Semasa FLP di Seruang Masjid

2 menit baca |

Jum’at, 24 November 2017. Sekretaris FLP ibu Sri Widiyastuti meminta saya untuk menghadiri konferensi pers film 5 Penjuru Masjid, sebagai wakil dari Forum Lingkar Pena (FLP). Karena seluruh tim Humas FLP berhalangan, jadilah saya yang diminta mewakili. Pertimbangannya, agar bisa mengembangkan tali silaturrahim yang mungkin bisa dikonversikan ke jaringan wilayah FLP. Maka hadirlah saya ke Gedung WAMY Jakarta, tempat koferensi pers dilangsungkan.

Membaca judul film ini, saya teringat kembali semasa FLP dahulu, yang banyak beraktivitas di Masjid. Kini pun masih pula demikian. Ada FLP Jakarta yang dahulu sering beraktivitas di masjid Amir Hamzah, Taman Ismail Marzuki. Juga seperti di foto tulisan ini, kelas Pra Muda FLP Jakarta bersama mas Sokat Rahman pada 10 Desember 2017 yang digelar di selasar Masjid Raya Al Hakim, Taman Menteng – Jakarta Pusat. Selain itu, ada FLP Bandung yang juga beraktivitas di selasar timur masjid Salman ITB.  Ada pula FLP Jogjakarta yang lahir di masjid Al Mujahidin UNY. Dan banyak lagi wilayah-wilayah lainnya. Bahkan FLP pusat pun mulanya dari masjid Ukhuwah Islamiyah UI.

Nah, kehadiran film 5 Penjuru Masjid tentu mengingatkan kembali, bahwa masjid hendaknya menjadi tempat kembali. Bila 5 Penjuru Masjid punya pesan, “Semua mimpimu tersimpan rapih di masjid.” Mungkin FLP juga menyimpan kesan, “Semua idemu tersimpan rapih di masjid.” Ide adalah modal utama bagi para penulis, dan modal itu ada di seruang masjid.

Inilah poin pertamanya. Dalam program intensifikasi yang akan digulirkan Divisi Jarwil, pilar kedua setelah aspek Legal adalah aspek Masjid. Programnya sederhana; menautkan setiap wilayah dengan satu masjid provinsi pada rentang tahun 2018 dan menautkan setiap cabang dengan satu masjid kabupaten/kota pada rentang tahun 2019. Hingga akhirnya sebagai bentuk memastikan kehadiran FLP serta menjalankan fungsi advokasi sebagai salah satu dari tiga fungsi FLP, maka setiap wilayah memberikan pelayanan penulisan profil minimal 5 masjid besar atau bersejarah di setiap wilayah. Itu pada rentang tahun 2020. Program sambang masjid ini sekaligus sebagai bentuk memfasilitasi Sekretaris FLP untuk memastikan semua wilayah memiliki sekretariat. Syukur bila aktivitas Masjid bisa disemarakkan dengan keberadaan sekretariat FLP di sana, tentu hal ini bagi wilayah yang belum memiliki sekretariat. InsyaAllah, program ini akan menjadi konsentrasi tim Jarwil yaitu Bang Aslul Khitan.

Lalu, film 5 Penjuru Masjid selain dipandang dari spiritnya, juga bisa dipandang dari aspek syiarnya. Inilah poin keduanya. Konteks syiar dalam konsepsi Jarwil termasuk kaitannya acara, dan ini dalam rangka memfasilitasi Divisi Bisnis. Maka bila ada acara publik seperti nonton bareng dan sebagainya, sesungguhnya ini bisa dikerjasamakan dengan Divisi Bisnis yang nanti turunan acara ke seluruh wilayahnya akan difasilitasi oleh tim Jarwil yaitu Kang HD Gumilang. Termasuk bila nanti terjalin kerjasama nobar film 5 Penjuru Masjid. Semoga spirit film ini bisa mengembalikan semasa FLP di seruang masjid.

Jakarta, 24 November 2017

Irfan Azizi
Koordinator Divisi Jarwil BPP

Post Author: Irfan Azizi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *