Agenda

28 Juli 2018, The Good One Festival

“The new wave of Muslim creators”
Festival satu hari untuk pemuda Islam yang mengemukakan kreator-kreator muda muslim generasi baru ke hadapan khalayak. The Good One akan merangkum diskusi-diskusi mendasar dengan menampilkan sineas dan para Guru beserta karya-karyanya.

Bertempat di

CODE MARGONDA, Depok Town Square (DeToS) Lantai 2

Jalan Margonda Raya, Kota Depok

(Dekat Stasun Pondok Cina)

 

Bentuk Acara

1. Screening 3 Film Pendek
(Film: The Legend, Ri Balla dan Lidah Ayah)

2. Diskusi Film dan Islam
(Pemateri: Muhammad Yulius, Ganiyu Rijal Yaris, Ijal Juanda, dan Ab Abdillah)

3. Pembacaan Syair Ulama Klasik
(Pembaca: Nila Rahma)

4. Mimbar Syarahan
“Tentang Tasawuf dan Tragedi dalam Karya Estetika Kita”
(Ismail Al-‘Alam)

5. Diskusi
“Bahasa, Sastra, dan Peradaban Islam”
(Pemateri: Dr. Syamsuddin Arif, Kun Lanang Anggiar Dwi Saksono)

5. Monolog
“The Art of Muslim Perspective”
(Kun Lanang Anggiar Dwi Saksono)

***

Fasilitas:
E-Certificate (Sertifikat Elektronik)
Snack makanan ringan

Nonton bareng
Materi dan kesempatan diskusi
Suguhan performance

FREE!
***

photo_2018-07-22_07-36-26
photo_2018-07-23_17-23-20
photo_2018-07-22_07-36-18
photo_2018-07-22_07-36-08
photo_2018-07-22_07-36-02

SINOPSIS RI BALLA
Bercerita tentang seorang Ibu tua yang tinggal seorang diri ketika kedua anaknya telah dewasa dan berkeluarga di kota. Setiap pekan, kedua anak laki-lakinya sepakat menjemput ibu secara bergantian. Rutinitas tersebut memberi kesempatan kedua anak memperebutkan simpati sang Ibu, untuk memutuskan dengan siapa pada akhirnya Ibu layak tinggal. Namun sang Ibu juga berusaha untuk mengembalikan anak-anaknya kembali ke rumah lagi.

SINOPSIS ‘LIDAH AYAH’
Seorang Ayah yang merupakan ahli kuliner tengah bersama Anaknya. Ayah sedang menguji kemampuan indera perasa sang anak dengan menyuruh sang Anak untuk mendeskripsikan makanan yang ia makan dalam keadaan mata tertutup. Saat-saat itu sang Anak akhirnya menujukkan bahwa kemampuan idera perasanya luar biasa. Dalam obrolan yang terjadi saat itu akhirnya diketahui bahwa sang Ayah pernah diwarisi restoran, tapi masalah sempat terjadi pada Ayah. Ternyata lidah Ayah telah kehilangan indera perasanya sejak lama. Ayah sempat menghadapi masa-masa depresi. Tapi bagi sang Ayah masa depan masih cerah, sebab kemampuan lidahnya kini sudah kembali, di hadapan Anaknya, Ayah berkata bahwa kemampuan lidahnya kini ada pada sang Anak, dan masa depan sang Ayah adalah Anaknya.

SINOPSIS ‘THE LEGEND’
Sebuah kisah tentang dua orang penggemar yang terobsesi menjadikan idolanya seorang legenda. Dikarenakan zaman sekarang anak-anak muda banyak yang salah memilih idola, maka timbulah dorongan tekad kuat dua penggemar ini untuk menjadikan idolanya yang dikenal beriman sebagai legenda. Bagaimana caranya? Dua penggemar ini memilih merencanakan pembunuhan agar idola mereka mati muda. Sebab dalam pandangan mereka jika idola mereka mati dalam puncak karir maka akan menjadikan idola mereka legenda. Apakah akan lancar dua penggemar ini mencapai tujuannya?

***

P E N G I S I A C A R A
Dr. SYAMSUDDIN ARIF, mendalami metafisika dan pemikiran Islam klasik serta kritik terhadap orientalisme. Ia menyelesaikan program sarjana (B.H.Sc.) di Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), lalu melanjutkan pascasarjana pada 1999 di Internati onal Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) dan program doktoral pada 2004. Ia juga mengambil program doktor keduanya di Orientalisches Seminar, Universitas Goethe Frankfurt Jerman pada tahun 2003.

Dr. Syamsuddin Arif mengajar di beberapa tempat, seperti Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), Centre for Advanced Studies on Islam, Science and Civilisation (CASIS-UTM), dan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA). Ia juga diamanahi mengelola INSISTS sebagai Direktur Eksekutif pada 2015-2017. Pada bulan Oktober 2017 ia juga menjadi Visiting Research Fellow di Oxford Centre for Islamic Studies, Universitas Oxford, Inggris selama dua musim.

