Senin, April 27Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Penulis Residensi FLP Eksplorasi Warisan Budaya Pekanbaru

PEKANBARU-Puluhan penulis residensi Forum Lingkar Pena (FLP) melakukan perjalanan napak tilas sejarah melalui kegiatan City Tour di jantung Kota Pekanbaru. Dipandu oleh Siti Zulbaidah, senior FLP Cabang Pekanbaru, para peserta yang berasal dari berbagai kota dan daerah di Indonesia diajak menyelami asal-usul Kota Bertuah, mulai dari tepian Sungai Siak hingga situs-situs bersejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan peradaban Melayu.

Menyusuri Tepian Sungai Siak dan Titik Nol

Petualangan dimulai dari Rumah Singgah Tuan Kadi, sebuah bangunan ikonik yang menjadi bukti kedekatan Kesultanan Siak dengan wilayah Senapelan. Di sana, pemandu lokal, Andre, memaparkan kisah menarik tentang Tuan Kadi yang merupakan penasihat terpercaya Sultan Syarif Kasim II.

Perjalanan berlanjut dengan berjalan kaki menuju pelabuhan pertama Pekanbaru untuk menyambangi Tugu Titik Nol. Di lokasi ini, para penulis tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga berinteraksi langsung dengan kearifan lokal melalui  penjual Bolu Kemojo, panganan khas Pekanbaru yang melegenda.

Sentuhan Estetika di Rumah Tenun Senapelan

Sisi budaya Pekanbaru semakin terasa saat rombongan mengunjungi Rumah Tenun Senapelan. Para penulis disambut hangat oleh pengrajin lokal dan berkesempatan melihat langsung ketelitian proses pembuatan kain songket khas Melayu Riau. Antusiasme peserta memuncak saat mereka mengamati jemari para pengrajin yang lincah menenun helai demi helai benang menjadi wastra yang indah.

Spiritualitas dan Pencarian Ide

Usai menikmati santap siang di tepian Sungai Siak yang tenang, rombongan bertolak ke Masjid Agung Annur untuk menunaikan ibadah salat Zuhur. Di masjid yang dikenal sebagai “Taj Mahal-nya Riau” ini, suasana berubah menjadi ruang diskusi yang inspiratif. Ketua Umum FLP, Nafiah Alma’rab memberikan materi eksklusif mengenai “Proses Pencarian Ide”, membekali para penulis dengan teknik menggali narasi dari realitas di sekitar mereka.

Ziarah ke Akar Peradaban di Masjid Raya Senapelan

Destinasi terakhir yang tak kalah sakral adalah Masjid Raya Senapelan. Dibangun pada tahun 1762 oleh Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, masjid tertua di Riau ini menyimpan keunikan arsitektur berupa enam tiang tengah yang menopang menara di dalam bangunan. Di sini, para penulis melakukan ziarah ke makam pendiri Kota Pekanbaru dan keluarga kerajaan, menutup perjalanan dengan refleksi mendalam tentang warisan leluhur.

“Perjalanan ini bukan sekadar wisata, melainkan upaya kami untuk membumikan narasi sejarah ke dalam tulisan. Pekanbaru punya kedalaman cerita yang luar biasa untuk diangkat,” ujar salah satu peserta sebelum kembali ke hotel.

Melalui City Tour ini, diharapkan para penulis residensi dapat melahirkan karya-karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat dari bumi Lancang Kuning. [Hikmah]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This