Selasa, Februari 3Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Opini

Opini: Nasib Imigran Rohingya

Opini: Nasib Imigran Rohingya

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor
Tiga orang terbaring lemas di atas tikar. Dua diantaranya orang dewasa, satu anak-anak yang di tangannya tengah diinfus. Harian Kompas yang merilis foto tersebut di halaman depannya menulis, “Imigran Rohingya asal Myanmar dirawat karena sakit di tempat penampungan.” Ada sekitar 433 imigran Rohingya yang ditampung bekas pabrik kertas di Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur (Kompas, 22 Mei 2015). Siapa sebenarnya orang Rohingya yang sekarang sedang ramai diperbincangkan yang menurut PBB mereka adalah ‘etnis yang paling tertindas di dunia’ itu? Arakan, Negeri Asal Arakan adalah wilayah yang menjadi sumbu konflik di Myanmar saat ini. Kawasan di mana orang-orang Rohingya ditindas, dibantai dan diusir dari negeri leluhur mereka.  Tanah ini adalah tanah yang kaya akan sumber daya alam yang karen...
Ramadhan Bersemi Kembali

Ramadhan Bersemi Kembali

Karya Anggota, Opini
"Setibanya Ramadhan, pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup, syaitan dibelenggu." (HR. Abu Hurairah) Cobalah kembali menyusun kepingan-kepingan Puzzle Ramadhan yang telah terlewat? Seperti apakah ia? adakah ia seperti susunan tak berbentuk? Atau ada space yang kosong? Bisa jadi mungkin seperti ini : "Puasa ala kadarnya, juga ada dua hari tertinggal. Sholat tarawih seperti mematuk ayam, pun bolong-bolong, Infaq cuma dua kali, maksiat hampir tiap hari, tilawah tidak nyampai 1 juz sehari ... dst." Telah berlalu berapa kali Ramadhan dalam hidup, telah banyak raga yang tak lagi membersamai hingga kini. Gugahan untuk diri kadang hilang agar Ramadhan tak sekadar rutinitas tahunan yang menjebak setiap jiwa. Menjebak bahkan membelenggu bagi sebagian orang. Tersebab kualitas diri juga ...
Cinta yang Nyaris Retak

Cinta yang Nyaris Retak

Karya Anggota, Opini
FLP.or.id,- Air dan tanahnya telah menjadi bagian yang tidak terpisah dari tubuhku. Udaranya menjadi bagian dari nafasku. Malamnya menjadi pakaian rehatku. Paginya menjadi semangat kerjaku. Dzikir pagi-sore menjadi nutrisi hidupku. Bacaan alif-ba-ta menjadi pembangun ruhku. Cinta adalah pelajaran pertama yang diajarkan di madrasah pertamaku. Guru pertamaku mengajariku cinta sejak aku belum berupa aku. Seharusnya cinta itu menjadi modal bagiku untuk selalu tersenyum, optimis, berhusnu dzan, dan taat kepada Tuhanku. Namun, ternyata cinta itu tidak selalu mengekspresikan idealisme itu dalam interaksiku dengan lingkunganku. Jarak antara idealita dan realita itu yang kemudian menjadi rentang masalah hidupku. Guru pertamaku mengajariku bagaimana berinteraksi dengan masalah. Ia memahamkan aku bah...
Penulis dan Dua Senjatanya (Bagian 1)

Penulis dan Dua Senjatanya (Bagian 1)

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor
Ketika kita sudah mendeklarasikan diri untuk menjadi seorang penulis, akan banyak hal yang dihadapi, baik kemudahan maupun kesulitan. Dalam menjalankan aktivitas menulis, ada dua senjata penting yang harus dimiliki oleh seorang penulis,yaitu sabar dan syukur. Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda,“Sungguh menakjubkan perkara orang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim). Pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit berbagi tentang...
Radikalisme Dalam Media

Radikalisme Dalam Media

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor
Ibnu Khaldun, mengemukakan hal menggelitik seputar kekuasaan. Menurutnya, “… kekuasaan merupakan kedudukan yang menyenangkan, meliputi berbagai kesenangan materi maupun maknawi, material maupun spiritual, visible maupun invisible sehingga untuk mendapatkannya seringkali melalui kompetisi-kompetisi menggemparkan dan sedikit orang yang mau menyerahkannya. Karena partai merupakan proses awal bagi justifikasi kekuasaan, maka partai acapkali menjadi proteksi, pembela, bahkan klaim untul segala persoalan itu. Kompetisi kekuatan antarkelompok biasanya tidak dapat dilepaskan dari sikap-sikap arogan untuk memperoleh kekuasaan tersebut, dimana pemegang kebijaksaan dari partai atau kelompok yang berkuasa senantiasa mencari legitimasi kemenangan dari massa dengan berbagai macam manuver siasat atas nam...
Anak Jenius, Karena Ayah atau Ibu?

Anak Jenius, Karena Ayah atau Ibu?

