Selasa, Maret 17Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Karya Anggota

Terimakasih, FLP

Terimakasih, FLP

Karya Anggota, Puisi
terik matahari bukan panas bumi elok kata hati peredam panas kepala ridho hujan kepada kota yang belum berilmu inapkan rezeki langit menjadi bencana bumi manusiakan pemikir untuk jadi pengolah panas sang surya adabkan pekerja keras untuk tetap bersyukur di kala topan badai kita bersama sebagai manusia, berkumpul sebagai pengasah yang tumpul adalah kita yang berjuang di tangan kanannya pena dan di tangan kirinya kitab suci segala hormat kita berjalan menuju keandalan ingatkan segala kita tidak saling mengandalkan hidupi hidup dengan saling menguatkan visi Forum Lingkar Pena telah merumahi mereka yang bersungguhsungguh, lalu meneduhkan lelahkan hari dan hati mereka untuk dicintai Allah, sebagai hamba penulis dan pejuang keras padamu, aku berterima kasih, FLP Kab. Bandung, 6 November 2017 ...
HIKAYAT

HIKAYAT

Karya Anggota, Puisi
Pagi dibuka lembaran kaku berisi separuh namamu Katakata yang pernah mampir di gendang telinga membiru sudutnya Cerita cita yang tiarap kedap bersama ujung hayat Melihatmu lambai gemulai: senyap gegas terbentang Bahwa hikayat kita serupa hujan terhalang angin Lantas melipir pada takdir yang salah tempat Rinai tiada sempat berpamit pada telapak yang kugenggam Kita diamdiam berselimut muram bermuka masam Apa yang kita tuang di siang hari menukar nasib di rembang petang Lantas sengketa adalah kisikisi tiap kelana Menusuk rusuk gulita meraja Gelagat segala rupa luka Senja dimulai saat engkau datang kelang Rinai kita berjatuhan di dedaun kenang Janji tak jua tertopang hingga pagi bersuci Hikayat terberai lagilagi Demang Lebar Daun, 05/11/17 Azzura Dayana
BANDUNG NOVEMBER ’17

BANDUNG NOVEMBER ’17

Karya Anggota, Puisi
Senja masih basah di kotaku Tatkala mereka datang dari berbagai penjuru Dengan pesawat bus kereta dan kapal laut Dengan wajah riang dan mata syahdu Dengan hati senang dan bertumpuk rindu Malam mengekalkan rindu di kotaku Tatkala mereka bersalaman berpelukan dan bercengkerama seru Tentang agama keluarga dan karya terbaru Juga berbincang haru Tentang Rohingya dan Traktat Balfour Lalu merekamnya dalam buku-buku Pagi masih menuliskan buku di kotaku Dengan pena sebatang perdu Dengan tinta bertetes embun Menuliskan janji suci Berjuang bersama demi ridha ilahi Siang bernaung mendung di kotaku Menjadi semacam ayat-ayat cinta Yang memandu langkah mereka Menuju haribaan Allah Ta'ala  
Pesan Maxwell Untuk Ketua Umum FLP 2017-2021: Afifah Afra

Pesan Maxwell Untuk Ketua Umum FLP 2017-2021: Afifah Afra

Opini
John Calvin Maxwell (lahir 1947), penulis Amerika yang spesialis membahas soal kepemimpinan memiliki sebuah kutipan menarik berbunyi, "A Leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way." Pemimpin, tulis dia, adalah orang yang mengetahui jalan, berjalan di jalannya, dan menunjukkan jalan. Sebagai ketua umum FLP yang terpilih secara demokratis pada Munas IV FLP (4/11), dalam konteks kepemimpinan diharapkan telah mengetahui jalan-jalan kepemimpinan, berjalan di jalanan yang telah tersedia, dan menunjukkan jalan kepada kader FLP untuk memberikan yang terbaik untuk lembaga ini. Seorang pemimpin perlu mengetahui secara persis jalanan yang hendak dilaluinya. Jalanan yang akan ditempuh oleh FLP tidak semuanya sama: ada yang mulus, berliku, bahkan terjal. Mereka yang beraktivitas d...
5 Hal yang (Mungkin) Buruk yang (Mungkin) Terjadi pada Penulis

5 Hal yang (Mungkin) Buruk yang (Mungkin) Terjadi pada Penulis

Karya Anggota, Opini
Di luar kebanggaan, sisi humanis dan kesabaran yang biasanya melekat pada diri penulis; ada beberapa hal (yang mungkin) buruk yang mungkin menghampiri seseorang ketika ia memutuskan menajdi penulis. Hal ini harus disadari sejak awal, agar orang tak hanya memikirkan hal muluk-muluk ketika menjadi penulis. 1. Perjalanan panjang, mungkin seumur hidup Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk jadi penulis mahir? 3 bulan, 6 bulan, 2 tahun? Ketika bukunya telah terbit 5 atau 10? Atau setelah ia mengikuti workshop selama puluhan jam? Saya ingin sedikit bercerita. Salah satu impian saya adalah jadi penulis buku anak-anak. Entah karena masa kecil saya terlalu bahagia atau malah kelewat sengsara hahaha. Yang pasti, senang sekali menonton film yang berkisah tentang anak-anak seperti Heidi, Little Hous...
Maukah Kamu Jadi Penulis?

Maukah Kamu Jadi Penulis?

