• Home
  • Senandika
  • Cinta: Sejati, Selingkuh, Sejenis, Sejuta Rasanya (5/5)
Senandika

Cinta: Sejati, Selingkuh, Sejenis, Sejuta Rasanya (5/5)

SENANDIKA, FLP.or.id – Cinta, ah…

Aku yakin, kita semua pernah mengalami cinta rahasia.
Cinta yang tidak seorangpun boleh tahu. Hanya antara diri kita dan Tuhan saja.
Entah itu jatuh cinta pada teman sekelas, pada kakak kelas, pada pacar orang lain, pada tunangan orang lain, pada pasangan hidup orang lain. Pada anime, idol, atau sahabat sejenis. Perempuan dan perempuan, lelaki dan lelaki.

Cinta itu indah, apapun bentuknya.
Cinta itu pada akhirnya akan membuat ketagihan, ingin memiliki (dalam kadar tertentu menjadi obsessive), ingin mencicipi, ingin bersama berdekatan dan seterusnya dan seterusnya. Sebagai manusia dewasa kita dapat mengkhayalkan, bahwa bagian dari cinta adalah eros. Nafsu. Itulah bagian dari cinta. Bila nafsu ini tidak dikendalikan, ia bagaikan naga dengan mulut api yang akan menghanguskan segala.
Jatuh cinta pada pasangan orang, perlu dikendalikan agar kita tidak hanya mencecap Liberty dan tunggang langgang dari Responsibility.

Jatuh cinta pada Idol, K-Pop, tokoh anime; harus segera dikendalikan agar diri bisa segera berpihak pada realita. Sejelek-jeleknya pasangan hidup, masih lebih mending yang real daripada yang imajinatif.
Jatuh cinta pada rekan sejenis, perlu dipertimbangkan. Ditelaah, direnungkan. Diluruskan. Meski DSM V sudah tidak mencantumkan cinta sejenis sebagai bagian dari disorder.
Siapkah kita membangun patung Responsibility menghadapi segala kendala kehidupan, ketika memilih cinta yang tidak biasa? Celaan manusia, hinaan orang, hukuman social, tidak berarti apa-apa. Tetapi manusia tak akan sanggup menghadapi keputusanNya.

Seorang kiai berkata kepada santrinya.
“Hati-hati ya, Nduk, Le, ketika berbuat dosa. Segera mohon ampun. Nanti kamu nggak kuat bayarnya.”
Medengar nasehat itu, hatiku tercabik.
Kita bukan orang suci.
Hanya Nabi yang ma’shum.

Kita juga tidak berhak menghakimi dan melabeli orang, kecuali memang ia memiliki keahlian sebagai halim peradilan,hakim agama atau professional di bidang keilmuan yang terkait. Tetapi perkataan pak Kiai itu patut direnungkan. Perkataan yang sama dengan nasehat Victor Frankl.
Ketika kita melakukan satu tindakan Liberty, kuatkan membayar Responsibility nya?
—————————-
Tentang cinta sejenis kutuliskan dalam novel Lafaz Cinta & buku Seksologi Pernikahan Islami. Cinta sejuta rasa dalam balutan budaya K-Pop kutuangkan dalam #siriusseoul.

Related posts

Tsabbit Qalbii

maimonh

Cinta: Sejati, Selingkuh, Sejenis, Sejuta Rasanya (2/5)

Sinta Yudisia

Kenali Trauma Psikologis dan Langkah Post Traumatic- Growth (2/2)

Sinta Yudisia

Leave a Comment