Opini
Ibu hebat, anak hebat. Ayah jagoan, anak jagoan. Bolehkah memilih salah satunya? Cukup ibu saja yang hebat, insyaAllah anak OK. Atau ayah saja yang hebat, toh Margareth Thatcher dan Steve Jobs sukses sebab ayahnya. Dalam ranah psikologi, figur ayah dan ibu memiliki posisi masing-masing. Ibu adalah Primary Object, objek utama yang dikenal sang anak sejak ia masih di dalam kandungan. Primary object berfungsi untuk membangung centered holding dan centered relating. Centered holding adalah bentuk hubungan fisik yang juga memberi ruang pertumbuhan psikologis seseorang. Memeluk, mencium, mendekap anak adalah centered holding. Tampaknya sepele, tapi perlakuan ini memberikan kekuatan psikologis bagi anak seiring masa-masa perkembangannya. Hoelun kerap melakukan ini pada Temujin. Mengepang rambutny...
18 Tahun FLP: Di Ambang Kedewasaan

18 Tahun FLP: Di Ambang Kedewasaan

Opini, Pilihan Editor
Kedewasaan memang tak mesti terukur dengan runut usia. Namun kedewasaan lebih tercermin pada kematangan karakter. Kematangan karakter yang tampil pada kesadaran akan jati dirinya; tentang siapa dirinya, apa tujuan keberadaannya, dan apa saja kewajiban yang harus ditunaikan untuk menggapai tujuan itu. Kematangan juga tercermin pada cara merancang idealita dan mengukurnya pada ruang realita; lalu terlahir sikap kearifan dan kebijaksanaan.             Maka dari itu, kedewasaan memang tak selalu berbanding lurus dengan perjalanan usia. Walaupun semakin jauh perjalanan usia yang telah dilalui sangat mungkin membentuk kedewasaan jiwa, namun tidak sedikit juga mereka yang berusia belia telah memiliki kedewasaan yang melebihi ukuran usianya. Sehingga kita paham, bahwa yang membentuk kedewasaan buk...
Merayakan Komunitas Cerdas

Merayakan Komunitas Cerdas

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor
Merayakan Komunitas Merayakan komunitas sastra adalah semacam merayakan sebuah kebangkitan sastra Indonesia. Betapa tidak, ternyata komunitas sastra di negeri ini, saat ini, lebih dari 200 belum ditambah dengan komunitas sastra di kampus-kampus (Kompas, 1 Juni 2001). Tentu saja ini bisa dijadikan sebuah parameter kebangkitan dunia literasi di Indonesia. Dan di antara sekian ratus komunitas tersebut, terseliplah sebuah nama kecil Forum Lingkar Pena (selanjutnya disebut FLP). Sebuah komunitas sastra atau komunitas kepenulisan (begitu biasa kami menyebut) yang memiliki konsern meretas sastra yang mencerahkan. Mengapa harus dirayakan? Itu pertanyaan besarnya. Tentu saja ini bisa dikatakan semacam tahaddus binnikmah (pengungkapan rasa syukur yang sangat dianjurkan sekali dalam Islam). Tahaddus ...
Kebudayaan Indonesia Dalam Imajinasi

Kebudayaan Indonesia Dalam Imajinasi

Karya Anggota, Opini
Berbicara tentang kebudayaan Indonesia, saat ini, seperti memosisikan sesuatu  di dalam ruang-ruang imajinasi. Ya, karena begitu banyak dan berkelebatannya infiltrasi-infiltrasi identitas budaya. Sebuah ruang yang semula bisa diindra dengan kasat mata, kini bias karena munculnya  ruang jenis lain, yaitu ruang-ruang maya. Media, mulai media cetak sampai internet adalah lahan subur penyebar infiltrasi identitas kebudayaan Indonesia. Sutan Takdir Alisyahbana (1988: 1-2) menyebutkan bahwa ada tiga lapis kebudayaan Indonesia. Pertama, lapis kebudayaan Indonesia Asli.  Kedua lapisan kebudayaan India, atau yang seperti biasa disebut kebudayaan Hindu. Ketiga, lapis kebudayaan Islam. Ketiga lapisan itulah yang kemudian berhadapan dengan kebudayaan modern sejak kehadiran kolonial di bumi Indonesia. ...
Gie, Demo, dan Menulis (2)

Gie, Demo, dan Menulis (2)

Opini
Saya membayangkan, jika para mahasiswa kita telah terbiasa menulis, maka kelak ia akan terbantu dalam beberapa hal. Pertama, ketika menulis makalah atau tugas akhir, mahasiswa akan lebih terbantu dalam menuliskan ide-idenya yang mengalir, dan enak dibaca. Setidaknya sampai saat ini, kebijakan para calon sarjana untuk menuliskan artikel jurnal masih dipakai. Jika kebiasaan menulis telah ada, maka pembuatan artikel jurnal juga akan lebih mudah. Kedua, setamat dari sarjana, bagi mahasiswa yang hendak melanjutkan pascasarjana dengan beasiswa, kadang ada lembaga beasiswa yang meminta calonnya untuk menulis apa rencana-rencana hidupnya setelah tamat kuliah. Dengan kebiasaan menulis, hal itu akan sangat membantu. Pun demikian ketika berkuliah S2, tugas-tugas kuliah akan lebih mudah dikerjakan. Ke...

Pin It on Pinterest