Selasa, Januari 20Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Karya Anggota

Berita Buruk Waktu Menulis

Berita Buruk Waktu Menulis

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor, Pojok
 “Apakah kamu sedang bingung menentukan kapan waktu yang tepat untuk mulai menulis? Jika iya, maka saya punya berita baik, dan juga berita buruk. Berita baiknya adalah, kamu takkan pernah punya waktu lebih (untuk menulis) melebihi waktumu yang telah ada setiap hari. Kemudian, berita buruknya adalah sama dengan apa yang tadi saya sebutkan. Itu sekaligus berita buruk!” Kurang lebih begitu, kata Moira Allen, dalam tulisan dia berjudul Finding Time to Write di laman yang dia kelola, Writing World. Masalah waktu menulis, kata dia lagi, tidak akan pernah bisa ditemukan. Tapi, hanya bisa dibuat. Ya, dibuat, bukan ditemukan. Jika kamu memutuskan untuk mengulur-ulur waktu menulis sampai nanti dapat waktu kosong, saat berada di pegunungan, sawah, atau pinggir pantai yang tenang, yakinlah kamu tak a...
Wawancara Eksklusif Bersama Juara Cerita Rakyat Nusantara 2015

Wawancara Eksklusif Bersama Juara Cerita Rakyat Nusantara 2015

Berita, Cerpen, Pilihan Editor, Wawancara
Halo FLP’ers. Kita akan berkenalan dengan  juara pertama Lomba Cerita Rakyat  Nusantara 2015 yang diadakan Kemendikbud. Yuk, langsung saja kita kenalan dengan Sabir atau yang lebih kita kenal, Daeng S. Gegge Mappangewa.  Selamat membaca! Kapan Daeng Gegge  mulai menulis dan kenapa menulis? Saya mulai menulis sejak SD kelas lima. Pertama kali menjadi pemenang lomba mengarang tingkat kecamatan di acara HUT RI.  Saat SMP saya sudah mengirim cerpen ke media nasional, setelah dikonsultasikan kepada guru Bahasa Indoenesia. Saya menulis karena ingin melihat nama saya ada di media. Setiap saya membaca cerpen, saya selalu membayangkan nama penulis di bawah judul cerpen itu adalah namaku.  Jadi setiap selesai membaca cerpen, saya selalu berusaha untuk  melanjutkannya dengan menulis  cerpen juga....
Catatan Dari AKI 2015

Catatan Dari AKI 2015

Opini, Pilihan Editor
Suasana Ruang Sumardjo, Hotel Sunan, malam itu, Senin 12 Oktober 2015, terasa meriah. Ratusan insan yang bergelut di dunia komunikasi memadati ruangan. Mulai dari menteri beserta segenap jajaran Kemenkominfo, para ahli komunikasi, anggota ISKI (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia), awak media, hingga para peraih Anugerah Komunikasi Indonesia (AKI) 2015, berkumpul di hotel yang berlokasi di Kota Surakarta tersebut. Kami, dari rombongan Forum Lingkar Pena (FLP), dipersilahkan untuk menduduki kursi depan, mengitari sebuah meja bulat berisi beraneka ragam hidangan. Memang setting ruangan saat itu dibuat santai, dengan meja-meja bertaplak putih yang masing-masing dikelilingi sekitar delapan kursi. Rombongan FLP saat itu terdiri dari Maimon Herawati (Pendiri FLP, Anggota Majelis Pertimbangan FLP...
Menyikapi Konspirasi

Menyikapi Konspirasi

Opini
Sejak zaman pelayaran samudera yang dilakukan Portugis dan Spanyol untuk mencari rempah-rempah ke timur dengan membawa misi 3 G (gold, gospel, dan glory), tema konspirasi tidak pernah mati. Apalagi belakangan ditambah dengan pengakuan para tokoh yang terlibat dalam konspirasi—seperti John Perkins dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man (2004)—membuktikan bahwa konspirasi dalam bentuk kolonisasi ekonomi di negara-negara dunia ketiga memang ada. Tidak terlihat, tapi ada. Dalam konteks kasus Tolikara yang terjadi pada Idul Fitri 1436 Hijriyah yang lalu, aroma konspirasi juga kabarnya ada. Sebelum terjadi penyerangan kepada umat Islam yang akan menunaikan salat Idul Fitri, telah ada selebaran dari GIDI yang melarang umat Islam ‘membuka lebaran’ (salat Idul Fitri) di Kabupaten Tolikara...
Opini: Nasib Imigran Rohingya

Opini: Nasib Imigran Rohingya

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor
Tiga orang terbaring lemas di atas tikar. Dua diantaranya orang dewasa, satu anak-anak yang di tangannya tengah diinfus. Harian Kompas yang merilis foto tersebut di halaman depannya menulis, “Imigran Rohingya asal Myanmar dirawat karena sakit di tempat penampungan.” Ada sekitar 433 imigran Rohingya yang ditampung bekas pabrik kertas di Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur (Kompas, 22 Mei 2015). Siapa sebenarnya orang Rohingya yang sekarang sedang ramai diperbincangkan yang menurut PBB mereka adalah ‘etnis yang paling tertindas di dunia’ itu? Arakan, Negeri Asal Arakan adalah wilayah yang menjadi sumbu konflik di Myanmar saat ini. Kawasan di mana orang-orang Rohingya ditindas, dibantai dan diusir dari negeri leluhur mereka.  Tanah ini adalah tanah yang kaya akan sumber daya alam yang karen...
Gue Muslim dan Gue Bangga