ISMAIL AL’ALAM saat ini menjabat sebagai Manajer Program di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). Memulai studi pendidikan tingginya di Ilmu Filsafat Universitas Indonesia pada tahun 2009 – 2011, kemudian menyelesaikan program Sarjana Filsafat, Fakultas Falsafah dan Agama di Universitas Paramadina pada tahun 2017. Studi Alam terfokus pada Tasawuf dan Tragedi: Kritik Kebudayaan Perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Ia juga merupakan Koordinator bidang kajian, Himpunan Mahasiswa Falsafah dan Agama (HIMAFA) Universitas Paramadina. Alam turut aktif dan membesarkan Komunitas Nuun dan Depok Islamic Study Circle (DISC Masjid UI) sebagai komunitas kajian dan diskusi pemikiran.

MUHAMMAD YULIUS menekuni dunia jurnalistik sejak 1992 sebagai penulis lepas pada beberapa media Islam. Pada tahun 1998 ia bergabung bersama Majalah Annida sebagai Redaktur, lalu Redaktur Pelaksana, dan terakhir Pemimpin Redaksi. Ia juga merambah dunia sinetron dan film sebagai penulis skenario dan produser. Ia terlibat dalam penggarapan video dalam peringatan Seratus Tahun Sjafruddin Prawiranegara sebagai interviewer dan penulis naskah. Muhammad Yulius juga aktif memberi ceramah, training, dan seminar masalah kesenian dan kebudayaan.

GANIYU RIJAL YARIS, merupakan seorang sineas perfilman yang sudah berpengalaman hampir 15 tahun. Ia menamatkan pendidikan tingginya di Institut Kesenian Jakarta pada tahun 2004. Puluhan karya telah berhasil ia hasilkan dengan peran yang berbeda-beda, membuktikan bakat dan keahliannya di bidang perfilman. Karier dinia film dimulainya saat menggarap film pendek Seribu Kali Dunia yang memenangi Festival Film Pendek SCTV 2002. Selepas itu, berbagai film pendek, video profil, iklan layanan masyarakat, dan dokumenter lahir dari tangannya baik sebagai sutradara,
produser, maupun editor. Rijal juga pernah mengelola rumah produksi G Production (2006-2009) dan menjadi pengajar di berbagai workshop, seminar dan training dunia broadcasting dan film.

IJAL JUANDA, merupakan seorang sutradara lulusan Institut Kesenian Jakarta. Dengan latar belakang sebagai pelukis yang mengembangkan ilmunya ke seni film, Ijal Juanda unggul dalam visual-storytelling, ia mempunyai kepekaan kuat untuk bernarasi melalui visual.

Pada 2014, Ia membuat film komedi daerah Makassar yang viral, berjudul ‘Pa’bambangang Na Tolo’, yang menjadi perhatian besar bagi anak daerah Makassar, sebab film ini tumbuh bersama dengan munculnya tren sinema daerah di Makassar. Pada 2018 ini Ijal Juanda menerbitkan film ‘Ri Balla’ yang dipandang sebagai karya besarnya oleh dosen-dosen penyidang di IKJ, dan ia mendapat julukan ‘Total Filmmaker’ sejak saat itu.

AB ABDILLAH adalah seorang penulis skenario dan sutradara yang menggagas Utarakan Film, sebuah tim produksi sinema yang berfokus mengkreasikan visual yang khas melalui film naratif, videomusik, dokumenter dan iklan. Mahasiswa Institut Kesenian Jakarta ini tidak hanya aktif dalam kepenulisan dan produksi film, ia juga aktif dalam penulisan cerita dan puisi. Dengan latar-belakang sebagai alumni Sekolah Pemikiran Islam, ia juga aktif menjadi penulis esai dan pendiskusi untuk bidang pemikiran Islam.Ab Abdillah sejak 2012 aktif menulis skenario dan menyutradarai, ia juga sempat menjadi penulis aktif untuk Majalah AKSI. Ia juga menulis skenario film ‘Tunai’, yang menjadi official selection pada Student Art Festival, Florida, Amerika Serikat.

NILA RAHMA, menyelesaikan program Sarjana-nya pada Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Indonesia pada tahun 2011. Ia saat ini menjadi Kepala Sekolah At-Taqwa Quranic School yang didirikan oleh Dr. Adian Husaini. Nila juga merupakan seorang pembelajar yang hingga saat ini masih menjadi Mahasantri Ma’had Aly Hujjatul Islam, Depok. Nila juga sempat aktif di beberapa komunitas sastra, diantaranya Komunitas Langit Sastra.

Related posts

16 Desember 2017, Workshop Menulis Novel bareng Ketum FLP Afifah Afra

admin

25 Februari 2018, SEMINAR NASIONAL Literasi Berkeadaban: Menguatkan Jati Diri Bangsa di Era Digital

admin

Kamu Seorang Guru? 3 Sayembara Menulis Ini Wajib Diketahui, Patut Dibagi-bagi, Layak Diikuti

admin

Leave a Comment