Berita

Rayakan Milad, FLP Surabaya Persembahkan Hadiah untuk Mamah

Milad FLP

FLP.or.id,- Mendung menggantung di langit pagi Kota Surabaya tidak menyurutkan para panitia penyelenggara Peluncuran buku cerita anak dalam rangka Ulang tahun Forum Lingkar Pena ke-23. Mereka melawan rasa malas untuk mempersiapkan acara yang dihadiri banyak kolega FLP di seantero kota pahlawan. Acara yang berlangsung di Perpustakaan Bank Indonesia dimulai pukul 09.15 dengan rangkaian acara menarik. Sebelum masuk pada Talkshow bedah buku, acara disegarkan dengan dongeng oleh Kak Muya.

Pada kesempatan emas ini cerita yang terpilih untuk didongengkan adalah Dinosaurus di Rumah Isan, karya Gendhis Arimbi. Hadirin begitu antusias menyimak dongeng tersebut, seakan jenis tulisan tersebut tidak hanya diperuntukkan kalangan anak-anak. Karena orang dewasa pun turut menikmatinya dengan seksama. Masuk pada acara inti, bedah buku oleh Mas Adly al Fadlly dari Gresik terlaksana begitu meriah. Meski anak-anak yang hadir tidak begitu banyak, namun tidak menyurutkan animo peserta dalam mengikuti diskusi.

Banyak pertanyaan bermunculan, di antaranya dari Lilian, salah satu pengajar ekstra kurikuler literasi sekolah dasar di Surabaya. Pertanyaannya cukup menarik, “Apa bedanya menulis cerita anak dengan anak menulis cerita?” Mas Adly sebagai pembedah mengemukakan bahwasanya dalam menulis cerita tentunya berbeda jika kita berbicara menulis cerita anak dan anak menulis cerita. Kalau anak akan menulis cerita dengan gaya dan imajinasi mereka, sesukanya. Namun kalau kita selaku orang dewasa menulis cerita anak, maka akan membutuhkan perhatian sangat besar. Karena banyak pertimbangan penting, mulai dari ide, gaya bahasa, panjang cerita sampai amanat yang disisipkan.

Dalam bedah buku ini beliau juga menuturkan bahwa buku Hadiah untuk Mamah yang ditulis oleh 20 penulis dari FLP Surabaya ini dapat dinilai 95% sukses. Hal ini tentunya dengan pertimbangan aspek-aspek tersebut. Alasan yang dia kemukakan, “Kenapa nilainya 95%, karena buku ini dipersiapkan dengan otodidak, dengan hasil yang sudah sangat mencengang, adanya sedikit koreksi dan perbaikan, itulah 5% yang tersisa.” Adapun 20 penulis yang terkumpul dalam satu antologi ini memiliki latar belakang yang amat beragam. Beberapa di antaranya adalah mahasiswa, karyawan, guru bahkan ada juga wirausaha. Bagi sebagian besar dari mereka, menulis cerita anak adalah tantangan yang amat besar. Terutama bagi yang terbiasa menulis dengan genre segmentasi orang dewasa.

Acara berlangsung lancar dihadiri berbagai tamu undangan dari berbagai kalangan, di antara tamu terhormat juga hadir Ibu Sinta Yudisia, penulis sekaligus perwakilan dari FLP Pusat. Seremonial peluncuran ditandai dengan penyerahan secara simbolik buku Hadiah untuk Mamah sebagai hadiah ulang tahun untuk Forum Lingkar Pena sebagai ‘Mamah’ atau ibu dari FLP cabang Surabaya. Simbolik diserahkan langsung oleh Ketua FLP Surabaya, Ratna W. Anggraini kepada Ibu Sinta Yudisia. Ditemui di akhir acara, Thoriq, ketua panitia menyampaikan bahwa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh hadirin yang telah menyempatkan diri bergabung di acara FLP Surabaya sekaligus hari terakhir penerimaan anggota baru tersebut.

Reportase oleh:

Ihdina Sabili Kadiv Kaderisasi FLP Surabaya 2019-2021

Related posts

FLP Tolak Penetapan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

admin

Kiprah Migran dalam Dunia Sastra

Kontributor FLP

Penulis FLP Ini Kembali Menangkan Lomba Cerita Anak; Tanamkan Nilai Seperti Apa?

admin

Leave a Comment