Karya Anggota, Opini
Tidak ada universitas yang khusus memiliki fakultas atau jurusan yang mencetak seseorang menjadi penulis. Bahkan fakultas FIB sekalipun, tidak secara otomatis membuat mahasiswanya mengambil profesi penulis sebagai pekerjaan hidupnya. Penulis adalah pekerjaan lepas yang benar-benar ‘lepas’ : hanya orang-orang yang benar-benar niat jadi penulis, akan menjalani profesi sebagai penulis dengan segala lika likunya. Bertahun-tahun lalu, di era tahun 2000an, saat novel dan kumpulan cerpen di tanah air meledak penjualannya; orang ramai-ramai ingin jadi penulis. Pelatihan-pelatihan digelar dan pesertanya mengalir deras. Sekarang, acara-acara kepenulisan sepi peminat. Bedah buku jarang dihadiri khalayak. Orang enggan mengirimkan cerpen ke koran-koran atau majalah. Alasannya : menulis susah-susah, la...
Duka (Ridha) Sedalam Cinta

Duka (Ridha) Sedalam Cinta

Karya Anggota, Opini
Di antara yang membekas dalam benak penonton film Duka Sedalam Cinta adalah salah satu OST-nya, berjudul Jalan yang Kupilih. Lagu ini diaransemen oleh Dwiki Dharmawan dari puisinya Helvy Tiana Rosa. Lalu disenandungkan langsung oleh Hamas Syahid selaku pemeran Mas Gagah. Bagi saya, "Jalan yang Kupilih" telah cukup menyimpulkan pesan yang hendak diantarkan oleh film Duka Sedalam Cinta. Yaitu tentang Cinta dan Keridhaan. Bahkan bukan tentang duka itu sendiri sebagaimana tertera pada judul filmnya. Benar bahwa hidup ini tentang cinta, dan karena cintalah kita harus memilih. Memilih untuk bermakna. Sebab bila sungguh cinta, maka mestinya dapat bermakna. Dan cinta sejati akan menghantarkan ridha. Benar. Semua dalam diri dan dunia ini akan pergi. Yang abadi hanya iman dan amal diri. Inilah ya...
Menulis Selera Dunia Rasa Akhirat

Menulis Selera Dunia Rasa Akhirat

Opini
Sebentar lagi FLP akan mengadakan Munas yang keempat. Ini munas perdana bagi saya. Di tengah ingar bingar calon ketua FLP yang baik mencalonkan diri, diam-diam dicalonkan, atau mau nyalon tapi malu, dan ada niat nyalon tapi tidak untuk sekarang. Apapun itu yang melatarbelakangi, saya berharap semua berangkat dari niat yang suci nan tulus. Bukan sebagai jalan melancarkan misi pribadi, efeknya akan terlihat pencitraan yang dibuat-buat. Dan akan sangat merugikan, walau secara biografi sangat potensial. FLP sekarang ini, tidak hanya memerlukan leader yang bisa menjadi contoh dalam karya-karyanya. Jauh lebih dari itu yang bisa membawa angota-anggotanya sebagai insan-insan literasi yang membumi dengan akhlak baik sebagai penyeru kebaikan atau da'i bertinta emas. Di sebuah cabang, pelosok sekali ...
Menonton Film Baik Sebelum Memusyawarahkan Kebaikan

Menonton Film Baik Sebelum Memusyawarahkan Kebaikan

Karya Anggota, Opini
Semacam catatan menyambut penyangan Duka Sedalam Cinta dan Munas FLP ke-4 Hujan renyai ketika mobil kami merangkak meninggalkan Serpong menuju Tebet bakda ashar. Meskipun tiba dua jam lebih lambat dari yang diperkirakan informan Google Maps yang gemar meralat prediksi waktu tempuh saban kemacetan memerangkap kami plus salah jalan yang sempat kami ambil, tapi tetap, Rabu, 18 September 2017, pukul 21.35 itu, kepenasaran atas kelanjutan film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) itu akhirnya siap saya tuntaskan di XXI Kota Kasablanka Mall. Kepenasaran itu sebenarnya lebih mewujud kelegaan, sebab saya yang sudah menungggu-nunggu jadwal penayangan Duka Sedalam Cinta (DSC), demikian sekuel KMGP ini dijuduli, belum juga mendapatkan informasi akurat terkait jadwal tayangnya di XXI, meskipun berbagai aku...

Minat Baca dan Mudik Buku

Karya Anggota, Kritik Sastra
Bicara soal minat baca masyarakat Indonesia, kita punya cukup koleksi data yang bikin prihatin. Sebut saja, misalnya, yang sering jadi rujukan, yaitu survei Unesco pada 2012 yang menyebutkan bahwa dari 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang membaca serius. Survei terbaru yakni, sebagaimana dirilis Central Connecticut State University, Amerika Serikat, pada Maret 2016, dengan tajuk Most Literate Nations in the World, tingkat kemampuan membaca dan menulis masyarakat Indonesia berada diurutan ke-60 dari 61 negara yang disurvei (jpnn.com, 13 April 2016). Masih berdasarkan laporan tersebut, terkait keberadaan perpustakaan atau infrastruktur literasi, Indonesia diurutan ke-36, di atas Korea Selatan (42), Malaysia (44), Jerman (47), Belanda (53), bahkan Singapura (59). Artinya, bangunan perp...

Pin It on Pinterest