Kamis siang (29/10/2026), Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menerima kunjungan wawancara Majalah DIKSI di ruang kerjanya di Gedung E lantai 2, Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta. Hadir dari Majalah DIKSI yaitu Nafi’ah Al-Ma’rab, Pemimpin Umum Majalah DIKSI yang juga merupakan Ketua Umum Forum Lingkar Pena didampingi Pemimpin Redaksi Majalah DIKSI, Billy Antoro.
Dalam wawancara tersebut, Fadli Zon mengemukaan soal dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap sastrawan Taufiq Ismail sebagai kandidat penerima Nobel Sastra.

“Sebenarnya ini kan usulannya justru dari bawah ya, dari komunitas-komunitas sastra budaya. Intinya kita mendukung aspirasi. Memang sebenarnya sosok Pak Taufiq Ismail saya kira sangat mumpuni, sangat layak ya, tapi tentu itu kan namanya dari luar ya, kita sangat mendukung saja proses itu,” terang lelaki berdarah Minangkabau yang juga Dewan Pembina Rumah Puisi Taufiq Ismail tersebut.
“Kalau kiprahnya sendiri, Pak Taufiq Ismail itu kan sudah lebih dari 6 dekade. Karya-karyanya itu cukup banyak sekali. Jadi dari sisi karya sih, apa yang dilakukan oleh beliau itu sudah meliputi zaman yang sangat panjang, dan juga banyak pesan-pesan terkait kemanusiaan, kebudayaan, dan potret-potret peristiwa. Jadi kita sangat mendukung apa yang diinisiasi oleh teman-teman dari komunitas,” lanjutnya.

Majalah DIKSI merupakan media yang diterbitkan oleh Forum Lingkar Pena. Majalah ini mengangkat isu seputar literasi, sastra, pelaku perbukuan, dan kebudayaan serta mewadahi dialektika komunitas, penggiat literasi, praktisi, akademisi, dan birokrat.
*Ditulis oleh Anugrah Roby Syahputra (Sekjen BPP FLP)
