Jumat, Maret 27Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Penulis: admin

Datang ke Munas atau Tidak? Ingin Bukumu Dikaji Secara Akademis Tak?

Datang ke Munas atau Tidak? Ingin Bukumu Dikaji Secara Akademis Tak?

Berita
BANDUNG, FLP.or.id - Kabar gembira datang dari Bandung. Koordinator Divisi Karya BPP FLP, Topik Mulyana, menginformasikan kesempatan menarik bagi anggota FLP yang telah menulis buku sastra. "Teman-teman yang mau buku-bukunya, baik itu buku cerpen, novel, ataupun puisi, dijadikan bahan skripsi mahasiswa saya, boleh kirim bukunya ke saya," kata Topik pada Jumat (27/10/2017). Penggiat FLP Jawa Barat yang akrab dipanggil Kang Topik itu, mengemukakan kondisi nyata di kampus. "Setiap pengajuan judul skripsi untuk rumpun Sastra, para mahasiswa suka kehabisan stok," katanya. Ia menerangkan, hal itu dikarenakan dekanat menentukan standar ketat. "Buku-buku bahan kajian harus yang terbit paling lama dua tahun," lanjut Kang Topik yang juga dikenal sebagai seorang editor dan esais. Tak hanya terbat...
10 Langkah Strategis Pengembangan FLP (Bagian 1)

10 Langkah Strategis Pengembangan FLP (Bagian 1)

Pojok
Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) IV Forum Lingkar Pena (FLP) ada baiknya kita berbagi ide dan saran tentang bagaimana mengembangkan FLP. Sejak berdiri 1997, FLP telah berkiprah dalam membudayakan literasi lewat penerbitan buku, seminar, workshop, training kepenulisan, kampanye literasi, pendirian rumah baca, dan yang cukup penting adalah munculnya banyak penulis yang karya-karyanya mewarnai jagad kepenulisan di tanah air. Berkaca pada aktivitas FLP sejak 1997 sampai 2017 ini, hemat kami ada beberapa hal yang perlu dipikirkan, direnungkan, dan dikolaborasikan untuk pengembangan FLP tidak hanya dalam karya tapi juga secara organisasi dalam jaringan yang lebih luas. Renungan dan langkah strategis ini bisa menjadi masukan bagi siapapun yang terpilih sebagai ketua umum FLP pada periode 201...
Susah Ketemu Waktu Buat Ketemuan, Ini Terobosan FLP Palembang

Susah Ketemu Waktu Buat Ketemuan, Ini Terobosan FLP Palembang

Berita
PALEMBANG, FLP.or.id - Berorganisasi butuh komitmen tersendiri. Bahkan berorganisasi merupakan latihan untuk berkomitmen. Forum Lingkar Pena sebagai organisasi kepenulisan, tak luput dalam pengelolaan komitmen anggota. Terlebih ketika disadari bahwa anggota memiliki ketersediaan waktu berbeda-beda. Apa yang dilakukan FLP Cabang Palembang ini patut menjadi sorotan bersama. Berjalan mulai bulan Agustus 2017, program ini bisa dibilang semacam upaya terobosan. TEA TIME namanya. Ia masuk sebagai program pengurus FLP Palembang tahun 2017-2018. "Sebenarnya program ini untuk menyiasati jadwal anggota yang susah disatukan. Konsepnya adalah ngobrol santai sambil ngeteh atau ngopi. Minimal 2 orang, maksimal 10 orang," kata Dian Rennuati menjelaskan pada Senin (30/10/2017). Dian menjelaskan, lokasi...
Forum Lingkar Pena dan Kemandirian Finansial

Forum Lingkar Pena dan Kemandirian Finansial

Pojok
Isu kemandirian finansial sudah lama didengungkan oleh seluruh anggota FLP. Meski bekal idealisme berjejal-jejal memenuhi batin dan logika ribuan pegiat organisasi literasi terbesar di Indonesia (bahkan kata Bunda Naning Pranoto, se Asia Tenggara) ini, toh problematika finansial selalu saja mengguyur FLP. Kadang guyuran itu ibarat air hujan yang sekadar membuat batuk pilek, namun tak jarang sempoyongan, demam dan terpaksa bed rest. Nyatanya, memang ada sebagian anggota FLP yang akhirnya berguguran, cabang-cabang lesu dan mati suri. Apiknya, sebuah organisasi berusia 20 tahun, mestinya memang telah mandiri secara finansial. Bahkan, untuk organisasi dengan ribuan anggota, mestinya kemandirian itu bukan lagi berkisar pada melewati garis batas kemiskinan, tetapi malah berkecukupan, atau berke...
Budayakan Gemar Baca, Apa Itu ROTS a la FLP Cabang Palembang?

Budayakan Gemar Baca, Apa Itu ROTS a la FLP Cabang Palembang?

Berita
PALEMBANG, FLP.or.id - Apakah butuh satu gedung megah, ribuan koleksi buku, ratusan penjaga, buat memasyarakatkan budaya literasi? Bagaimana mengembangkan budaya gemar baca, di tengah segala rupa keterbatasan? Bagaimana cara Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Palembang melakukannya? Inilah dia ROTS. ROTS adalah singkatan dari Reading On The Street yang dapat diterjemahkan sebagai Membaca di Jalanan. Kegiatan ini merupakan program pengurus FLP Cabang Palembang masa bakti tahun 2017-2018. "Konsepnya menggabungkan taman bacaan dengan klinik tahsin ayat-ayat pendek bagi pengunjung," kata PJ Program Dian Rennuati, pada Senin (30/10/2017). Seperti tampak dari nama kegiatannya, taman bacaan dimaksud berupa gelaran lapak buku di area ruang publik. "Kita bikin ruang baca terbuka, di taman kota, deka...
5 Hal yang (Mungkin) Buruk yang (Mungkin) Terjadi pada Penulis

5 Hal yang (Mungkin) Buruk yang (Mungkin) Terjadi pada Penulis

Karya Anggota, Opini
Di luar kebanggaan, sisi humanis dan kesabaran yang biasanya melekat pada diri penulis; ada beberapa hal (yang mungkin) buruk yang mungkin menghampiri seseorang ketika ia memutuskan menajdi penulis. Hal ini harus disadari sejak awal, agar orang tak hanya memikirkan hal muluk-muluk ketika menjadi penulis. 1. Perjalanan panjang, mungkin seumur hidup Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk jadi penulis mahir? 3 bulan, 6 bulan, 2 tahun? Ketika bukunya telah terbit 5 atau 10? Atau setelah ia mengikuti workshop selama puluhan jam? Saya ingin sedikit bercerita. Salah satu impian saya adalah jadi penulis buku anak-anak. Entah karena masa kecil saya terlalu bahagia atau malah kelewat sengsara hahaha. Yang pasti, senang sekali menonton film yang berkisah tentang anak-anak seperti Heidi, Little Hous...
Maukah Kamu Jadi Penulis?

Maukah Kamu Jadi Penulis?

Karya Anggota, Opini
Tidak ada universitas yang khusus memiliki fakultas atau jurusan yang mencetak seseorang menjadi penulis. Bahkan fakultas FIB sekalipun, tidak secara otomatis membuat mahasiswanya mengambil profesi penulis sebagai pekerjaan hidupnya. Penulis adalah pekerjaan lepas yang benar-benar ‘lepas’ : hanya orang-orang yang benar-benar niat jadi penulis, akan menjalani profesi sebagai penulis dengan segala lika likunya. Bertahun-tahun lalu, di era tahun 2000an, saat novel dan kumpulan cerpen di tanah air meledak penjualannya; orang ramai-ramai ingin jadi penulis. Pelatihan-pelatihan digelar dan pesertanya mengalir deras. Sekarang, acara-acara kepenulisan sepi peminat. Bedah buku jarang dihadiri khalayak. Orang enggan mengirimkan cerpen ke koran-koran atau majalah. Alasannya : menulis susah-susah, la...
Duka (Ridha) Sedalam Cinta

Duka (Ridha) Sedalam Cinta

Karya Anggota, Opini
Di antara yang membekas dalam benak penonton film Duka Sedalam Cinta adalah salah satu OST-nya, berjudul Jalan yang Kupilih. Lagu ini diaransemen oleh Dwiki Dharmawan dari puisinya Helvy Tiana Rosa. Lalu disenandungkan langsung oleh Hamas Syahid selaku pemeran Mas Gagah. Bagi saya, "Jalan yang Kupilih" telah cukup menyimpulkan pesan yang hendak diantarkan oleh film Duka Sedalam Cinta. Yaitu tentang Cinta dan Keridhaan. Bahkan bukan tentang duka itu sendiri sebagaimana tertera pada judul filmnya. Benar bahwa hidup ini tentang cinta, dan karena cintalah kita harus memilih. Memilih untuk bermakna. Sebab bila sungguh cinta, maka mestinya dapat bermakna. Dan cinta sejati akan menghantarkan ridha. Benar. Semua dalam diri dan dunia ini akan pergi. Yang abadi hanya iman dan amal diri. Inilah ya...
FLP dan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Siapkan Kerjasama Agenda Literasi untuk Penghuni Lapas

FLP dan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Siapkan Kerjasama Agenda Literasi untuk Penghuni Lapas

Berita
"Salah satu hak narapidana yang tertuang di Pasal 14 UU nomor 12 tahun 1985 tentang Pemasyarakatan ialah mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa lainnya yang tidak dilarang. Maka menjadi kewajiban negara untuk menyediakannya," kata Aman Riyadi, Direktur TI dan Kerjasama Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham di Jakarta, Rabu (25/10/2017). Hal tersebut dikemukakan dalam Rapat Penyusunan MoU tentang Peningkatan Tradisi Literasi, Minat Baca dan Menulis bagi Tahanan, Anak yang Berkonflik dengan Hukum, Narapidana, dan Klien Pemasyarakatan. Selain Forum Lingkar Pena (FLP), dalam rapat itu hadir perwakilan dari pihak Perpustakaan Nasional, Kompas Gramedia, Pustaka Bergerak, dan PT Pos Indonesia. Dalam kesempatan itu, Aman menuturkan contoh inspiratif yang patut ditiru d...
Talkshow dan Diskusi Buku “Hidup Damai di Negeri Multikultur”

Talkshow dan Diskusi Buku “Hidup Damai di Negeri Multikultur”

Berita
Buku “Hidup Damai di Negeri Multikultur” (GPU, 2017) ditulis oleh Forum Alumni Muslim Exchange Program (MEP) Australia-Indonesia yang telah diluncurkan di Kedubes Australia beberapa bulan lalu kini dibedah di Universitas Paramadina, Jakarta (25/10). Buku yang dikerjakan selama dua tahun dengan kontribusi 77 penulis Indonesia dan Australia tersebut diberi kata pengantar oleh Dubes Australia Mr. Paul Grigson dan Pendiri MEP Prof (emeritus) Virginia Hooker serta epilog dari Program Manager MEP Rowan Gould dan Brynna Rafferty-Brown. Dalam acara diskusi buku nanti yang dibuka oleh Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah, akan diisi oleh para alumni MEP, yaitu: Dr. Phil Suratno (MEP 2005), Farinia Fianto (MEP 2005), Yanuardi Syukur (MEP 2015), dan Aan Rukmana (2007). “Buku ini berisi pe...

Pin It on Pinterest