Agenda Kabar

Suka Non-Fiksi? 2 Lomba Menulis Ini Sayang Kalau Dilewatkan

JAKARTA, FLP.or.id — Kamu suka jalan-jalan, menulis blog, nulis travelog? Atau kamu gemar menulis opini esai? Dua ajang lomba menulis yang hadir di paruh kedua tahun 2016 ini, cocok buat kamu ikuti.

1. Lomba Menulis #PesonaPangkalPinang

Pangkal pinang 02Lomba ini diselenggarakan menyambut HUT Kota Pangkalpinang ke-259. Pihak Pemkot Pangkalpinang, platform swaterbit Bitread, dan Pesona Indonesia, selaku penyelenggara, menyajikan hadiah total 25,9 juta rupiah.

“Kota Pangkalpinang menyimpan banyak pesona dalam berbagai sisi. Wisata, budaya dan sisi wilayahnya melebur menjadi pesona yang belum terungkapkan dengan sempurna,” demikian keterangan panitia penyelenggara, seraya mengajak untuk mengirimkan tulisan tentang pesona kota Pangkalpinang.

Untuk mengikuti lomba ini, peserta wajib mempublikasikan tulisan atau karyanya di blog atau Facebook Notes mereka. Blog atau Facebook notes ini harus merupakan akun milik sendiri.

Selain itu, panitia mewajibkan peserta untuk melakukan registrasi microsite, berupa pengisian formulir pendaftaran dan mencantumkan link medsos/blog publikasi karya mereka tadi. Peserta pun diharuskan mengikuti Facebook atau Twitter BITREAD.

Isi tulisan cukup sepanjang 1000 – 1500 kata, dengan tema PESONA PANGKAL PINANG (boleh membahas salah satu potensi wisata, budaya, atau sejarah kota). Masa kompetisi lomba yang terbuka untuk umum ini akan berakhir pada tanggal 7 September 2016.

Untuk keterangan selengkapnya, kamu dapat mengklik poster di samping, atau menyimak laman resmi pengumuman Lomba Menulis #PesonaPangkalPinang.

2. Lomba Esai Sejarah Indonesia 2016

isrsfessay2014Lomba yang diadakan ini yayasan riset dan beasiswa ISRSF ini, menyediakan hadiah total 24 juta rupiah bagi 3 orang pemenang. Pihak The Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF) dalam keterangannya menyebutkan, kompetisi ini bertujuan untuk memberikan pengakuan atas karya-karya anak bangsa yang menggali sejarah.

“Serta untuk menginspirasi generasi muda Indonesia agar menjadi sejarawan akademik,” kata pihak ISRSF.

Tak hanya berupa hadiah uang, para pemenang pun berhak menempuh proses wawancara beasiswa penuh untuk belajar sejarah di program doktoral Universitas Northwestern.

Siapapun yang sudah menempuh program pendidikan S1 maupun S2, serta belum menempun program doktor, dapat mengikuti kompetisi ini. Dengan syarat maksimal usia tidak lebihd ari 35 tahun.

Rentang waktu yang dipersyaratkan sebagai bahan tulisan ialah periode sejarah Indonesia dari tahun 1800 hingga tahun 2000. Fokusnya bisa dalam topik sosial, ekonomi, politik, budaya, agama, hingga ideologi.

Pengiriman karya dilakukan secara daring ‘online’ maksimak tanggal 15 November 2016. Untuk informasi selengkapnya, kamu dapat mengklik poster di samping atau mengakses laman resmi ISRSF.

Related posts

Bersama menyelamatkan generasi muda

Sinta Yudisia

Abadikan Kenangan Indah Anda Saat Berinteraksi dengan FLP! Caranya?

admin

Oleh-oleh dari Celebes! Ini 3 Tips Menulis Cerpen Menurut Gegge Mappangewa

admin

Leave a Comment