Malang — Forum Lingkar Pena (FLP) Malang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (FIS UM) sukses menyelenggarakan workshop kepenulisan bertajuk Level Up Your Writing: Kuasai Hook dan AI Writing di Era Digital pada Minggu (19/7) di My Dormy Hostel UMM, Malang. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan menulis sekaligus memahami pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dalam proses kreatif di era digital.
Workshop yang diikuti oleh pelajar, mahasiswa, guru, penulis pemula, dan content creator ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Ihwan Hariyanto, S.AP., praktisi Public Relations dan digital storyteller, serta Dr. Redy Eko Prastyo, S.Psi., M.I.Kom., Direktur UB Medcom dan pemerhati seni budaya.
Dalam sesi pertama, Ihwan Hariyanto membagikan strategi membangun hook yang kuat sebagai kunci menarik perhatian audiens di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemampuan menyampaikan pesan secara efektif menjadi kebutuhan penting bagi siapa saja yang ingin karyanya diterima dan diingat oleh publik.
Peserta diajak memahami bagaimana sebuah konten dapat menjangkau audiens secara lebih luas melalui pemilihan sudut pandang yang tepat, struktur narasi yang kuat, serta pembuka yang mampu memancing rasa ingin tahu. Ia juga menegaskan bahwa di balik setiap konten yang menarik, terdapat kemampuan menulis yang baik sebagai fondasi utama dalam menyampaikan gagasan.

Sementara itu, pada sesi berikutnya, Dr. Redy Eko Prastyo mengulas perkembangan teknologi AI dan peluang pemanfaatannya dalam dunia kepenulisan. Ia menjelaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang mendukung produktivitas penulis, mulai dari proses pencarian ide, riset, hingga pengembangan draf tulisan. Namun demikian, kreativitas, pengalaman, dan perspektif manusia tetap menjadi unsur utama yang menentukan kualitas sebuah karya.
Dalam pemaparannya, Dr. Redy juga mengajak peserta untuk melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas. Ia mengibaratkan cara pandang tersebut seperti kamera drone yang mampu menangkap gambaran besar dari berbagai sudut, bukan sekadar kamera tele yang hanya berfokus pada objek tertentu melalui fungsi zoom in dan zoom out. Menurutnya, kemampuan melihat konteks yang lebih luas akan membantu penulis menghasilkan tulisan yang lebih kaya perspektif dan relevan dengan kebutuhan pembaca.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai teknik menulis yang efektif, tetapi juga berkesempatan berdialog langsung dengan narasumber mengenai tantangan menulis di era digital, termasuk cara menjaga orisinalitas karya di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Sebagai tindak lanjut dari workshop, panitia memberikan penugasan kepada peserta untuk mengaplikasikan materi yang telah dipelajari. Penugasan tersebut diharapkan dapat mendorong peserta untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan menulis secara berkelanjutan, sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada ruang seminar semata, tetapi dapat diwujudkan dalam karya nyata.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang terselenggara melalui kolaborasi antara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang dan FLP Malang. Melalui sinergi tersebut, kedua lembaga berupaya menghadirkan program literasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan keterampilan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua Pelaksana Program, Kun Sila Ananda, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif bagi para peserta.

“Kegiatan ini adalah salah satu bagian dari pengabdian masyarakat yang terselenggara atas kolaborasi antara Fakultas Ilmu Sosial UM dan FLP Malang. Saya berharap setelah mengikuti acara ini, para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dan memberikan dampak positif. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan lainnya di masa mendatang,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua FLP Malang, Intan K.L. Asror, menyambut baik kolaborasi yang terjalin antara FLP Malang dan Fakultas Ilmu Sosial UM. Menurutnya, kerja sama antara komunitas literasi dan institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam memperluas akses pembelajaran dan memperkuat budaya literasi di masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan komunitas literasi. FLP Malang berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis upaya meningkatkan budaya literasi dan melahirkan lebih banyak penulis serta pegiat literasi di Malang dapat semakin kuat,” tutur Intan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi makan siang bersama yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi peserta dan narasumber untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, serta memperkuat semangat literasi dan kolaborasi di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, FLP Malang dan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang berharap dapat terus menghadirkan ruang-ruang pembelajaran yang inspiratif dan relevan dengan tantangan masa kini, sekaligus mendorong lahirnya generasi penulis yang kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat. Kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai program literasi berkelanjutan yang dapat memperkuat ekosistem literasi di Kota Malang dan sekitarnya.
(Humas FLP Malang)