Gue Muslim dan Gue Bangga

Karya Anggota
Rabu, 20 Mei 2015 The Rabbaanians bekerja-sama dengan Islam Diaries, Al-Hikmah (Komunitas Muda Cinta Islam), Yayasan pesantren Al-Azhar dan ASIA (Alumni Sekolah Islam Al-Azhar), mempersembahkan kajian Rabu selepas shalat 'Isha. Bila ada seseorang menanyakan satu hal ini kepada kita : "Apa agamamu?" Dengan penuh keyakinan kita menjawab : "Islam." Bahkan agar lebih meyakinkan lagi, kita langsung menambahkan : "Gue Muslim!" Sebenarnya, tahukah kita apa itu Islam? Dan apa itu Muslim? Ketika ditanyakan kepada beberapa orang, saya mendapati jawaban suara terbanyak : Islam itu agama yg dibawa Rasulullah Muhammad dan Muslim itu sebutan bagi orang Islam. Sudah benarkah jawaban kita? Ternyata, pertanyaan sederhana belum tentu semudah kita menemukan jawabannya, bukan? Lalu apa itu Islam? Dan apa ...
Ramadhan Bersemi Kembali

Ramadhan Bersemi Kembali

Karya Anggota, Opini
"Setibanya Ramadhan, pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup, syaitan dibelenggu." (HR. Abu Hurairah) Cobalah kembali menyusun kepingan-kepingan Puzzle Ramadhan yang telah terlewat? Seperti apakah ia? adakah ia seperti susunan tak berbentuk? Atau ada space yang kosong? Bisa jadi mungkin seperti ini : "Puasa ala kadarnya, juga ada dua hari tertinggal. Sholat tarawih seperti mematuk ayam, pun bolong-bolong, Infaq cuma dua kali, maksiat hampir tiap hari, tilawah tidak nyampai 1 juz sehari ... dst." Telah berlalu berapa kali Ramadhan dalam hidup, telah banyak raga yang tak lagi membersamai hingga kini. Gugahan untuk diri kadang hilang agar Ramadhan tak sekadar rutinitas tahunan yang menjebak setiap jiwa. Menjebak bahkan membelenggu bagi sebagian orang. Tersebab kualitas diri juga ...
Cinta yang Nyaris Retak

Cinta yang Nyaris Retak

Karya Anggota, Opini
FLP.or.id,- Air dan tanahnya telah menjadi bagian yang tidak terpisah dari tubuhku. Udaranya menjadi bagian dari nafasku. Malamnya menjadi pakaian rehatku. Paginya menjadi semangat kerjaku. Dzikir pagi-sore menjadi nutrisi hidupku. Bacaan alif-ba-ta menjadi pembangun ruhku. Cinta adalah pelajaran pertama yang diajarkan di madrasah pertamaku. Guru pertamaku mengajariku cinta sejak aku belum berupa aku. Seharusnya cinta itu menjadi modal bagiku untuk selalu tersenyum, optimis, berhusnu dzan, dan taat kepada Tuhanku. Namun, ternyata cinta itu tidak selalu mengekspresikan idealisme itu dalam interaksiku dengan lingkunganku. Jarak antara idealita dan realita itu yang kemudian menjadi rentang masalah hidupku. Guru pertamaku mengajariku bagaimana berinteraksi dengan masalah. Ia memahamkan aku bah...
Penulis dan Dua Senjatanya (Bagian 1)

Penulis dan Dua Senjatanya (Bagian 1)

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor
Ketika kita sudah mendeklarasikan diri untuk menjadi seorang penulis, akan banyak hal yang dihadapi, baik kemudahan maupun kesulitan. Dalam menjalankan aktivitas menulis, ada dua senjata penting yang harus dimiliki oleh seorang penulis,yaitu sabar dan syukur. Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda,“Sungguh menakjubkan perkara orang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim). Pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit berbagi tentang...
Radikalisme Dalam Media

Radikalisme Dalam Media

Karya Anggota, Opini, Pilihan Editor
Ibnu Khaldun, mengemukakan hal menggelitik seputar kekuasaan. Menurutnya, “… kekuasaan merupakan kedudukan yang menyenangkan, meliputi berbagai kesenangan materi maupun maknawi, material maupun spiritual, visible maupun invisible sehingga untuk mendapatkannya seringkali melalui kompetisi-kompetisi menggemparkan dan sedikit orang yang mau menyerahkannya. Karena partai merupakan proses awal bagi justifikasi kekuasaan, maka partai acapkali menjadi proteksi, pembela, bahkan klaim untul segala persoalan itu. Kompetisi kekuatan antarkelompok biasanya tidak dapat dilepaskan dari sikap-sikap arogan untuk memperoleh kekuasaan tersebut, dimana pemegang kebijaksaan dari partai atau kelompok yang berkuasa senantiasa mencari legitimasi kemenangan dari massa dengan berbagai macam manuver siasat atas nam...

Pin It on Pinterest