Ketika Huruf Luluh Tak Selamanya Luluh, 3 Catatan tentang t, p, k, s

1 menit baca |

JAKARTA, FLP.or.id — Empat huruf dalam khazanah bahasa Indonesia dikenal memiliki sifat luluh. Keempatnya ialah huruf t, p, k, dan s. Misalnya, huruf t dalam kata dasar tulis akan luluh jika dikenai awalan me- menjadi meNulis. Huruf p dalam kata pikir luluh jadi meMikirkan.

Namun ada beberapa keadaan yang menunjukkan bahwa terkadang keempat huruf itu tak selamanya luluh. Berikut ini 3 catatan tentang itu:

 

Konsonan t, p, k, s tidak melebur mendapat awalan meN- maupun peN-, bila:

 

a. Konsonan-konsonan tersebut mengawali kata dasar kedua.

 

Contoh:
lihat – perlihatkan – memperlihatkan
tawa – tertawa – mentertawakan
jajar – sejajar – mensejajarkan
sulit – persulit – mempersulit

 

b. Konsonan-konsonan tersebut mengawali kata dasar yang masih terasa asing.

 

Contoh:
kritik – mengkritik, promosi – mempromosikan, produksi – memproduksi,  kriteria – mengkriteriakan, sukses – mensukseskan, sinyalir – mensinyalir, transfer – mentransfer.

 

c. Untuk kepentingan pembedaan arti

 

Contoh:

 

kaji – mengaji (AlQuran), mengkaji (kebenaran sesuatu)
tunjuk, beda arti antara penunjuk dengan petunjuk; penatar tidak sama dengan petatar, sakit antara penyakit dengan pesakit, kasih pengasih pekasih.

 

 

Referensi: Kusno Budi Santoso. Problematika Bahasa Indonesia Sebuah Analisis Praktis Bahasa Baku. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta. Cetakan pertama, Maret 1990.

Post Author: admin

Admin adalah administrator laman FLP.OR.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *