SEMARANG-Forum Lingkar Pena (FLP) Jawa Tengah secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Prosesi penandatanganan berlangsung khidmat di Aula Balai Bahasa Jawa Tengah, Ungaran, pada Senin (3/8).
Agenda penting ini dihadiri langsung oleh Ketua FLP Jawa Tengah, Muslikhin; Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum.; perwakilan Badan Pengurus Pusat (BPP) FLP, Wiwik Susilowati; serta jajaran pengurus FLP Jawa Tengah.
Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam memperkuat gerakan dan ekosistem literasi di Jawa Tengah melalui kolaborasi program lintas lembaga.
Ketua FLP Jawa Tengah, Muslikhin, menyampaikan bahwa kesepakatan ini membuka ruang saling memberi dan berbagi manfaat. Ia menegaskan, FLP Jawa Tengah memiliki keunggulan berupa sumber daya penulis yang beragam dengan berbagai latar belakang profesi, namun disatukan oleh komitmen yang sama untuk kemajuan literasi.
”FLP Jawa Tengah memiliki banyak potensi di bidang penulisan, mulai dari cerita anak, novel, cerpen, hingga jurnalis. Dengan adanya kesepakatan ini, kita bisa saling memberi dan berbagi. FLP siap bersinergi, termasuk saat Balai Bahasa menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan penguatan kapasitas literasi,” ujar Muslikhin.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., menyambut hangat kolaborasi ini. Ia meyakini gerakan literasi yang diusung FLP sejalan dengan pilar utama Balai Bahasa.
”Saya yakin FLP bergerak di bidang literasi yang tentunya sangat dapat bersinergi untuk saling bekerja sama. Tentu FLP akan menjadi mitra strategis kami di lapangan,” tutur Dwi Laily Sukmawati.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Laily juga memaparkan empat program utama Balai Bahasa Jawa Tengah yang dapat disinergikan bersama mitra literasi, yaitu:Pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penguatan literasi pemberdayaan
Selanjutyna, Peningkatan budaya literasi untuk satuan pendidikan serta Penyelenggaraan sayembara literasi (termasuk program kebahasaan Karas & Swaratama).
Dukungan penuh juga disampaikan oleh perwakilan Badan Pengurus Pusat (BPP) FLP, Wiwik Susilowati. Ia menilai kerja sama ini merupakan langkah konkrit yang sangat positif bagi pengembangan gerakan menulis di daerah.
”Kerja sama ini sangat bagus dan strategis. Harapannya, sinergi antara FLP Jawa Tengah dan Balai Bahasa ini dapat melahirkan karya-karya bermutu serta dampak nyata bagi masyarakat luas,” ungkap Wiwik Susilowati.
Melalui penandatanganan MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk segera menindaklanjuti kerja sama dalam bentuk program aksi nyata guna menghidupkan budaya literasi di wilayah Jawa Tengah. [ZN]
