos lengan panjang berwarna cokelat muda dan menenteng sebuah tas, ia berjalan agak cepat. Orang sini langkahnya panjang-panjang, saya bergumam di dalam hati. Sudah lebih dari dua puluh jam saya melihat langkah-langkah panjang itu di negeri asli para Kangguru dan Koala ini. Tak jauh dari situ, beberapa orang—dengan langkahnya yang panjang juga—menyeberang Collins Street, sebuah jalanan ‘tua’ yang jika kita berjalan terus ke arah timur akan tiba di gedung Parliament House-nya negara bagian Victoria, tak jauh dari St. Patrick’s Cathedral. “Orang di sini langkahnya panjang-panjang ya?” tanya saya pada...
[Seri Dua Minggu di Australia (bag.1)] Kali Pertama ke Negeri Kangguru

[Seri Dua Minggu di Australia (bag.1)] Kali Pertama ke Negeri Kangguru

Kepenulisan, Pojok
Dua Minggu di Australia (1): Catatan Peserta Muslim Exchange Program (MEP) Grup 1 2015 “Bagi orang yang dibesarkan di kampung, luar negeri adalah maju, modern, dan bangunannya tinggi-tinggi.” Bayanganku waktu kecil seperti itu. Luar negeri juga, dalam bayangan saya waktu kecil, adalah: Kristen. Orang-orang Barat, dalam pandangan masa kecil, adalah orang-orang Kristen, persis seperti pertanyaan salah seorang keluarga saya beberapa waktu lalu di Tobelo, sebuah kota kecil di utara Pulau Halmahera, seminggu setelah kembali dari Australia, “Apa ada orang Islam di Australia?” Catatan ini saya tulis memiliki beberapa tujuan: (1) sebagai kenangan bagi diri saya sendiri bahwa pada bagian tertentu dalam hidup, saya pernah mendapatkan kesempatan berharga untuk melihat negeri tetangga di benua sebe...

Pin It on Pinterest