Kaburu di FLP Jawa Timur

2 menit baca |

Ahad, 15 April 2018. Saya berkesempatan kunjung ke wilayah FLP yang memiliki cabang terbanyak. Itulah FLP wilayah Jawa Timur yang membawahi 22 cabang. Hampir 2/3 dari total kabupaten/kota di Jawa Timur telah ada cabang FLP. Di jalan Raya Lebo nomor 30 Sidoarjo, alamat toko buku Cahaya Pustaka yang sekaligus menjadi sekretariat FLP wilayah Jawa Timur dan FLP cabang Sidoarjo, saya sempat bersua sejenak dengan Mas Rafif Amir Ketua FLP Jawa Timur. Tak lebih dari 15 menit perbincangan kami, karena mas Rafif sudah ada agenda ke luar kota.

Wilayah yang terbentuk pada 30 Juli 2000 ini termasuk wilayah yang tinggi intensitas geliatnya. Berbagai kegiatan terus bertumbuh dan berkembang di cabang-cabangnya. Bahkan FLP wilayah Jawa Timur termasuk 1 dari 4 wilayah yang memiliki Divisi Jaringan Cabang (Jarcab). Selainnya yang memiliki struktur Jarcab ada FLP wilayah Riau, FLP wilayah Jawa Barat dan FLP wilayah Sulawesi Barat. Nampaknya, pengurus wilayah Jawa Timur telah sungguh-sungguh mengoptimalkan perannya sebagai koordinator dan fasilitator perkembangan cabang-cabangnya. Ketua Wilayah aktif melakukan turun ke bawah (turba) untuk mengunjungi dan membersamai cabang-cabang.

Meski demikian, kondisi kepengurusan wilayahnya hingga kini masih bersahaja. Ukuran kas wilayahnya masih di taraf menengah, dan sekretariatnya pun masih menumpang di tempat Ketua. Tapi FLP Jawa Timur tak mau tersandera dengan segala keterbatasannya, ia terus merakit karya demi karya di ranah literasi Jawa Timur.

Bukan hanya program-program yang bersifat lokal, berbagai program pusat pun dengan cekatan dilaksanakan oleh pengurus wilayah. Salah satunya adalah program pendataan profil wilayah yang digulirkan pada bulan Februari lalu. Dan berkat ketekunan tersebut, maka tidak hanya program pusat yang tertunaikan, FLP wilayahnya pun mendapatkan berkahnya. Sebagaimana yang dipublikasikan di akun instagram FLP Jawa Timur pada 12 Februari 2018, “Alhamdulillah hari ini Ketua Jatim Babe Rafif Amir silaturrahim ke Ketua Pertama FLP Jatim, pak Yulim Wicak.” Mas Rafif sendiri sempat mengabari Jarwil BPP. “Gerakan kembali ke rumah. Setelah ditelusuri akhirnya ketemu. Buat tugas Jarwil juga nih,” begitu kesan singkatnya, seusai bertemu pak M Yulim SW.

Dalam kunjungan ini, saya pribadi dikejutkan dengan program istimewa FLP Jawa Timur. Yaitu program KABURU (Kawah Buku Seru). Itulah program dari Divisi Karya wilayah Jawa Timur yang ditujukan bagi calon novelis FLP Jawa Timur. Konsepnya sederhana, setiap yang bergabung punya target selesai 1 buku dalam 3 bulan. Satu pekan menyusun kerangka, satu pekan penelitian bahan, dan 10 pekan menyelesaikan tulisan. Dengan demikian, setiap 3 bulan akan lahir naskah-naskah buku baru dari rahim FLP Jawa Timur.

Sebenarnya Divisi Jarwil BPP telah merancang program 4 buku per-cabang dalam setahun pada 2019 dan 2020. Tetapi FLP Jawa Timur telah memulainya, tentu ini akan meringankan beban amanah target capaian di tahun depan. Bila seharusnya lahir 88 buku dari 22 cabang di Jawa Timur pada 2019, maka dengan dicicil tahun ini akan mengurangi target dari BPP untuk FLP Jawa Timur di tahun depan. Saat ini saja sudah bergabung 30 anggota dalam program ini, maka bulan Mei akan lahir 30 naskah buku. Bila berulang lagi di triwulan ketiga dan keempat tahun ini, maka pada akhir tahun akan terkumpul 90 naskah yang lahir tahun ini dari rahim FLP Jawa Timur. Itu artinya, telah melebihi target Jarwil yang akan dicanangkan tahun 2019. Terima kasih FLP Jawa Timur!

 

Jakarta, 26 April 2018

Irfan Azizi
Koordinator Divisi Jarwil BPP

Post Author: Irfan Azizi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *